Maret 2018

 MENARA POST - BANDUNG – Ratusan anggota Relawan Generasi Millenial (Gen Asyik) dari 27 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat akan mendeklarasikan untuk memenangkan paslon Asyik.
Deklarasi Gen Asyik oleh ratusan pemuda 27 Kokab se-Jawa Barat

“Kami akan mengadakan deklarasi untuk memenangkan Asyik dengan mengundang elemen PKS Muda dan pemuda lainnya dari 27 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat,” terang ketua Gen Asyik, Rendi Syahputra.
[post_ads]
Bertempat di Kantor DPW PKS Jawa Barat, acara akan dihelat pada Sabtu (31/3/2018).

Rendi menerangkan, acara ini bertujuan untuk mengokohkan komitmen jaringan relawan yang banyak tersebar di 27 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat..

“Tujuan acara ini ialah untuk mengonsolidasikan komitmen kami untuk bisa memenangkan pasangan Asyik,” ujar Rendi.

Pada acara ini, Rendi menerangkan, akan menghadirkan ketua tim pemenangan Asyik, Haru Suandharu dan juga Paslon.
[post_ads_2]
“Rencananya, kami juga mengundang ketua tim pemenangan Asyik, Pak Haru Suandharu juga Paslon itu sendiri,” terang Rendi.

Rendi menjelaskan lebih lanjut, paslon sendiri tidak hadir secar fisik di lokasi karena setelah dimintai konfirmasi, posisi Paslon pada hari sabtu sedang di luar kota.

“Kami akan melakukan komunikasi khas gaya anak millenial menggunakan fitur video call pada aplikasi chatting, ya bisa dibilang keduanya hadir di lokasi walau tidak secara fisik,” pungkas Rendi. #jabarasyik

 MENARA POST - INDRAMAYU -- Sebanyak 34.471 warga di Kabupaten Indramayu terancam tak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar Juni 2018 mendatang. Pasalnya, hingga kini mereka belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.
E-KTP Ilustrasi

Hal itu terungkap dari hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu pada 18 Februari-20 Maret 2018. Dari 34.471 warga yang belum memiliki KTP-el itu, KPU setempat belum mengetahui apakah mereka sudah melakukan perekaman data atau belum.
[post_ads]
Ketua KPU Kabupaten Indramayu Murtiningsih Kartini melalui Komisioner Divisi Teknis, Pitrahari, menjelaskan, secara keseluruhan, jumlah warga di Kabupaten Indramayu yang terdaftar dalam daftar pemilih sementara (DPS) ada 1.326.771 pemilih. Dari jumlah itu, terbanyak ada di Kecamatan Indramayu yang mencapai 77.391 pemilih, dengan 39.009 di antaranya adalah perempuan.

"Saat hari H (pencoblosan), setiap pemilih harus membawa formulir C6 dan KTP-el," kata Pitrahari, Rabu (21/3).

Untuk itu, Pitrahari mengimbau agar 34.471 warga tersebut memastikan diri sudah melakukan perekaman data. Dengan demikian, mereka bisa memiliki nomor induk kependudukan (NIK) dan surat keterangan (Suket) jikapun blangko KTP-el belum bisa dicetak. "Jangan sampai kehilangan hak pilih," kata Pitrahari menegaskan.
[post_ads_2]
Terpisah, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Indramayu, Ahmad Fathoni, mengungkapkan, persoalan KTP-el harus menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya, hal itu akan berdampak langsung terhadap penggunaan hak pilih dalam Pilkada Serentak Juni 2018 mendatang. "Jangan sampai warga tidak bisa menggunakan hak pilih gara-gara persoalan itu," kata Fathoni.

Fathoni menambahkan, dia segera berkomunikasi dengan ketua Komisi I DPRD Indramayu. Jika diperlukan, DPRD akan memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar masalah tersebut bisa segera selesai. (Red)

 MENARA POST - Jakarta-Berawal dari kabar duka Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal  Nusa Tenggara Timur yang menjadi TKI luar Negri  yakni Mateus Seman dan Milka Boimau dikabarkan meninggal dunia di Malaysia karena mengidap sakit paru-paru.
Peduli Kemanusiaan, Ormas LMP Mada Jabar Demo Dubes Malaysia 

 Berdasarkan data BNP2TKI setempat bahwa , Mateus berasal dari Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai, Milka Boimau merupakan warga yang berasal dari Desa Kotanes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang. Dia baru mendapatkan informasi soal kematian kedua TKI itu pada Sabtu (10/3) pekan lalu. Dari informasi yang diperoleh diketahui bahwa keduanya sudah meninggal sejak awal Maret 2018.
[post_ads]
Atas Keprihatinan dua TKI yang meninggal di Malaysia Ormas Laskar Merah Putih ( LMP) menggelar aksi Demo di depan Dubes Malaysia,  Kuningan,  Jakarta Selatan,  Senin (19/3) .
Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah (Mada) Jawa Barat Bapak Ukur Purba S.T Menuturkan, ratusan anggota LMP yang datang dari Jakarta,  Banten,  Jawa Barat,  Lampung, dan beberapa daerah lainnya menuntut agar Malaysia melakukan investigasi dan diumumkan kepada publik terkait meninggalnya TKI asal NTT tersebut.
Peduli Kemanusiaan, Ormas LMP Mada Jabar Demo Dubes Malaysia 

Dalam kesempatan itu Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Mada Jabar Ukur Purba,  ST dalam orasinya menuturkan LMP sebagai generasi anak bangsa sangat prihatin melihat TKI yang diperlakukan tidak adil hingga mengakibatkan penganiayaan dan kematian yang terjadi di luar negeri.

Beliau meminta agar Pemerintah Malaysia turun tangan melakukan investigasi terkait meninggalnya TKI.  "Stop pengiriman TKI ke Malaysia kalau hanya diperlakukan tidak manusiawi dan tidak adil serta usut tuntas oknum yang menyebabkan TKI meninggal," Tegasnya.

Ia menambahkan, Organisasi Masyarakat LMP Jabar mendesak pemerintah Indonesia juga segera melakukan langkah-langkah serius menuntaskan kematian TKI. Hal ini perlu cepat ditangani agar tidak ada kesan pemerintah lambat dalam menangani kasus TKI. Ia sendiri sangat menyayangkan jika sampai saat ini belum ada tindakan apapun dari pemerintah. Menurutnya, posisi pemerintah haruslah bersama warga dan segera mengambil tindakan. Terlebih ketika ada warganya yang tewas di negara lain.

Pemerintah semestinya mengesampingkan dulu soal legalitas kedatangan TKI asal NTT itu ke Malaysia. Karena yang paling utama saat ini adalah respon kemanusiaan terkait meninggalnya warga negara Indonesia. Jika masalah seperti ini terus menerus dibiarkan,  maka para TKI yang bekerja di negara orang bisa diperlakukan semena-mena.
[post_ads_2]
 Sejatinya Pemerintah harus berupaya agar  kenyamanan dan keamanan para TKI di luar negeri tidak terusik dan terancam," ucapnya

Pantauan Media bahwa perwakilan dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP)
yang  diterima masuk oleh Kedubes yakni, Wasekjend Burhan Saidi,
Waketum Bidang Hukum Dan Ham Surya Dharma Simbolon,SH,
Kamada Jabar Ukur Purba, ST
Sementara itu,data dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tahun 2017 menyebutkan,
 penempatan TKI ke luar negeri dibagi dalam dua sektor, yaitu formal dan informal. Sebagaimana data yang ada, dari total 148.285 TKI yang sudah ditempatkan, jumlah TKI yang bekerja di bidang formal mencapai 83.943 orang.

Sedangkan TKI yang bekerja di bidang informal sebanyak 64.342 orang. Dilihat dari latar belakang pendidikan, para TKI yang bekerja di luar negeri masih didominasi lulusan SD-SMP dengan angka 65 persen.

Selebihnya beragam, mulai dari tingkat SLTA hingga perguruan tinggi, yaitu diploma, sarjana, dan pascasarjana. Dari sisi gender, tenaga kerja dari Indonesia mayoritas perempuan, yaitu sebanyak 93.641 perempuan, di mana persentase ini jauh lebih banyak daripada laki-laki yang hanya 54.644 orang.

Berdasarkan skema penempatan, dari jumlah penempatan sebanyak 148.285 TKI tersebut, terbagi dalam skema private to private (P to P) sebanyak 119.266 orang, reentry sebanyak 19.712 orang, perorangan/individu berjumlah 6.768 orang, dan goverment to government (G to G) 2.408 orang.

"Untuk kepentingan perusahaan sendiri sebanyak 67 orang, dan TKI yang bekerja sebagai pelaut sebanyak 64 orang," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pusat data BNP2TKI mencatat ada 5 daerah sumber TKI terbesar, yaitu Jawa Barat sebanyak 31.027 orang, Jawa Tengah 29.394 orang, Jawa Timur 27.381 orang, Nusa Tenggara Barat 23.859 orang, dan Sumatera Utara 11.952 orang. Berdasarkan kabupaten/kota, yang tertinggi adalah Kabupaten Lombok Timur 10.621 orang, Indramayu 10.390 orang, Lombok Tengah 6.917 orang, Cirebon 6.408 orang, dan Cilacap 5.448 orang.

BNP2TKI juga mencatat negara-negara yang menjadi tempat persebaran TKI di luar negeri. Dari 26 negara yang paling banyak terdapat TKI, tercatat 10 negara terbesar untuk penempatan TKI, yaitu Malaysia sebanyak 60.624 orang, Taiwan 48.737 orang, Hong Kong 9.687 orang, Singapura 11.175 orang, Arab Saudi 10.006 orang, Brunei Darussalam 5.416 orang, Korea Selatan 4.266 orang, Uni Emirat Arab 1.937 orang, Oman 718 orang, dan Qatar 794 orang.

Dari sekian banyak pekerjaan yang ada di luar negeri, terdapat 5 jabatan terbesar TKI, untuk domestic workers 29.465 orang, caregiver 35.512 orang, worker 16.934 orang, operator 23.366 orang, dan plantation worker 22.334 orang.(Dit/Aji)

 MENARA POST - JAKARTA - Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mencatat sebanyak 37.000 perusahaan kontraktor swasta mengalami kebangkrutan dalam tiga tahun terakhir.
Dari Tak Dibayar Hingga No Job, 37.000 Kontraktor Swasta Bangkrut dalam 3 Tahun

Wakil Ketua Umum III Bambang Rahmadi Gapensi menjelaskan, data tersebut dilihat dari penurunan jumlah anggota Gapensi dari sekitar 80.000 saat ini tinggal 43.000 anggota.
[post_ads]
"Itu berarti turun terus. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, karena enggak ada kerjaan, atau ada kerjaan lama-lama enggak dibayar akhirnya bangkrut juga. Itu fakta," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dia juga menyebutkan, perusahaan kontraktor swasta telah mengantongi porsi 45% dari total proyek infrastruktur yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah. Mereka menilai, porsi tersebut masih kecil dibandingkan dengan porsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang menggenggam 55% proyek infrastruktur.

Bambang meminta pemerintah meningkatkan porsi swasta. Sebab, jatah 45% terdistribusi kepada 140.000 kontraktor.

"BUMN kemudian itu hanya dibagi 8 kontraktor sementara ada 140.000 kontraktor kebagian kuenya hanya kurang lebih 45% kan ini timpang," kata dia.
[post_ads_2]
Sekadar informasi, kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2015-2019 sebesar Rp4.769 triliun. Adapun APBN dan APBD hanya mampu membiayai sebesar Rp1.951,3 triliun atau setara dengan 41,3%.

Sisanya, sebanyak Rp2.817,7 triliun atau setara 22,2% akan dialokasikan untuk BUMN dan sebesar Rp1.751,5 triliun atau setara 36,5% diharapkan berasal dari partisipasi pihak swasta. (Red)

 MENARA POST  -JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis data jumlah utang pemerintah Indonesia yang hingga akhir Februari 2018 mencapai Rp4.035 triliun. Posisi ini meningkat 13,46% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar RP3.556 triliun atau 29,24% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Uang Ilustrasi

Dari data realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 periode Februari 2018 yang dikutip, Kamis (15/3/2018) utang pemerintah masih didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.257,26 triliun atau 80,73% dari total utang pemerintah. Penerbitan SBN tersebut mayoritas atau sekitar Rp2.359,47 triliun diterbitkan dalam denominasi rupiah.
[post_ads]
Selain itu, utang tersebut juga berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah yang mencapai Rp771,76 triliun atau 19,13% dari total utang tersebut.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang didorong melalui pelaksanaan paket-paket kebijakan perekonomian serta reformasi struktural menempatkan PDB Indonesia pada tahun 2018 menjadi sebesar Rp13.798,91 triliun. Jumlah PDB tersebut diyakini dapat menjadi kekuatan perekonomian Indonesia untuk menutup total utang pemerintah yang mencapai 29,24% dari PDB per akhir bulan Februari 2018
[post_ads_2]
"Jumlah utang pemerintah tersebut masih terjaga pada level yang aman dan lebih rendah dari batas yang ditetapkan dalam UU Keuangan Negara Nomor 17 tahun 2003, bahwa total utang pemerintah terhadap PDB paling besar 60%," demikian seperti dikutip.

Jika dibandingkan dengan negara yang setara, utang Indonesia tersebut masih terbilang kecil. Misalnya, Vietnam tercatat sebesar 63,4%, Thailand 41,8%, Brasil 81,2%, Nikaragua 35,1%, dan Irlandia 72,8%. (Red)

 MENARA POST - Indramayu – Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menyambangi masyarakat perajin petasan di Kampung Lohbener, Desa Lohbener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Rabu, 14 Maret 2018. Dalam kampanyenya, Deddy Mizwar dicecar para perajin petasan soal kejelasan status usaha dan bentuk perhatian Pemerintah.
Cagub Jawa Barat, Deddy Mizwar kampanye di Indramayu'.
Deddy yang sebelumnya mendapat sambutan hangat saat berkampanye ke Pasar tumpah Jatibarang ini, diminta kejelasan bagaimana program konkret Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk lima tahun ke depan untuk kelegalan usaha turun temurun itu.

Dalam dialog terbuka di lapangan Lohbener RT 15/04 itu, perwakilan perajin petasan, Wasti menanyakan kepada Deddy Mizwar bagaimana kepastian hukum bagi perajin petasan. Pasalnya, usaha tersebut kerap menjadi sasaran penindakan aparat karena disebut ilegal, sedangkan petasan impor dengan mudah masuk ke Indramayu tanpa penindakan yang adil.

"Jangan ditangkapi (para pengrajin), dioperasi. Gimana Pak? Saya pengen tahu dari Pak Haji gimana? Orang sini, usahanya kaya gini, jadi gimana?" tegas Wasti dengan nada merintih kepada Deddy Mizwar, Rabu 14 Maret 2018.

Menjawab cecaran tersebut, Deddy menjelaskan, usaha membuat petasan harus diakui melanggar ketentuan. Bahkan, usaha yang berjalan dengan metode manual tanpa profesionalitas produksi dan jaminan keamanan yang benar, rawan meledak dan memakan korban.

Oleh karena itu, Deddy menawarkan alih usaha bagi para pengrajin petasan. Potensi pangan di Indramayu yaitu Mangga Gedong Gincu dan beras, menjadi solusi alternatif bagi para pengrajin petasan.

"Solusinya alih usaha, sebab kalau usaha yang dilarang, ini deg-degan. Jadi ada aturan dilarang, harus dicarikan. Misalnya, bagaimana pengolahan Mangga, manisan, asinan, Pisang, nanti dicarikan (infrastruktur) pemasarannya," jawab Deddy.
[ads-post]
Dalam dialog tersebut, turut juga hadir perwakilan dari Polres Indramayu. Bahkan, Deddy ingin blak-blakan dengan para perajin untuk membeberkan siapa konsumennya agar ditindak aparat.

Wakil Gubernur Jabar ini berharap, para perajin petasan agar peduli terhadap keamanan. Berkaca pada kasus sebelumnya, ledakan rumah industri petasan memakan korban pemilik dan pemukiman terdekat.

"Jangan bikin petasan melulu, siapa yang beli? Biar Pak Kapolsek tahu. Karena bahaya bu, kalau terjadi kebakaran atau meledak, korbannya orang terdekat yang kita sayangi," katanya.

Bukti Konkret

Deddy memastikan ketegasan pemerintah terhadap perajin petasan bukan berarti merampas haknya dalam meningkatkan derajat ekonominya.

"Itulah sebabnya pemerintah melarang hal-hal yang membahayakan warganya, bukan berarti tidak boleh mencari penghasilan. Yang lebih adalah bagaimana mengalihkan kepada usaha yang hasilnya lebih bagus. Contohnya, pendapatan dari petasan Rp3 juta per  bulan, tapi ada usaha lain untungnya Rp5 juta per bulan, mau kan?" tanya dia.

Petasan yang dijual di pasaran

Namun, paparan tersebut belum memberikan kepuasan bagi para perajin. Wasti menanggapi bahwa aparat rutin menindak para pengrajin, namun petasan dari luar negeri marak terjual di Indramayu. "Seakan-akan diinjak-injak. Kalaupun ada program, kira-kira memberikan keringanan? Usaha apa pak haji? Jangan hanya dipikirkan, tapi dibuktikan," tegas Wasti.

Dalam dialog tersebut, Deddy memastikan program alih usaha bagi perajin petasan harus terealisasi. "Kalau tidak dipikirkan, bahaya lebih besar. Hati-hati, urusannya bahaya, kedua urusannya dengan hukum," tegas Deddy.

Sementara itu, perajin petasan lainnya, Eni Chartini mengaku akan mengikuti program pemerintah asalkan kepastian regulasi dan lahan usaha yang diberikan pemerintah konkret dan dapat dikelola dengan bantuan modal yang sesuai kebutuhan.

"Ingin diperhatikan. Siap beralih, asal jelas. Ini kan usaha dari zaman saya masih kecil sampai sekarang punya cucu. Pendapatan dari petasan itu Rp40 ribu, kadang-kadang Rp50 ribu per hari," ujarnya. (Red)

 MENARA POST - INDRAMAYU - Selama 13 tahun seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Dastin binti Tasja (30), warga Desa Juntikedokan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hilang kontak dengan keluarganya saat bekerja di Amman, Yordania.
13 Tahun Kerja di Yordania, TKI Asal Indramayu Ini Tak Ada Kabar 

"Dari informasi keluarganya, Dastin sudah 13 tahun tidak ada kabar beritanya apakah dia dalam kondisi baik ataupun tidak," kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu, Juwarih di Indramayu, Senin (12/3/2018).
[post_ads]
Dijelaskannya, Dastin merupakan warga Blok H. Sarpin, RT. 05, RW. 01, Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu menjadi pekerja rumah tangga (PRT) di Amman, Yordania. Juwarih mengatakan dari cerita keluarganya, saat pamit berangkat Dastin bersama ibunya, namun saat sampai di Yordania keduanya berpisah, di mana ibu Dastin ditempatkan di kampung dan sekarang sudah pulang.

"Sedangkan Dastin ditempatkan di kotanya sampai sekarang belum juga pulang," tuturnya.

Juwarih mengatakan Dastin bersama ibunya berangkat ke Yordania sejak 25 Maret 2005 silam. Dia direkrut oleh Junaedi, sponsor warga Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Yang bersangkutan diproses dan diberangkatkan melalui PT Safarindo Insan Copar via PT Avida Avia Duta yang beralamat di Jl. Abdurrahman, No. 17, Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.

Sedangkan agenci yang menempatkan yaitu Rolla Gerent - Al Mucu YTA - Zahroon Regiyon di Amman, Yordania. Dastin kemudian ditempatkan di rumah majikannya di PO Box 132, Deater Mimi Cipality, Amman Yordania.
[post_ads_2]
"Sejak keberangkatannya hingga saat ini Dastin tidak diketahui keberadaannya. Hanya pernah kirim uang Rp3 juta kepada keluarganya saat baru enam bulan kerja," kata Juwarih.

Juwarih menambahkan pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu pengaduan dari pihak keluarga, karena tidak ada satu pun salinan dokumen yang dipegang keluarga.

"Jika data-data yang dibutuhkan sudah lengkap kami akan segera menyampaikan pengaduan ke beberapa kementerian terkait," kata Juwarih lagi. (Red)

 MENARA POST - KEBUMEN - Pengakuan mencengangkan disampaikan Sumudi (35), tersangka pembunuh ibu kandung di Kebumen, Jawa Tengah.
Usai Tebas Ibu Kandungnya, Pria Ini Mengaku Tak Menyesal

Kepada polisi yang menangkapnya, Sumudi mengaku sedikit pun tidak merasa menyesal.
Pemuda penuh tato di wajah itu juga merasa sadar saat mengayunkan parang yang memenggal kepala sang ibunda, Sutarmi (50).
[post_ads]
Kekejian itu terungkap dalam rilis kasus ini di Mapolres Kebumen, Sabtu (10/3/2018) siang, beberapa jam setelah penangkapan Sumudi.
Warga Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, ini dibekuk saat sedang bersepeda di Jalan Pahlawan, Kebumen, sekitar pukul 07.30 WIB.

Sehari sebelumnya, Jumat siang sekira pukul 13.00 WIB, Sumudi membunuh Sutarmi di tengah persawahan Desa Bocor memakai parang.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengatakan akan melakukan tes kejiwaan kepada pelaku.

Informasi yang diperoleh kepolisian, tersangka pernah mengalami gangguan jiwa beberapa tahun lalu.

Kesaksian Slamet (51), Kepala Desa Bocor yang hadir di Mapolres Kebumen, mengungkap sedikit kepribadian tersangka.

Dalam kesehariannya, pelaku dikenal temperamental.

"Kalau di rumah, Sumudi orangnya temperamen. Suka marah-marah. Terutama kepada ibu dan adik perempuannya. Sumudi biasanya marah kalau tidak dikasih uang," jelas Slamet.
[post_ads_2]
Pada hari kejadian, seorang saksi, Jumadi (49) yaitu tetangga korban, mengatakan awal mula tragedi ini pelaku datang meminta uang kepada ibunya.

Karena tidak dituruti, akhirnya pelaku menebas leher Sutarmi memakai parang di pematang sawah.

Parang itu dimasukkan Sumudi ke dalam tas ranselnya.

"Korban datang minta uang kepada ibunya. Oleh ibunya tidak dituruti. Korban minta uang 500 ribu. Selanjutnya korban dibunuh oleh Sumudi," kata Jumadi yang mengetahui persis kejadian itu.
Sejumlah barang bukti juga disita polisi, di antaranya parang yang digunakan untuk memenggal kepala korban, baju korban, tas ransel tersangka, dan sepeda kayuh milik tersangka.

Akibat perbuatannya itu, Sumudi disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Ancaman terberat hukuman mati atau seumur hidup.

AKBP Arief menegaskan, polisi masih melakukan pemeriksaan intesif kepada tersangka dan sejumlah saksi.(humasreskebumen)

 MENARA POST - RIWAYAT HIDUP
Profil Eni Sumarni, Anggota DPD Provinsi Jawa Barat Priode 2014-2019

Nama: Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes
Alamat: Kp. Warung Ketan Jatimekar Kec. Situraja  Kabupaten Sumedang Jawa Barat
Tempat, Tgl Lahir : Sumedang,  27 Oktober 1963
Jabatan :Anggota DPD RI  Periode 2014-2019
Suami :Laksamana Pertama TNI ( Purn ) H. Supriyadi,SE
Pendidikan :SD Warung Ketan Situraja Sumedang,
SMPN 1 Situraja Sumedang,
SMAN Situraja Sumedang,
S1 IKIP/UPI Bandung
S1 Institut Teknologi Pembangunan Surabaya,
S2 Universitas Airlangga Surabaya

Riwayat  Organisasi :Pembina Kwartir Daerah Pramuka Jawa Barat, Ketua Cabang IX Jalasenastri  Armada  Timur, Organisasi Forum Pemberdayaan Masyarakat Indonesia ( FPMI), Wakil Ketua DPP PERWIRA, Forum Perempuan Parlemen, Pembina FKPPI Jawa Barat, Pembina Angkatan Muda Siliwangi Jawa Barat, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Jawa Barat, Ketua Lasqi Jawa Barat

Pengalaman Kerja :Dosen Universitas Adibuana Surabaya, Direcktur Utama PT. Wahana Dua Putra Mandiri, Anggota DPD RI 2014-2019


Penghargaan :Most Initiator Development Award  2013, HIPPI Jawa Barat Award 2014, Insparing Woman 2015, The Best Executif Award 2016


Senator dari Jawa Barat, Eni Sumarni adalah peserta pada pemilihan kepala daerah kabupaten Sumedang, Jawa Barat tahun 2013. Dari jalur independen, Eni Sumarni memberikan pembelajaran politik kepada masyarakat, yaitu tidak menggunakan politik uang dalam meraih kekuasaan. Hasil yang diperoleh, meskipun tidak terpilih menjadi bupati, namun Eni Sumarni memperoleh suara lebih banyak daripada calon yang diusung partai.

Pada pemilu legislatif 2014, Eni terpilih menjadi senator periode 2014-2019 mewakili Provinsi Jawa Barat dengan mengantongi 2.042.130 suara. Eni Sumarni lahir di Situraja Sumedang pada 27 Oktober 1963, dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga pendidik. Hal itu telah membentuk dirinya menjadi sosok pribadi yang selalu ingin mengabdi demi kemajuan masyarakat. Eni merupakan sosok perempuan yang terbilang tangguh, cerdas, teguh dalam pendirian dan visioner. Selain berkecimpung di dunia politik, Eni Sumarni juga aktif menjadi pengayom beberapa komunitas masyarakat dari Yayasan Adat bidang pendidikan, bidang pertanian, para seniman dan budayawan di Sumedang
Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas, tanpa disadari semua itu perlu didasari bahwa tidak semudah membalikan telapak tangan perlu perjuangan dan keikhlasan yang betul-betul murni.  Jalur politik independen sebagai pilihan terbaik yang saya ambil saat ini walaupun pada dasarnya tidak memiliki keahlian disiplin ilmu politik secara utuh namun sejak orde baru Eni Sumarni sudah terjun di dunia politik praktis pada saat itu masuk sebagai pengurus Golkar Jawa Timur. Dengan latarbelakang dosen elektro pada sebuah perguruan tinggi dengan status sebagai pegawai negeri sipil namun pada tahun 1998 ia berani mengundurkan diri sebagai dosen, setelah itu ia konsentrasi pada dunia bisnis pada bidang desain interior di Jakarta, namu pada tahun 2012 ia dipinta oleh tokoh dan masyarakat sumedang untuk ikut andil pada pilkada Kabuapten Sumedang pada tahun 2013 pada saat itu ia mencoba terjun kembali pada dunia politik dengan jalur perseorangan atas desakan dari tokoh-tokoh sumedang.

Eni Sumarni tahun 2013 masuk sebagai calon Bupati Sumedang dengan jalur perseorangan namun Tuhan masih belum memberikan kesempatan untuk memimpin Kabupaten Sumedang,  ia mengatakan dengan kekalahan itu saya dapat belajar pada sebuah pengalaman dengan ikhtiar politik untuk sumedang dengan tujuan yang mulia yaitu pengabdian diri pada daerah kelahiran yaitu sumedang, beberapa bulan kemudian saya mendapatkan undangan dari sebuah yayasan yang menganugrahi dengan mendapatkan penghargaan “Most Initiator Development Award  2013’’ saya berkeyakinan bahwa penghargaan itu merupakan reward dari sebuah keikhlasan dalam melakukan pengabdian dengan cara yang jujur dan ikhlas.


Tidak berselang lama pada tahun 2014 menjelang pemilihan umum legislatif DPR, DPD, dan DPRD  Bunda Eni Sumarni Panggilan akrabnya didatangi kembali oleh tokoh-tokoh Jawa Barat untuk ikut andil dalam pemilu legislatif dengan jalur Independen menjadi calon anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat, ia berpikir dan merenungkan kembali atara maju atau tidak dalam kancah politik independen karena berkaca pada sebuah pengalaman ketika mencalonkan diri sebagai Calon Bupati di Kabupaten Sumedang. Namun dengan keilhlasan untuk pengabdian ia mencoba kemabali ikut pada pemilu 2014, Bunda Eni satu dari empat Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Jawa Barat. Ia terpilih pada Pemilu Legislatif 9 April 2014, dengan suara yang cukup signifikan untuk kelas perempuan dan menjadi suara terbanyak nasional perempuan.

Selain kesibukannya sebagi senator Jawa Barat, saya menjadi penasehat dan pembina dalam organisasi pelestarian budaya. Jadi dalam organisasi ini, kita ingin melestarikan dan menjaga agar kebudayaan Sunda jangan sampai pudar. Sehingga kami membina para pengrajinnya, pemainnya, dan juga mendorong donasi kepada mereka yang sudah sukses, katanya. Mendapat mandat sebagai Duta Pelestari Budaya Sunda, kesibukan Eni Sumarni semakin bertambah. Ia menekankan agar orang Sunda harus Nyantri, Nyakola dan Nyunda. Orang Sunda nyantri memiliki filosofis dalam kesehariannya mencerminkan insan yang religius, meyakini bahwa segala tindakan dan prilakunya diawasi oleh Allah SWT. Kemudian orang Sunda harus nyakola, dalam artian bukan dari pendidikan tapi ilmunya mampu memilah mana yang menjadi hak pribadi dan hak orang lain. Terakhir, orang Sunda kudu Nyunda, dimana orang Sunda dalam kehidupan sehari-harinya harus menggunakan moral budaya orang Sunda.

Sebagian dari budaya itu kan unsur seni, tetapi yang lebih utama adalah etika moral budaya, dimana di dalamnya ada tata adat istiadat dan budi pekerti. Hal tersebut harus bisa mencerminkan bahwa urang Sumedang itu orang Sunda yang berbudaya. Kita kan memiliki ke arifan lokal, sehingga dapat menjadi tolok ukur maju mundur suatu masyarakat.

Selama masih ada umur dan kesempatan saya akan terus mengabdi untuk masyarakat Jawa Barat, melakukan sebuah pengabdian pada masyarakat menjadi kepuasan dan kebahagian tersendiri. Semoga Tuhan selalu memberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengemban amanah ini.

Idealisme dan pemikiran seorang Eni Sumarni yang visioner membuahkan penghargaan  “HIPPI Award 2014” anugrah sebagai perempuan isnpiratif dalam dunia bisnis, Sebuah penghargaan bagi para tokoh yang memperjuangkan etika politik dan pemberdayaan masyarakat secara mandiri dan penuh keberanian. Kemudian Pada Tahu 2014 ia mendapatkan penghargaan “Insparing Woman 2015” kemudian pada Tahun 2016 ia mendapatkan penghargaan kembali “The Best Executif Award 2016”

 MENARA POST - Subang-Danramil 0509/Pamanukan Kodim 0605/Subang Kapten Inf Ernawan Ajak pengusaha beras jual gabah dan beras ke Bulog.
Danramil 0509/Pamanukan Ajak Pengusaha Beras Jual Gabah dan Beras ke Bulog

 Kepedulian ini dimaksud agar stock bahan pangan aman karena beras sangat diperlukan,beras ini bahan pangan merupakan kebutuhan pokok setiap makhluk hidup karena tanpa makan makhluk hidup tidak akan bertahan hidup, hal itulah yang memicu Danramil 0509/Pamanukan  Kapten Inf Ernawan beserta beberapa anggota  mendatangi gudang beras milik H.Cep Nana,Selasa (06/03) di Desa Mandalawangi Kec.Sukasari Kab.Subang.
[post_ads]
Danramil dalam kunjunganya mengatakan untuk memenuhi target stock beras dibulog mari para pengusaha beras menjualnya kebulog wilayah Subdrive Subang, “jangan sampai justru dari hasil panen di wilayah Subang di jual ke daerah lain,"ujarnya

Menurutnya, pengusaha agar menjual beras medium ke bulog seharga
  Rp.8760 terlebih
 karena harga beras masih mahal di tengah masyarakat.

Beliau menambahkan, bagaimana agar pedagang pedagang  rekanan bulog ini dapat lancar setor ke bulog, tentunya tanpa mengurangi atau melanggar standart yg telah ditentukan bulog,"ucapnya

   Dalam kunjunganya Danramil di gudang sekaligus silaturahmi bersama pengusaha beras H.Cep Nana.

Pengusaha Beras H.Cep Nana mengapresiasi anggota TNI, “yang dengan sungguh sungguh memberikan sosialisasi pentingnya menjaga ketahanan pangan di wilayah Pantura khususnya dan Subang pada umunya,"tutupnya

Sementara itu, H.Cep Nana    mengungkapkan, harga beras untuk  saat ini di pasaran masih tinggi disisilain  belum panen raya jadi pengusaha beras yang ada di subang khususnya  di kec. Sukasari belum mampu untuk mengirim beras ke Bulog.
[post_ads_2]
Lanjutnya,  pengusaha beras belum  bisa mengirim beras ke Bulog karena ada faktor harga beras masih mahal di pasaran dan  sempel beras  yang  di bawa oleh pengusaha  ke Subdivre Subang terkendala tidak sesuai dengan standart Bulog bahkan  secara tegas di tolak oleh Bulog dengan alasan  kadar airnya  tapi sebaliknya jika beras  di jual ke pasar masih bisa di jual seharga Rp 8900/Kg,"katanya

 Ia juga menyebutkan ini sebenarnya yang menjadi kendala pengusaha belum mampu  mengirim beras ke Bulog Subdrive Subang karena beras medium harus sesuai SOP Bulog,"tutupnya(Dit/Eka)

 MENARA POST -Indrmayu--Nasib sial dialami sopir truk bernama kadnawi (48th) warga cidempet kecamatan arahan akibat menghindari jalan berlubang truk-nya terguling di selokan.
Menghindari Jalan berlubang truk terguling  di desa arahan lor

peristiwa ini terjadi pada jam 3 dini hari, korban dalam perjalanan pulang selepas menyelsaikan pekerjaan nya, sesampai di arahan truk nya menghindari jalan berlubang hingga ia oleng dan terguling.
[post_ads]
" posisi saya terlalu minggir jadi ban kanan saya menginjak tanah labil posisi tersebut membuat truk oleng secara tiba-tiba glubrak mobil saya terperosok disini" ungkap kadnawi saat dimintai keterangan oleh wartawan.

kondisi saat ini sedang dalam proses evakuasi oleh polsek setempat dengan mendatangkan derek dari polres indramayu ,beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini ,bodi truk hanya mengalami bercak lumpur dan penyok saja.
[post_ads_2]
Lambatnya penanganan evakuasi disinyalir posisi bandan truk dalam keadaan sulit untuk diangkat pada pagi hari.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget