Januari 2018

 MENARA POST - Jakarta, - Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) resmi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan 1.100 karyawan yang berasal dari berbagai jenjang jabatan, seperti agen, administrasi, aktuaria, dan lainnya.
Demi Penyelamatan, Sebanyak 1.100 Karyawan Bumiputera di PHK

Hal ini dilakukan setelah AJBB resmi memutus kerja sama dengan PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) untuk merestrukturisasi asuransi tertua di Indonesia ini melalui PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB).
[post_ads]
Pengelola Statuter Bidang Sumber Daya Manusia, Umum, dan Komunikasi AJBB Adhi M. Massardhi mengatakan, PHK yang dilakukan telah dikomunikasikan kepada karyawan dan telah dilangsungkan dengan kesepakatan antar kedua belah pihak.

“Kami sudah alokasikan dana PHK sebagai bentuk kewajiban,” ujar Adhi, Jumat (26/1).

Selain telah mengurus kewajiban PHK dari perusahaan, menurutnya, karyawan juga ada yang dimigrasikan ke PT Asuransi Jiwa Bhinneka, yang merupakan perusahaan ganti nama dari AJB untuk dikelola Evergreen setelah resmi tak bekerja sama lagi.

Dengan PHK tersebut, Adhi memastikan, tak akan mengganggu proses bangkitnya AJB pada waktu selanjutnya. Sebab, AJB masih memiliki sekitar 2.100 karyawan untuk diajak bekerja sama merestrukturisasi perusahaan dengan menggaet investor lain.

“Buat perusahaan asuransi dengan usia 106 tahun tidak masalah. Ini sekaligus kemungkinan akan melakukan perbaikan organisasi,” katanya.
[post_ads_2]
Terutama untuk agen, ia bilang, perusahaan juga masih bisa memaksimalkan jumlah agen yang tersisa untuk memasarkan produk yang ditargetkan bisa dilakukan kembali pada Februari 2018.

Sebelumnya, AJBB resmi memutus kerja sama dengan Evergreen lantaran dianggap tak lagi satu visi dalam merestrukturisasi AJB. Untuk itu, AJBB akan mencari investor lain untuk merestrukturisasi kembali AJB. (Red)

Source : CNN

 MENARA POST - BOGOR - Awan yang mencakup 37 persen langit di Bogor menghalangi pemandangan gerhana bulan, Rabu, 31 Januari 2018. Sebagian masyarakat melakukan shalat gerhana di 850 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Bogor saat terjadi gerhana kali ini.
Ilustrasi/Persiapan melihat gerhana bulan

Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Boedi Suhardi menjelaskan fenomena kali ini cukup istimewa karena ukuran bulan terlihat lebih besar dan berwarna merah atau biru. Fenomena tersebut dinamakan super blue blood moon.

Selain awan, masyarakat juga tidak bisa maksimal menyaksikan proses gerhana karena hujan. "Prakiraan itu untuk wilayah Bogor saja," kata Boedi menegaskan hal itu berdasarkan perhitungan Stasiun Klimatologi, enam jam sebelum terjadi gerhana.
[post_ads]
Menurut Boedi, gerhana bulan bisa mempengaruhi kondisi cuaca, perilaku hewan dan tumbuhan. Ia juga mengakui biasanya terjadi perubahan tingkat gravitasi bulan yang mempengaruhi kondisi pasang surut air laut selama terjadi gerhana.

"Masyarakat diimbau tetap tenang. Jangan dikaitkan dengan hal mistis seperti halnya bagaimana anaknya (dalam kandungan ibu hamil)," kata Boedi mengimbau. Menurutnya, gerhana bulan kali ini adalah fenomena alam biasa yang terjadi dalam jangka waktu tertentu.

Sementara menurut Pemrakira Cuaca dari Stasiun Klimatologi Citeko Ronald, gerhana bulan kali ini sebenarnya bisa dilihat dari seluruh wilayah Bogor selama tidak tertutup awan. "Untuk (pemandangan gerhana bulan) yang paling idealnya adalah di Puncak Bogor," katanya menyarankan.

Menurut Ronald, puncak gerhana bulan kali ini terjadi pada rentang waktu setengah jam yakni sekitar pukul 20.30-21.00. Namun, proses atau fase gerhana tersebut menurutnya terjadi selama beberapa jam yakni sejak pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Salat gerhana
[post_ads_2]
Sejumlah masyarakat mengisi proses gerhana bulan dengan solat sunat di mesjid-mesjid terdekat. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Mukri Aji mengatakan salat bisa dilakukan di 850 mesjid yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor.

MUI bahkan membuat kesepakatan dengan majelis ulama di tingkat kecamatan untuk melaksanakan salat gerhana setelah magrib atau isya. Mukri mengajak umat muslim memaknai fenomena alam kali sebagai momentum untuk bertaubat. "Gerhana itu menunjukkan salah satu kekuasaan Allah SWT," katanya.(Red)

 MENARA POST - INDRAMAYU --  Mengingat besarnya risiko yang dihadapi nelayan di laut, mereka pun diminta untuk mengikuti asuransi nelayan mandiri.
Sejumlah nelayan membongkar Cumi-Cumi dari sebuah perahu sebelum di jual di Karangsong, Indramayu, Jawa Barat

Namun Baru separuh nelayan kecil di Kabupaten Indramayu mengikuti program Asuransi Nelayan yang digulirkan Pemerintah Pusat.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Asep Suryana, menyebutkan, dari total jumlah nelayan di Kabupaten Indramayu yang mencapai 39 ribu orang, sebanyak 25 ribu orang di antaranya merupakan nelayan kecil. Dari 25 ribu orang nelayan kecil itu, yang ikut Asuransi Nelayan dari Pemerintah Pusat baru 12.866 orang.
 [post_ads]
Asep menjelaskan, dari 12.866 orang nelayan kecil yang mengikuti asuransi itu, sebanyak 5.160 orang di antaranya mengikutinya pada 2016. Sedangkan sisanya yang mencapai 7.706 orang, mengikuti asuransi pada 2017.

"Indramayu dapat jatah program Asuransi Nelayan dari Pemerintah Pusatnya memang hanya untuk 2016 dan 2017. Untuk tahun ini belum ada info lagi," kata Asep, Selasa (30/1).

Asep mengakui, meski awalnya sepi peminat, namun kesadaran nelayan di Indramayu untuk ikut Asuransi Nelayan yang digulirkan Pemerintah Pusat cukup tinggi. Hal itu terlihat dari realisasi program asuransi yang selalu melebihi target yang ditentukan.

Seperti pada 2016, terealisasi 5.160 orang dari target 5.000 orang. Begitu pula pada 2017, yang terealisasi 7.706 orang dari target 7.500 orang. Kelebihan jatah itu bisa dipenuhi setelah Indramayu mendapat limpahan dari daerah lain yang targetnya tidak terpenuhi.

Asep menerangkan, dalam program Asuransi Nelayan, premi yang dibayarkan hanya Rp 175 ribu per tahun. Sedangkan klaim yang berhak diperoleh keluarga nelayan adalah Rp 200 juta jika nelayan meninggal di laut dan Rp 160 juta jika nelayan meninggal di darat. Adapula klaim jika nelayan mengalami luka atau sakit lainnya.

Pada 2016 dan 2017, premi yang semestinya dibayar oleh nelayan itu ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Namun, keikutsertaan nelayan dalam program asuransi itu dibatasi hanya satu tahun.
 [post_ads_2]
"Untuk tahun berikutnya, nelayan bisa mengikuti asuransi mandiri, artinya harus bayar sendiri. Tapi besaran premi dan klaimnya sama dengan program Asuransi Nelayan yang dibayari oleh pemerintah," terang Asep.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, AR Hakim mengakui, kesadaran nelayan untuk mengikuti program asuransi nelayan mandiri memang masih kurang. Mereka menilai, asuransi menjadi kebutuhan nomor sekian dibandingkan kebutuhan pokok lainnya.

"Padahal nelayan sangat butuh asuransi karena risiko bahaya yang mereka hadapi di laut sangat besar," tegas Hakim.

 MENARA POST -  REMBANG – Perjalanan pulang NR, 14, dari sekolah berujung musibah. Siswa kelas VII SMP Rembang ini meregang nyawa, setelah menabrak tiang listrik di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang.
EVAKUASI: Petugas kepolisian mengevakuasi NR usai menabrak tiang listrik di Desa Mojoparon, Rembang, Selasa (30/1) siang. (ISTIMEWA)

Kejadian malang itu menimpa korban, Selasa siang (30/1). Peristiwanya pun sungguh memprihatinkan. Karena disebut-sebut, korban sedang beradu kebut naik motor.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, kejadian itu menimpa korban saat hendak pulang ke rumahnya di Balepanjang, Desa Pandean, Kecamatan Bangil. Ia mengendarai motor Suzuki Shogun nopol N 6090 T bersama rombongan temannya.
[post_ads]
LUKA DI WAJAH: Korban sesaat setelah menabrak tiang listrik di tepi jalan.(Istimewa)
Saat itu, korban disebut-sebut tampak kebut-kebutan dengan teman-temannya.

Sampai di Mojokopek, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, petaka itu menimpanya. Ketika itu, korban tak bisa menguasai kendaraannya.

Motornya oleng, membuatnya tak bisa menguasai kendaraan. Akibatnya, fatal. Korban masuk tepi jalan dan menabrak tiang listrik. Tabrakan keras itu, membuat korban langsung tergeletak. Sementara, motornya meluncur hingga jarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.
“Kejadiannya sekitar pukul 13.00. Tadinya, ada sekiar empat kendaraan bermotor. Mereka terlihat kebut-kebutan. Sampai akhirnya, satu diantaranya oleng dan nabrang tiang listrik,” ungkap Andika, salah satu warga setempat.

Jenazah korban langsung dievakuasi. Tangis sedih keluarga yang mendapati jenazah korban langsung pecah. Korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk kemudian ditangani oleh pihak keluarga.
[post_ads_2]
Pihak kepolisian menyebutkan, kalau kejadian itu merupakan kecelakaan tunggal. Pihak keluarga pun tidak mau memperpanjang kejadian tersebut. “Pihak keluarga sudah membuat pernyataan untuk tidak memperpanjang kejadian ini,” tukas salah satu petugas lantas Polres Pasuruan.

Hal ini dibenarkan Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan, Iptu Marti. Pihaknya membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Hanya saja, pihak keluarga, tidak mau memperpanjang kasus kecelakaan yang menimpa anaknya tersebut.
(Red)

 MENARA POST - BANDUNG - Sejumlah artis ternama akan meramaikan panggung kampanye empat pasangan cagub dan cawagub Jabar di ajang Pilgub Jabar 2018. Mereka akan menebar pesonanya untuk mendulang dukungan bagi pasangan cagub dancawagub Jabar yang menjadi jagoannya masing-masing.
Tim Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum Saan Mustopa menyebutkan, penyanyi Rossa dan Cakra Khan akan meramaikan panggung kampanye Rindu, Senin (29/1/2018).

Seperti yang akan tampil di panggung kampanye pasangan Ridwan Kamil dan Uu-Ruzhanul Ulum. Penyanyi terkenal Rossa dan Cakra Khan berencana tampil menjadi jurkam pasangan yang mengusung tagline Rindu itu.

Tidak hanya mereka, Tim Pemenangan Rindu Saan Mustopa juga mengatakan, pihaknya kini tengah menyiapkan sederet artis lainnya, di antaranya penyanyi dangdut. Namun, Saan belum bisa bisa menyebutkan sosok-sosok artis lain yang tengah disiapkannya itu.
[post_ads]
"Artis tentu diturunkan karena masyarakat memahami pilkada sebagai pesta demokasi. Jadi, pesta ini harus bisa dirasakan seluruh masyarakat," kata Saan di Kantor DPW Partai NasDem, Jalan Cipaganti, Kota Bandung, Senin (29/1/2018).

Saan yang juga Ketua DPW NasDem Jabar itu mengatakan, meskipun parpol pengusung Rindu, yakni NasDem, PKB, PPP, dan Hanura memiliki strategi kampanye masing-masing, namun tetap dalam ruang lingkup strategi bersama yang disiapkan oleh tim pemenangan. "Strategi masing-masing internal kita satukan, meskipun sendiri-sendiri, tapi ada desain bersama," katanya.

Sementara itu, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi atau Duo DM pun akan menerjunkan sejumlah artis terkenal. Terlebih, sosok Deddy Mizwar selama ini dikenal sebagai sosok aktor senior. Tidak hanya itu, Dedi Mulyadi yang banyak berkecimpung dalam dunia seni dan budaya pun dikenal dekat dengan kalangan artis.

Sekretaris Tim Pemenangan Duo DM MQ Iswara menyebutkan, artis yang sudah terinventarisasi akan menjadi juru kampanye Duo DM, di antaranya Charly Van Houten, Nassar, hingga Ohang (komedian Sunda). "Nanti resminya bisa dilihat ketika daftar ke KPU karena harus didaftarkan ke KPU, siapa juru kampanye pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota," kata Iswara, Senin (29/1/2018).

Tak mau kalah, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang mengusung nama Asyik bahkan akan mengerahkan cukup banyak artis terkenal. Terlebih, banyak kader salah satu parpol pengusungnya, yakni PAN berprofesi sebagai artis. Mereka akan dikerahkan untuk mengenalkan Asyik kepada masyarakat Jabar, di antaranya Lucky Hakim, Desy Ratnasari, Eko Patrio, dan Primus Yustisio.
[post_ads_2]
Ketua Tim Pemenangan pasangan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan, Abdy Yuhana mengatakan, Hasanah juga sama-sama akan mengerahkan artis sebagai juru kampanyenya. Abdy mengatakan, PDIP sebagai satu-satunya parpol pengusung Hasanah memiliki kader-kader yang sudah dikenal luas masyarakat, seperti Rieke Dyah Pitaloka dan Niko Siahaan. Abdy memastikan, dua sosok politisi yang sebelumnya berprofesi artis itu akan menjadi juru kampanye Hasanah.
(Red)

 MENARA POST - Lama tak ditebus leh pemiliknya semakin hari motor yang tak memiliki kelengkapan surat-surat ini semakin banyak, hingga motorpun menumpuk di markas satlantas Polres Balikpapan.
Motor sitaan bukti pelanggaran tilang di kantor Satlantas Polres Balikpapan menumpuk nggak ada yang (Instagram @wartabpn)
[post_ads]
Seperti yang terlihat di foto yang diunggah via Instagram @wartabpn yang memperlihatkan puluhan hingga ratusan motor hasil tilang dan disita sudah tidak cukup tempatnya.

Menurut keterangan Instagram @wartabpn, puluhan motor tertumpuk di Kantor Satlantas Polres Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tumpukan motor itu merupakan barang bukti hasil penindakan pelanggaran tilang.

Hingga tertumpuk belum ada yang diambil oleh pemiliknya karena belum memennuhi kewajiban membayar tilang.-lama kalau nggak ada yang menebus motor hasil tilang itu, bisa jadi parkiran belakang kantor satlantas bukan lagi tumpukan motor, melainkan gunungan motor.
[post_ads_2]

 MENARA POST - Indramayu, - Kisah pilu kembali terjadi pada seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indramayu, kali ini menimpa pada Unidah Bt Warsidi (24), warga Blok Lebe Suud, Rt. 001, Rw. 005, Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Photo TKW a.n Unidah Bt Warsidi sedang sakit - Photo : SBMI Indramayu

Unidah, mengaku dirinya dipulangkan dalam kondisi sakit lumpuh akibat sering disiksa oleh majikan perempuannya bernama Lin Chun Bun pada saat bekerja sebagai PRT di Malaysia.
[post_ads]
"Hampir seluruh tubuh saya penuh luka memar, dan yang paling saya rasakan paling sakit di tulang leher saya karena sering ditendang dari belakang pada saat saya sedang menyetrika baju," ucap Unidah sambil memperlihatkan tubuhnya yang penuh luka memar kepada LiputanBMI, pada Minggu (28/1/2018).

Lanjut Unidah, dirinya sering dipukul, ditendang, bahkan kepalanya dijambak-jambak kemudian dibentur-benturkan ke tembok oleh majikan padahal ia merasa tidak melakukan kesalahan.

Meski dalam kondisi sakit Unidah dipaksa untuk tetap terus bekerja. Selama sakit majikan belum pernah membawanya ke rumah sakit maupun klinik untuk berobat sehingga dirinya terus menerus minta untuk dipulangkan.

"Saya minta dipulangkan karena saya sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit dan sudah tidak berdaya serta saya pun tidak mau jika nanti mati di Malaysia," keluhnya.

Warsidi (49), ayah kandung korban menghantarkan anaknya bekerja sebagai TKW ke Malaysia awalnya direkrut oleh Asmari, sponsor warga Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Pada tanggal 10 April 2016, Unidah diterbangkan ke Malaysia oleh PT Bina Gala Mitra beralamat di Jl. Raya Hankam, Gg. Sasak Jikin, No. 9A, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.

Di Malaysia anaknya bekerja pada majikan bernama Lee Chun Fatt dan istrinya bernama Lin Chun Bun tinggal di daerah Pulau Pinang, kerja selama kurang lebih satu tahun setengah.

Pada 27 Januari 2018 dalam kondisi sakit anaknya dipulangkan melalui bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta.
[post_ads_2]
"Saya merasa kecewa terhadap PJTKI yang tidak menghantar anak saya sampai rumah, dengan biaya sendiri saya menjemput kepulangan anak saya di Bandara Jogja," kata Warsidi.

Sementara itu, Samudi, Koordinator tim advokasi SBMI Cabang Indramayu menyampaikan pihaknya dalam waktu dekat akan membawa korban terlebih dahulu untuk berobat dan kemudian baru akan meminta pertanggungjawaban dari pihak perekrut.

"Rencana secepatnya akan kami bawa Unidah ke RSUD Indramayu untuk diobati, kasihan korban selama sakit belum pernah dibawa berobat," ujar Samudi.

 MENARA POST - Septiana, seorang mahasiswi Universitas Negeri Sebelas Maret atau UNS, lolos dari maut upaya pembunuhan. Dia selamat meski telah dilempar pelaku ke sungai dari Jembatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Septiana usai diselamatkan tim SAR dari sungai.
Menurut Komandan SAR Pantai Parangtritis, Ali Joko Sutanto, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di potongan kayu di dasar sungai. Korban tak sampai tenggelam karena berpegangan erat di kayu itu.
[post_ads]
FOTO:Tim SAR saat menyelamatkan Septiana dari dasar sungai.
"Saat ditemukan korban berpegangan kayu sehingga tubuhnya tidak tenggelam. Helm yang digunakan korban saat dievakuasi masih dikenakan di kepala korban. Korban kemungkinan juga bisa berenang," kata Ali seperti dikutip dari laman VIVA, Senin 29 Januari 2018.

Ali menuturkan, kemungkinan saat didorong ke jurang, Septiana jatuh dalam posisi kaki di bawah, sehingga dia masih bisa menyelamatkan diri.

Berbeda halnya jika dia jatuh dalam posisi kepala ke bawah, kemungkinan Septiana akan mengalami cidera berat atau bahkan meninggal dunia, sebab di dasar sungai dipenuhi kayu dan potongan bambu.
"Analisa kita kenapa korban selamat ya karena saat terjun ke sungai dari jembatan posisi kaki di bawah dan kepala di atas," ujarnya.

Korban Trauma Berat
Septiana ditemukan dalam kondisi kedinginan dan mengalami trauma berat. Saat tim SAR menyelamatkannya, Septiana tak henti-hentinya menangis sambil meminta tolong.

Ali mengatakan, sebelum gadis 20 tahun itu ditemukan di dasar sungai, ada saksi mata yang sempat melihat korban berboncengan dengan dua laki-laki.

"Mungkin saat sampai di tengah jembatan Kretek korban dipaksa turun dan dilemparkan ke Sungai Opak dari jembatan. Dan untuk menghilangkan jejak satu unit motor diduga milik korban juga ditemukan tak jauh dari lokasi korban dilempar ke sungai dari atas Jembatan Kretek," kata Ali.
FOTO: Sepeda motor milik Septiana ditemukan di dasar sungai.
Namun demikian untuk memastikan motif dan siapa pelaku percobaan pembunuhan terhadap mahasiswi UNS tersebut. "Saya cerita dari apa yang saya dengar dan saya lihat sendiri dan juga pengajuan anggota saya yang melakukan pencarian dan pertolongan," ujarnya.
[post_ads_2]
Sementara itu Kapolsek Kretek Kompol Leo Pasak hingga saat ini enggan berkomentar terkait kejadian percobaan pembunuhan yang menimpa mahasiswi UNS.

Demikian pula petugas Puskesmas juga enggan dimintai keterangan oleh awak media. Bahkan sebuah tulisan dipasang di pintu tempat korban dirawat agar tidak mengambil gambar atau lainnya untuk privasi dari pasien atau korban. (Red)

 MENARA POST - LUBUKLINGGAU – Peringatan bagi masyarakat yang akan melaksanakan atau menggelar hajatan agar memperhatikan kepentingan masyarakat banyak.
Anggota polisi bongkar paksa panggung hajatan yang menutupi jalan

Salah satunya ketika mendirikan tenda atau menempatkan panggung dengan memanfaatkan badan jalan bahkan hingga menutup jalan.
[post_ads]
Hal itu tentunya akan menimbulkan komplain masyarakat khususnya pengguna atau pengendara yang melintas sehinga terjadi kemacetan. Salah satunya yang terjadi Kamis (25/1) di Jl Pemiri, Kelurahan Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II yang dibongkar langsung Kasatlantas Polres Lubuklinggau, AKP Sukiman beserta anggotanya.

“Kita kan pas pagi hari patroli, menemukan ada titik kemacetan. Setelah dicek penyebabnya. Tidak tahunya papan panggung hampir nutup jalan,” tegasnya.
[post_ads_2]
Melihat hal tersebut didepan mata, Kasatlantas langsung turun membongkar papan panggung yang diikuti pula anggotanya.
“Menemukan sesuatu didepan saya. Saya perintahkaan dengan anak buah saya. Bongkar,” kata Sukiman.(Red)

 MENARA POST Kupang – Cita-cita pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membangun gedung bermotif sasando yang lebih istimewa di Kota Kupang, dari cita – cita itu pemprov nekat membangun gedung kantor gubernur dengan dana sebesar Rp. 170 Milyar.

Gedung Sasando NTT


Gedung kebanggaan milik pemprov NTT itu yang diresmikan presiden Joko Widodo dua Minggu lalu, kini terlihat plafon depan sudah jebol dan ambruk karena di terpa angin kencang yang melanda di kota Kupang.
Proyek pembangunan gedung bermotif sasando yang menelankan anggaran kurang lebih lebih Rp. 170 Milyar tersebut nampak kaca depannya rusak parah akibat di kerjakan asal jadi oleh perusahaan PT. Waskita Karya.
[post_ads]
Atas peristiwa tersebut akun facebook “Viktor Lerik Bebas Bicara” mulai di kunjung oleh warga pengguna medsos sambil memosting foto gedung yang rusak lalu bertanya – tanya soalnya gedung baru diresmikan presiden langsung rusak, ” kata salah satu pengguna Akun facebook,  Bobby Damanik saat memosting dua gambar yang sempat di abadikan dengan Caption “Ada apa dengan proyek gedung bermotif sasando yang menelankan dana sebesar Rp.170 Milyar itu”.
Dari postingan tersebut, yang baru 30 Menit telah mengundang banyak WargaNet berkomentar. Akun Hans Kapitan Berkomentar “Ini juga gambaran buat kita spya 5 tahun ke depan kita memilih calon gubernur yg paham bkn cri proyek”.
[post_ads_2]
Sementara Akun lainnya Lorens Mata, Berkomentar “ini yang mau bagun jembatan palmerah ne jangan sampe belum 1 bulan su rubuh”katanya.
Source : 11maret.com melalui Group Facebook Veki Lerik bicara bebas, bebas bicara.
(Red)

 MENARA POST Kupang – YPK, (24) Tahun,Swasta, asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur NTT, yang berdomisili di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, ditangkap warga setelah mencuri satu unit handphone milik seorang mahasiswa.
Pencurian terjadi di Jln. Dalek Esa, Rt 017 Rw 007, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, pada minggu (28/1) sekitar pukul 6.00 wita. Korban adalah seorang mahasiswa bernama Sakharias Mesakh (26). 
Pelaku pencuri HP

[post_ads]
Korban Sakharias Mesakh, kepada wartawan mengaku, bahwa kronologis awal, sekitar pukul 01.00 wita dini hari korban sedang beristirahat ( tidur ) dan  Henpond miliknya sedang di letakan disamping tempat tidur,” katanya.
Namun, pada pukul 06.00 wita Korban bangun tidur ternyata Hanpone milik nya sudah tidak ada di tempat yang bersangkutan menyimpannya, tiba-tiba saksi saudara korban Leni Mesakh, berteriak mengatakan ” Ikut itu nona pelaku berininsial YPK dulu karena tadi dia masuk kedalam rumah, “terangnya.
Mendengar teriakan tersebut korban langsung ikut dan mengamankan wanita asal kabupaten alor tersebut yang sudah berjalan sekitar 100 meter dari rumah korban dan pada saat di periksa ternyata hanpond milik korban serta hanpond merk Himex warna hitam milik kakak korban Yermias Ledo berada didalam tas pelaku selanjutnya korban dan keluarga mengamankan pelaku dan membawanya untuk diserahkan ke pihak yang berwajib di Pospol Oesapa Timur selanjutnya di bawa ke Polsek Kelapa lima.
Sementara pelaku YPK dikonfirmasi secara terpisah, saat di amankan warga mengaku, ia bermodus sebagai warga baru yang sedang mencari kos – kosan untuk di tinggal, kemudian meraip handphone milik korban mahasiswa.
[post_ads_2]
Atas peristiwa tersebut, saat ini korban telah membuat Laporan Polisi guna proses hukum lebih lanjut supaya ada efek jeratnya kepada pelaku, dan pelaku saat ini sedang diperiksa polisi untuk di minta keterangan.
Diketahui Polisi juga mengamankan satu unit handphone merek oppo warna putih. Pelaku YPK terancam, akan dikenai dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. 
Source : 11maret.com

 MENARA POST - Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali bakal meminta penjelasan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terkait penunjukan dua perwira tinggi Polri untuk menjadi pejabat sementara gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
Dua perwira tinggi (pati) Polri itu adalah Irjen Polisi M Iriawan dan Irjen Polisi Martuani Sormin yang akan menjadi penjabat Gubernur Jawa Barat dan Sumatra Utara. Mereka ditempatkan untuk mengisi kekosongan jabatan setelah habisnya masa jabatan gubernur.

"Saya akan coba mencoba berkomunikasi dengan Mendagri, minta penjelasan dengan beliau kira-kira apa yang menjadi dasar penunjukan dua perwira polisi ini," kata Amali di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis (25/1).
[ads-post]
Ketua DPP Partai Golkar ini mengatakan, sebaiknya posisi pejabat sementara Gubernur diisi oleh pegawai eselon I Kemendagri. Amali khawatir terjadi konflik kepentingan jika pejabat kepolisian menduduki posisi pejabat sementara

"Sebaiknya sih memang para eselon I yang ada di Kemendagri sebagaimana yang ada," ucapnya.

Perlu diketahui, dalam UU No 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dan UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia ditegaskan bahwa anggota TNI dan Polri aktif tidak boleh berpolitik dan menempati jabatan sipil. Tidak mengesampingkan UU tersebut, Amali memprediksi penunjukan dua perwira tinggi Polri untuk menjadi pejabat sementara gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara guna mengisi kekosongan jabatan.

Meski momentum Pilkada sudah di depan mata, Amali yakin pati TNI dan Polri tidak berpolitik praktis.

"Dia tidak berpolitik. Tapi mereka menjalankan pemerintahan. Karena di situ ada jabatan kosong, makanya diisi plt dari perwira tinggi TNI/Polri," katanya. (Red)

Source : Merdeka

 MENARA POST - BOGOR - Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi membenarkan mayat perempuan tanpa busana yang ditemukan di Waduk Cengklik bernama Dera Dewanti Dirgahayu (38) warga Perum Sawahan Indah 4, Ngemplak, Boyolali.
Dera Dewanti Dirgahayu (38) 

Aries menjelaskan pihaknya juga telah melakukan autopsi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Dera di Ngemplak itu.

"Benar, Perum Sawahan Indah 4, RT 01 RW 10. Korban ini bekerja di BPR di Colomadu. Senin malam langsung kami Olah TKP di rumahnya," jelasnya.
[post_ads]
Olah TKP di rumahnya tersebut, ia menjelaskan perlu dilakukan agar mengetahui apakah korban dibunuh di Waduk Cengklik atau di rumahnya.

"Kalau dari yang ada di kamar korban, ditemukan seperti jejak-jejak berhubungan badan, Sedangkan di ruangan lain tak ada yang berantakan," kata Aries.

Hanya saja ia mengatakan kendaraan dan alat komunikasi korban ini hilang bersamaan dengan kematian korban.

Aries menduga motif pelaku adalah pembunuhan disertai perampokan.
"Honda Jazz warna silver dan handphone Dera ini hilang. Dari keterangan saksi, pada Senin dini hari pukul 00.30 Honda Jazz ini keluar dari rumah, karena ada tetangga yang melihat," kata dia.

"Kami berasumsi bahwa korban ini sudah meninggal saat Honda Jazz ini keluar, dibawa pelaku," paparnya.

Dari hasil autopsi Dera meninggal karena kehabisan oksigen.
Pasalnya ada luka jeratan di leher yang diduga dilakukan dengan menggunakan tali tas.

Selain itu pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari saksi itu termasuk tetangga korban di Perumahan di Ngempak itu.
[post_ads_2]
"Kami menduga pelaku adalah orang yang sangat dekat dengan korban, dan tahu seluk beluk rumah korban," ujar Aries.

Selama hidup Dera ini jarang berinteraksi dengan tetangga di perumahan tersebut.

Pintu rumah korban di Ngemplak ini juga hampir jarang terbuka.
"Dari keterangan saksi sudah tinggal sendiri selama setahun. Mungkin karena kesibukan jadi jarang bersosialisasi dengan tetangga sebelah," jelas Aries.

Sebelumnya, warga Cengklik digegerkan penemuan mayat perempuan tanpa busana, Senin (22/1/2018).

Perempuan berambut pirang ini saat ditemukan kepalanya ditutup selimut, tangan diikat, ada bekas memar di dahi, leher terjerat tali tas dan mulutnya disumbat. (Red)

 MENARA POST - Layanan hapus tato ini diselenggarakan oleh Majelis Ta'lim Telkomsel dan Islamic Medical Service.
Acara ini diikuti oleh 250 peserta yang akan menghapus tato di tubuhnya.

Layanan hapus tato ini diselenggarakan oleh Majelis Ta'lim Telkomsel dan Islamic Medical Service.
[post_ads]
Petugas menggunakan sinar laser saat menghapus tato pada lengan warga.

Petugas menembakkan sinar laser kepada lengan warga yang bertato.

Warga yang sudah menjalani penghapusan tato pada tubuhnya ditutup menggunakan plastik.
[post_ads_2]
Petugas menggunakan sinar laser saat menghapus tato pada lengan warga.

Sejumlah warga membaca Alquran usai menghapus tato pada tubuhnya di Halaman Masjid Cut Mutia, Jakarta, Sabtu (27/1). (Red)

 MENARA POST - INDRAMAYU - Kisah tragis datang dari warga Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Wahyudin (43) ditemukan tewas pada Sabtu (27/1/2018) kira-kira pukul 11.45 WIB. diduga tewas tersengat listrik.
ISTIMEWA Dokumen Subbag Humas Polres Indramayu
Beberapa warga menunjukkan lokasi pompa air yang diperbaiki Wahyudin di Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (27/1/2018). 

Peristiwa berawal saat korban hendak memperbaiki pompa air di belakang rumahnya. Saat itu, korban tengah memasang arde di pompa air itu.
[post_ads]
Namun nahas, beberapa saat kemudian korban ditemukan sudah tergeletak.

"Saat dicek denyut nadinya sudah tidak ada," kata AKP Heriyadi, Kasubbag Humas Polres Indramayu, Sabtu (27/1/2018) malam. Menurut Heriyadi, diduga luka itu ditimbulkan akibat sengatan listrik.

Petugas langsung mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.
[post_ads_2]
Setelah dilakukan penanganan medis, jenazah korban langsung diserahkan ke keluarganya untuk dikebumikan.

"Pihak keluarga korban tidak berkenan untuk dilakulan otopsi dan sudah membuat surat pernyataan," ujar Heriyadi. (Red)

 MENARA POST - MUARATEBO - Kejadian pembunuhan sadis terhadap seorang gadis belia yaitu, Dina Wulandari (19) warga Pangkal Bloteng Desa Teluk Rendah Ulu, Kec. Tebo Ilir sehingga menggemparkan warga Dusun Bloteng Desa Teluk Rendah. Soalnya jasad korban ditemukan terikat dengan motornya dan dihanyutkan kesungai.
Tersangka yang ikut evakuasi korban dari sungai.

Sadisnya lagi, korban yang baru 2 tahun tamat MAN ini dianiaya hingga luka-luka dan lebam, lalu diikatkan dengan akar pohon kemotor milik korban.
[post_ads]
"Kami temukan korban sudah tewas terikat dimotor miliknya menggunakan akar pohon,"jelas warga yang ikut mengevakuasi korban.

Saat keluarga korban panik mencari, ternyata tersangka berpura-pura seperti pahlawan dan ikut turun mencari korban dan saat korban ditemukan di sungai, pelaku bernama Satar (22) ini ikut terjun kesungai dan membantu evakuasi.

"Pelaku ikut membantu evakuasi korban disungai,"terang Nul warga Teluk Rendah Ulu.

Diperkirakan, usai melakukan evakuasi, pelaku Satar (22), kabur ke Sarolangun tempat tinggal keluarganya.

Kapolres Tebo, AKBP Budi Rachmat,SI.K melalui kasat Reskrim polres tebo, AKP Hendra Wijaya M, SI. k dikobfirmasi, membenarkan telah melakukan penangkapan satu orang pelaku yang diduga merupakan pelaku pembunuhan gadis belia yaitu, Dina Wahyuni (19), ditemukan terikat dibongkal pohon tumbang, juga pelaku saat itu sempat ikut mengevakuasi korban dari dalam sungai, ujar kasat.
[post_ads_2]
"ya, memang baru satu pelaku yang mengakuinya kita menangkap pelaku curiga setelah mengevakuasi korban langsung kabur dari dusun setempat, jelasnya.

Sedangkan saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan diruang jatrantas polres Tebo(Red)

 MENARA POST - Satpol PP DKI menemukan sejumlah becak yang mencoba masuk ke wilayah DKI Jakarta Selasa (23/1) lalu. Becak-becak tersebut diangkut menggunakan truk dari daerah Indramayu, Jawa Barat.
Becak di Jakarta (Foto: via kumparan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan menolak becak dari luar yang masuk ke Ibu Kota. Anies memang berencana menghidupkan lagi becak di DKI Jakarta.
[post_ads]
Namun ia membatasi dan memberlakukan kebijakan tersebut hanya untuk becak yang berasal dari DKI. Ia mengakui bahwa Satpol PP menemukan adanya becak yang datang dari Indramayu.

"Di Satpol PP itu memantau dan mereka sempat mendapatkan ada beberapa becak yang kemudian belum sempat turun, truknya sudah disuruh kembali," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/1).

Tapi, Anies menegaskan seluruh becak yang terbukti datang dari luar kota akan langsung dikembalikan ke kota asalnya.
"Kita tahan dulu, nanti dibawa pulang," lanjut Anies.

Alasan lain, Anies menjelaskan para penarik becak di Jakarta sudah pasti menolak keberadaan becak dari daerah lain. Maka, supaya tidak terjadi konflik, Pemprov DKI  akan langsung mengembalikan becak-becak tersebut ke tempat asalnya.

"Dan apa yang terjadi, becak-becak di sini pun menolak. Jadi kita cepat dapat laporan karena becak yang berada di sini pun tidak menghendaki kedatangan becak baru," tuturnya.
[post_ads_2]
Terkait rencana pemberlakuan becak, Pemprov DKI saat ini tengah mendata keberadaan tukang becak di Ibu Kota. Pemprov melakukan pendataan ini dengan menggandeng para tukang becak yang tergabung dalam Serikat Becak Jakarta (Sebaja).

"Jadi lagi pendataan di data namanya, becaknya, kemudian diberi stiker di becaknya supaya terindentifikasi karena dalam rangka mendata berapa sebenarnya becak yang beroperasi, jadi itu," pungkasnya. (Red)

 MENARA POST - Fenomena amblesnya kolam di Padukuhan Petoyan, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, semakin meluas.
Berselang tiga hari setelah kejadian itu, kedalaman kolam terus bertambah.
Istimewah

Kapolsek Purwosari AKP Budi Kustanto melalui anggota Humas Polsek Purwosari Brigadir Chrismawan menjelaskan, setelah kejadian pertama pada Sabtu (20/1), pihaknya terus melakukan pemantauan.
[post_ads]
Kedalaman kolam setelah ambles enam meter, sedangkan pantauan terakhir yang dilakukan petugas pada Rabu (24/1) siang, kedalaman kolam sudah tujuh meter atau bertambah satu meter.

"Ada peningkatan setelah tiga hari pasca amblesnya kolam," kata Chrismawan saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab amblesnya kolam tersebut.
Pihak kepolisian dan pemerintah Kecamatan Purwosari sudah melakukan koordinasi terkait amblesnya kolam yang terletak di pinggir jalan Purwosari-Parangtritis itu.

Petugas kepolisian pun sudah memasang garis polisi agar masyarakat tidak masuk di sekitar kolam.

"Nanti akan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar tidak meresahkan masyarakat," ucapnya.

Selain amblesnya kolam, Chrismawan mengatakan, di sekitar lokasi muncul fenomena alam lainnya, yakni keluarnya air dari dalam tanah di sekitar warung milik warga.

"Bapak Kapolsek sudah mengimbau warga untuk tetap tenang dan waspada," ujarnya.

Seorang warga yang bermukim di depan kolam yang ambles tersebut, Warti, menuturkan bahwa sejak kolam itu ambles, di pekarangannya tiba-tiba muncul mata air.

Meski airnya sangat jernih dan mengalir cukup deras, tetapi kemunculan mata air yang tiba-tiba itu justru membuatnya khawatir.

Ia mencemaskan pekarangan yang muncul mata air dadakan tersebut akan bernasib sama seperti kolam yang ambles tersebut.

"Airnya (dari mata air baru) keluar kencang sekali, baru muncul pas usai kolam di depan itu ambles. Saya khawatirnya malah nanti ikut amblong," ucap Warti.
[post_ads_2]
Untuk diketahui, sebelum kolam di depan kantor Kecamatan Purwosari ini ambles pada hari Sabtu lalu, warga mendengar dentuman dari dalam tanah.

Kolam yang awalnya memiliki kedalaman hanya sekitar 30-40 cm mendadak dalamnya menjadi enam meter.(Red)

 MENARA POST - SEMARANG - Dua orang pelaku pencurian berhasil ditangkap korbannya sendiri. Alhasil, ia bersama warga lainnya menghajarnya hingga sekarat pada Kamis (25/1/2018) lalu, sekitar pukul 17.30 WIB.
Dua maling bermandikan darah

Kedua pelaku adalah Danu Supriyanto (49), warga Jalan Aa Stek No 43 RT01/04, Lengkong, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Suradi (49), warga Jalan Kakap III No 218 RT06/01, Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
[post_ads]
Aksi pencurian dilakukan di warung milik Hikmah (27), pedagang Pasar Sumowono yang juga warga Losari RT02/04, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Saat kejadian, korban tidak berada di warungnya. Keterangan yang dihimpun, peristiwa berawal saat korban sedang pergi.

Diduga kedua pelaku mengetahui jika warung korban kosong, lalu keduanya pun masuk dalam warung itu.
Namun apes, saat kedua pelaku keluar dari warung korban, diketahuinya secara langsung. Korban yang curiga, langsung cek warungnya. Ternyata ada sejulmah barang yang hilang diduga dibawa kabur kedua pelaku.

“Saat saya lihat kedua pelaku keluar dari warung saya saya langsung cek barang yang ada di dalam warung, ternyata ada barang-barang yang dibawa kabur pelaku. Lalu, saya berteriak-teriak maling berkali-kali sambil mengejar pelaku. Warga di pasar yang mendengar teriakan saya langsung berhamburan membantu mengejar kedua pelaku. Tidak jauh dari pasar itu, akhirnya kedua pelau berhasil ditangkap warga," jelas Hikmah, Jumat (26/1/2018).

Kasubag Humas Polres Semarang, AKP Teguh membenarkan jika ada dua pelaku pencurian yang berhasil ditangkap warga dan korban usai melakukan pencurian di warung milik korban Hikmah, di Pasar Sumowono, Kabupaten Semarang.

Bahkan, karena warga yang sudah jengkel, kedua pelaku menjadi bulan-bulanan alias dihajar warga hingga mengalami luka parah.
[post_ads_2]
"Barang bukti yang berhasil diamankan adalah uang tunai sebesar Rp 1.500.000 dan 1 unit ponsel merek Xiaomi seharga Rp 2.000.000. Sementara pelaku sudah dilarikan ke Puskesmas Sumowono untuk mendapatkan perawatan karena lukanya cukup parah,” tandas AKP Teguh.

 MENARA POST - Dunia pada awal 2018 ini sudah dibuat panik dengan rentetan bencana alam yang terjadi.
Mulai dari gempa bumi hingga gunung meletus yang terjadi hampir berdekatan.
Pasific Ring Of Fire

Hal ini pun berdampak di Indonesia dan negara-negara kawasan cincin api. Apalagi di Indonesia juga telah terjadi serentetan bencana seperti erupsi gunung Agung, gunung Sinabung dan gempa bumi di Lebak Banten.
[post_ads]
Belum lagi di Alaska juga terjadi gempa hingga 7,9 SR yang sempat menimbulkan peringatan tsunami.
Adapun twitter resmi United Nations Secretariat for International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) pada (23/1/2018) menyebut Ring of Fire telah aktif kembali.

UNISDR menyebut “Cincin Api Pasifik Aktif Hari Ini”. UNISDR juga mencatat beberapa aktivitas yang terjadi di Cincin Api Pasifik diantaanya erupsi Gunung Mayon di Filipina, erupsi Gunung Kusatsu Shirane dan menyebabkan longsor di Jepang, gempa di Banten yang terasa juga di Jakarta, hingga gempa 7,9 SR yang sempat menimbulkan peringatan tsunami di Alaska.

Kejadian ini pun terjadi di waktu yang bersamaan. Namun demikian, melalui ABC News Ilmuwan dan ahli geofisika dari USGS, William Yeck meragukan bahwa kejadian-kejadian tersebut mempunyai keterkaitan.

“Sangat tidak mungkin kalau itu berkaitan” ujarnya, Selasa (23/1/2018). Ia juga menambahkan bahwa tidak ada aktivitas yang “tidak biasa” pada cincin api.

Seperti diketahui, Indonesia juga merupakan negara yang berada di garis depan pertemuan antara tiga lempeng, yaitu lempeng Austronesia, Asia, dan Pasifik.
Negara ini berada dalam lilitan sabuk cincin api Pasifik.

Gesekan antar lempeng itu, membuat bawah bumi Indonesia selalu bergejolak dan mendidih.
Tak heran sering terjadi gempa bumi di Indonesia.
[next]
Saran BMKG Bila Terjadi Gempa
Ilustrasi

Sebagai pedoman, empat saran dari BMKG saat terjadi gempa bumi, adalah:

1. Jika Anda berada di dalam bangunan.

Lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dll; Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan; Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

2. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka.

Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll
Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

3. Jika Anda sedang mengendarai mobil.

Ke luar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran;
Lakukan point B.

4. Jika Anda tinggal atau berada di pantai.

Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

5. Jika Anda tinggal di daerah pegunungan.

Apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.
[next]
Jam Kiamat Mendekat
Ilustrasi

Para ilmuwan menggerakkan jarum "Jam Kiamat" mendekati tengah malam, Kamis (25/1/2018).

Ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan senjata nuklir dan perubahan iklim.

Dikutip dari usatoday.com, Jumat (26/1/2018), "Jam Kiamat" dua menit mendekati tengah malam.

"Karena bahaya yang luar biasa saat ini, jarum menit "Jam Kiamat" kini 30 detik lebih dekat ke malapetaka," kata Rachel Bronson, Presiden Bulletin of the Atomic Scientists.

"Ini adalah jam terdekat yang pernah ada di Doomsday, dan sedekat itu pada tahun 1953, pada puncak Perang Dingin "
Setiap tahun, Bulletin of the Atomic Scientists, memutuskan apakah kejadian tahun sebelumnya mendorong manusia lebih dekat atau lebih jauh dari kehancuran.

"Jam Kiamat" saat ini paling mendekati tengah malam sejak 1953.

Saat itu juga dua menit mendekati tengah malam pada tahun 1953 saat bom hidrogen pertama kali diuji.

"Kami telah membuat pernyataan yang jelas bahwa kami merasa dunia semakin berbahaya," kata Lawrence Krauss, ketua Dewan Sponsor Buletin dan Direktur Proyek Origins Arizona State University.

"Bahaya kebakaran nuklir bukanlah satu-satunya alasan jam telah bergerak maju."

Pengumuman tersebut dibuat di Washington, D.C., di National Press Club.
[post_ads_2]
Diungkapkan, pada 2017, para pemimpin dunia gagal merespon ancaman perang nuklir dan perubahan iklim, membuat situasi keamanan dunia lebih berbahaya daripada setahun yang lalu - dan sama berbahayanya dengan Perang Dunia II.

"Risiko terbesar tahun lalu muncul di dunia nuklir. Program senjata nuklir Korea Utara tampaknya membuat kemajuan luar biasa di tahun 2017, meningkatkan risiko untuk dirinya sendiri, negara-negara lain di kawasan ini, dan Amerika Serikat," ungkapnya.

"Retorika hiperbolik dan tindakan provokatif di kedua belah pihak telah meningkatkan kemungkinan perang nuklir secara tidak sengaja atau salah perhitungan."

"Bangsa-bangsa di dunia harus secara signifikan menurunkan emisi gas rumah kaca mereka agar risiko iklim tetap terjaga,".

Semakin mendekati tengah malam, semakin dekat perkiraan bahwa bencana global akan terjadi.

Yang terjauh dari tengah malam adalah pada tahun 1991, 17 menit sampai tengah malam saat Perang Dingin berakhir.

Jam Kiamat telah dibuat oleh Bulletin of The Atomic Scientists sejak tahun 1947. Kelompok ini didirikan pada tahun 1945 oleh ilmuwan University of Chicago yang telah membantu mengembangkan senjata nuklir pertama di Proyek Manhattan.
Para ilmuwan menciptakan jam pada tahun 1947 dengan menggunakan citra kiamat (tengah malam), (menghitung mundur ke nol) untuk menggambarkan ancaman terhadap kemanusiaan dan bumi. (Red)

 MENARA POST Najwa Shihab Kembali menunjukkan 'taringnya' untuk mengupas isu-isu penting yang perlu diketahui publik.
Anies Baswdan dan Najwa ketika hadir di acara Mata Najwa


Salah satunya adalah episode 100 Hari Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rabu (24/1/2018).
Episode ini memang disiarkan tepat pada 100 hari Anies dan Sandi menjabat.
Najwa mengulas berbagai persoalan dan kebijakan Anies yang perlu diungkap ke hadapan publik.
[post_ads]
Mulai dari kontroversi Tanah Abang, rumah DP nol rupiah, penataan becak, hingga polemik reklamasi di Teluk Jakarta.


Najwa lagi-lagi mencecar sejumlah pertanyaan kritis kepada Anies.
Talkshow pun semakin menarik saat Najwa bertanya kepada Anies mengenai aturan rumah DP nol rupiah.
Pembahasan mulai memanas saat Najwa bertanya mengenai syarat konkrit bagaimana warga bisa menikmati kebijakan tersebut.
Saking seringnya mencecar Anies dengan pertanyaan kritis, Najwa pun kena semprot orang nomor satu pada pemerintahan DKI Jakarta itu.
Bahkan Najwa dianggap kerap memotong penjelasan Anies yang belum selesai dijawab.
"Soal matang dan tidak. Alhamdulillah, Insya Allah matang. Kalau gak matang, gak diluncurkan...," ungkap Anies.
"Tapi belum diumumkan syaratnya?" tanya Najwa.
Anies membela diri bahwa syaratnya sudah dijelaskan sebelumnya.
Namun, Najwa kembali bertanya kepada Anies apakah syarat itu sudah pasti atau belum.
"Itu sudah fix?" tanya Najwa lagi.
Anies pun menyebutkan lagi poin-poin persyaratan bagi warga yang ingin mendapatkan rumah DP nol rupiah.
Saat Anies menjelaskan soal biaya, Najwa lagi-lagi menyanggah dengan sebuah pertanyaan.
"Ancar-ancar? Tapi belum fix kan?" timpal Najwa.
"Tentu begini, kalo menghitungnya kira-kira 2,1-lah..." jawab Anies belum selesai.
"Kira-kira? Mas, ngaruh tau Mas 2,1.. 2,5, jadi.." kata Najwa.
Anies pun berusaha menjelaskan lebih detail kepada Najwa.
"No..no..Kalo 2,1-nya iya memang 2,1.." kata Anies.
"Oh jadi sudah fix 2,1?" tanya Najwa lagi.
"Iya. Kenapa? Gak, perlu saya luruskan begini..." ujar Anies.
"Karena kemudian terkait dengan tadi..." cecar Najwa.
"Saya selesaikan sebentar, Jakarta itu ada pusat, timur, barat, dan utara. Nah, Tiap-tiap daerah itu.." bela Anies.
"Sisi lainnya beda?" cecar Najwa lagi.
"Bukan sisi lainnya beda-beda, aturan dari pemerintah pusatnya beda-beda," jelas Anies.
Tak cukup di situ, Najwa kembali menimpali pertanyaan mantan Mendikbud RI itu.
Sementara, Anies belum tuntas mengurai penjelasan yang sebelumnya ditanyakan Najwa.
"Karena ini menggunakan FPLP aturan pemerintah pusat, bukan dari pemerintah provinsi?" tanya Najwa.
"Ya betul, karena itu izinkan saya selesaikan dulu. Habis motong-motong terus sih," protes Anies sambil diiringi sorakan dan tepuk tangan penonton.
Najwa pun tampak langsung tersenyum mendengar protes Anies.
Alhasil, tayangan Mata Najwa ini menuai pro dan kontra di kalangan pengguna internet.
Banyak warganet yang menganggap sikap Najwa kurang sopan karena terlalu sering memotong Anies yang belum selesai berbicara.
Tak sedikit pula yang justru menganggap sikap Najwa sangat tepat untuk menggali lebih dalam pernyataan Anies agar publik semakin paham mengenai kebijakan tersebut.
Balasan Anies
Usai program itu berakhir, Najwa dan kedua narasumber melakukan foto bersama.
Foto bersama yang diunggah oleh Anies Baswedan mencurahkan perasaan dan kondisinya saat menjadi narasumber Mata Najwa.
[post_ads_2]
Dilansir dari akun Instagram pribadinya @aniesbaswedan, Jumat (26/1/2018) dirinya menuliskan:
Pengalaman tampil di Mata Najwa selalu menyenangkan dan bisa mendebarkan, termasuk bagi pemirsanya.
Bila diumpamakan dengan baseball, Najwa sebagai pelempar bola tidak pernah memberikan bola-bola mudah pada narasumber sebagai hitter.
Semua narasumber pasti pernah mengalami. Langsung, lugas dan tangkas.
Tapi hanya dari lemparan hard ball maka seorang hitter berkesempatan membuat pukulan home run, apabila ia siap dan menguasai.
Dialog yang dilakukan secara Live di TV (bukan rekaman) membuat arena jadi fair dan terbuka, jangan salahkan pitcher kalau hitter tidak berhasil melayangkan pukulan, jangan salahkan yg memberi ujian kalau soal-soalnya sulit lalu yang menjalani ujian tidak siap.
Dan apabila bisa memukul bola “home run” dengan baik maka berterima kasihlah pada pada pitcher yg memberi umpan bola keras.
Alhamdulillah dan terima kasih Mata Najwa sudah memberikan kesempatan pada kami berdua menjelaskan program dan capaian 100 hari pemerintahan Anies-Sandi kepada publik luas. Semoga Mata Najwa semakin sukses di tempat baru. *ABW
(Red)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget