September 2017

Muara Post - Ulah pengamen kadang bikin geregetan. Sering kali mereka meminta diberikan uang dengan cara memaksa..


Padahal, lagu yang mereka nyanyikan kadang juga asal-asalan. Belum lagi penampilannya yang urakan justru membuat tak nyaman.

Seperti yang terekam dalam video ini. Ulah pengamen di dalam bus ini bikin seorang penumpang kesal.

Dia emosi tak diberikan uang. Pengamen itu berkata-kata yang memojokkan si penumpang.

Semula si penumpang diam. Lama-lama si pengamen makin ngeyel. Saat diladeni dan ditantang, si pengamen langsung ciut dan minta maaf berkali-kali.

Video ini pertama kali diunggah pemilik akun Facebook, R Indra Permana.

" Awalnya gagah ngamuk2 n nantang, tapi akhirnya ciut mlempem
*Pengamen terminal Kali Deres. Pesan moral: Jangan Takut."

Ini video yang merekam ulah si pengamen:

Menara Post - Pertanyaan yang tampak sederhana, sesederhana cara berpikir orang yang mengungkapkannya. Untuk menjawab, mungkin kita perlu menelaah lagi sejarah dan fakta yang ada di lapangan.
Penulis
Asma Nadia

Saya tidak akan bercerita tentang peristiwa bulan Oktober di tahun 1945, ketika kelompok pemuda PKI membantai pejabat pemerintahan di Kota Tegal, menguliti serta membunuh sang bupati. Tak cukup di situ, mereka menghinakan keluarganya. Kardinah, adik kandung RA Kartini yang menikah dengan bupati Tegal periode sebelumnya, termasuk salah satu korban. Pakaian wanita sepuh itu dilucuti, kemudian diarak dengan mengenakan karung goni.

Betapa saat rakyat Indonesia tengah berjuang melawan penjajah, ketika arek-arek Suroboyo berebut merobek bendera merah putih biru di Hotel Yamato, lalu bertarung menghadapi sekutu pada 10 November, di belahan lain sebulan sebelumnya, sejumlah pejuang turut berdarah-darah dalam pertempuran lima hari di Semarang, membredeli tentara Jepang, PKI justru merusak tatanan bangsa di mana-mana. Menggerogoti dari dalam.

Anasir PKI bergerak merebut kekuasaan di Slawi, Serang, Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang, Cirebon, dan berbagai wilayah lain. Menghilangkan nyawa anak bangsa dan tokoh pejuang. Bupati Lebak dihabisi, tokoh nasional Otto Iskandardinata diculik dan dieksekusi mati bahkan keberadaan jenazahnya menyisakan misteri. Sultan Langkat dibunuh serta hartanya dijarah. Bahkan Gubernur Suryo, tokoh sentral dari peristiwa di Surabaya juga dibunuh PKI.
[ads-post]
Ketika tokoh PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil menjadi Perdana Menteri di tahun 1948, arus bawah PKI merasa mempunyai kekuatan. Muso memproklamirkan Republik Soviet Indonesia, beraliansi komunis. Dan lebih parah lagi dalam Perjanjian Renville, dengan mudah Amir Syarifuddin menyerahkan begitu banyak kekuasaan pada Belanda dan memasung wilayah Indonesia.

Keganasan PKI makin membabi buta.
Saya sebenarnya tidak hendak bercerita tentang peristiwa di Gontor. Ketika setiap pagi menjelang, satu per satu kyai diabsen dan nama yang disebut serta-merta disembelih. Atau kisah Haji Dimyati, aktivis Masyumi yang digorok lehernya sebelum dimasukkan ke sebuah sumur bersama korban pembantaian lainnya.

Juga tentang kesaksian Isra dari Surabaya yang ayahnya diseret ke sawah sembari dihajar beramai-ramai hingga jasadnya tidak berbentuk lagi; hancur, habis terbakar, dan dimakan anjing. Sang anak terpaksa memungut potongan tubuh ayahnya satu per satu dan dimasukkan kaleng.

Atau cerita Moch. Amir yang empat sahabatnya sesama aktivis dakwah disiksa dengan dipotong kemaluan dan telinga mereka hingga ajal menjemput. Atau testimoni Suradi saat para kyai dimasukkan loji lalu dibakar. Yang berhasil keluar tak lantas bebas, melainkan dibacoki. Pun saya sejujurnya tidak ingin mengisahkan kesaksian Mughni yang melihat tokoh Islam dari Masyumi di Ponorogo diciduk dan dinaikkan truk. Telinga kakaknya dipotong, lalu dibuang di sumur tua.

Juga tentang Kapolres Ismiadi yang diseret dengan Jeep Wilis sejauh 3 km hingga wafat. Setelah tentara dibunuhi, gantian polisi dilibas. Kemudian pejabat, ulama, serta para santri.
Pascagerakan komunis berhasil dihentikan di tahun 1948, pada 1965 PKI kembali beraksi.
Buya Hamka, Ketua MUI pertama dan para ulama lainnya dipenjara. Mereka difitnah oleh kalangan PKI yang saat itu sangat dekat dengan pemerintah berkuasa. Tak hanya menerima siksaan setiap hari, Buya Hamka memperoleh ancaman akan disetrum kemaluannya.

Deretan kisah mengiris hati di atas pernah saya baca, tapi tidak akan saya ceritakan sebagai jawaban atas pertanyaan itu. Karena mungkin hanya dianggap serpihan dari peristiwa kecil.

Tapi, kini mari kita lihat apa yang terjadi jika komunisme berkuasa.
Di Uni Soviet, sekitar 7 juta orang tewas dalam Revolusi Bolsevik dipimpin oleh Lenin. Di masa Stalin 20 juta orang terbunuh untuk memuluskan program komunisme.
Salah satu cara komunisme bertahan adalah, melestarikan tidak adanya perbedaan pendapat, dan jika berbeda sebaiknya dibunuh, berapa pun jumlah korban yang dibutuhkan.

Di Kamboja, sekitar 2 juta orang atau sepertiga jumlah penduduk dibantai untuk mengukuhkan kekuasaan komunis. Di Cina jumlah korban meninggal dalam revolusi diduga mencapai 80 juta.
Jadi, jika PKI bangkit, memangnya kenapa?
Pertanyaan seperti ini lebih baik dijawab dengan pertanyaan.
JIka PKI pernah mengkhianati kemerdekaan bangsa, apa jaminan mereka tidak akan mengulanginya?

Jika baru mempunyai sedikit kekuasaan saja sudah membantai begitu banyak orang, apa yang terjadi jika memegang kekuasaan besar?

Jika komunisme dilatih tidak bisa berbeda pendapat, lalu di mana letak kebebasan?
Dan yang terpenting dari semua itu, jangan berteriak korban. Mengutip Ahmad Mansur Suryanegara, PKI di Indonesia bukan korban, mereka pelaku. Atau istilah Agung Pribadi dalam buku Gara-Gara Indonesia, ini saatnya rekonsiliasi, kita bisa maafkan, tapi jangan lupakan sejarah pembantaian yang dilakukan PKI.

Muara Post - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta rupiah dalam operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko, Sabtu 16 September 2017.
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Foto/kotabatu.go.id
"Dalam OTT KPK mengamankan uang tunai Rp 300 juta, " kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Minggu (17/9/2017).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Eddy sebagai tersangka penerima suap proyek pengadaan senilai Rp 5,26 miliar di pemerintah daerah setempat.

KPK juga menetapkan Kepala Bagian ULP Pemkot Batu Edi Setiawan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Filipus Djap adalah pengusaha hotel di Kota Batu ditetapkan sebagai tersangka penyuap.

Sementara dua orang yang turut diamankan dalam operasi tangkap tangan Sabtu 16 September 2019, yakni ZE selaku Kepala BKAD Kota Batu dan Y selaku sopir Eddy Rumpoko masih diperiksa sebagai saksi.
[ads-post]
Adapun rincian alat bukti suap Rp300 juta itu, yakni masing masing diterima Wali Kota Eddy Rumpoko Rp200 juta dan Rp100 juta di tangan tersangka Edi Setiawan.
Uang pecahan lima puluh ribu itu terbungkus kertas koran dan berada dalam paper bag. Tim KPK meringkus tersangka Filipus saat menyerahkan uang ke Wali Kota Eddy Rumpoko.

Selain pengusaha hotel, tersangka Filipus juga direktur PT Dailbana Prima selaku penggarap proyek pengadaan mebelair dan penyertaan modal di Kota Batu.
Terungkap dalam pemeriksaan suap yang diberikan Filipus merupakan sisa fee proyek pengadaan meubelair yang belum terbayar.

Diketahui sebagai penggarap proyek PT Dailbana Prima berkewajiban menyetor fee Rp500 juta atau 10 % dari nilai proyek Rp5,26 miliar.

Dalam OTT, kata Laode, KPK menyegel sejumlah ruangan, yakni di antaranya ruang Wali Kota Batu, ruang ULP, ruangan BKAD dan ruang tersangka Filipus.

"Saat ini tim KPK masih terus melakukan pengembangan," kata Laode.

Menara Post - Selain memperkenalkan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus, Apple akhirnya benar-benar mengumumkan kehadiran iPhone X (iPhone ten). Perangkat ini merupakan penanda kiprah iPhone yang sudah berlangsung selama satu dekade.
iPhone X
“iPhone X merupakan masa depan dari sebuah smartphone dan juga lompatan besar dari seri iPhone,” ujar Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple Phil Schiller saat peluncuran iPhone X, Rabu (13/9/2017).

Memiliki layar Super Retina dengan diagonal 5,8 inci, iPhone Xmengusung desain dengan layar berbingkai tipis. Adapun bahan yang digunakan di perangkat masih sama dengan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus, yaitu berbahan kaca. Apple juga membuat perangkat ini antiair maupun debu.

“Perangkat ini hadir dengan teknologi Super Retina Display dan menjadi seri iPhone pertama yang menggunakan teknologi OLED paling mumpuni,” ujarnya. Perangkat ini hadir dalam dua pilihan opsi 64GB dan 256GB dengan harga mulai dari US$ 999 atau sekitar Rp 13 juta dan dapat dipesan pada Oktober 2017.

Apple juga menggantikan teknologi Touch ID dengan Face ID. Sesuai namanya, sistem keamanan berbasis biometrik ini menggunakan pengenalan wajah. Untuk membuatnya berjalan baik, Apple menggunakan truedepth camera system di bagian depan, yang terdiri kamera dan sejumlah sensor lain.

iPhone X dipersenjatai chip A11 Bionic berbasis neural engine yang diklaim memiliki kemampuan lebih baik dari generasi sebelumnya. Bersamaan dengan iPhone X, perusahaan tersebut juga memperkenalkan Animoji, yaitu emoji animasi yang dapat dibuat berdasarkan wajah pengguna.
[ads-post]
Mengingat hadir dengan desain nyaris tanpa bingkai, tombol “Home” pun absen di perangkat anyar ini. Karena itu, Apple mengubah navigasi di iPhone X dengan lebih banyak memanfaatkan sapuan di layar.”Untuk membuka perangkat, kamu cukup mengusap layar ke atas. Begitu pula saat ingin berganti aplikasi, kamu cukup mengusap layar ke atas dan tampilan akan kembali ke halaman depan,” ujar Schiller menjelaskan.

Adapun untuk keperluan fotografi, iPhone X mengandalkan dua lensa pada kamera utamanya yang disusun secara vertikal. Kedua lensa di kamera utamanya beresolusi 12MP dan masing-masing sudah dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS).

“iPhone X juga dapat memberikan hasil tangkapan gambar portrait dengan kamera depannya. Fitur lighting portrait juga dapat diakses dari perangkat ini,” tuturnya.


Muara Post - Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Mapolda Metro Jaya sudah melakukan berbagai cara untuk mensterilkan jalur khusus bus Transjakarta. Namun sayangnya, ragam upaya seperti meninggikan separator, menempatkan petugas hingga dipasangkan palang pintu belum efektif.

Akhirnya, petugas melakukan razia rutin di sepanjang jalur khusus tersebut. Sejumlah orang yang terjaring menolak ditindak.

Seperti pria ini. Dia tertangkap tangan oleh petugas karena masuk ke busway. Bukannya mengakui kesalahannya, pria ini malah menanyakan apakah penertiban yang dilakukan petugas memiliki surat perintah atau tidak.

Semula memang petugas tidak mau memberikan, tapi karena pria ini terus memaksa karena tak percaya akhirnya secarik kertas diberikan. Dan pria itu sibuk memotret tugas perintah penertiban itu.

Videonya viral. Belum diketahui lokasi penertiban:

Mensra Post - Jakarta - Komisi III DPR meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berlama-lama membiarkan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.
Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman mengatakan, saat ini masih ada ditemukan sejumlah pejabat negara yang menyandang status tersangka kasus korupsi, tapi belum juga diproses oleh KPK.
Gedung DPR RI
"Ada pejabat atau mantan pejabat ditetapkan sebagai tersangka setahun dua tahun lalu, tapi belum diproses juga. Maksud kami, kalau memang belum cukup buktinya, jangan ditetapkan tersangka dulu dong," kata Benny, saat rapat kerja dengan pimpinan KPK, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/9).

Seharusnya, kata Benny, KPK langsung menahan seseorang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, KPK sudah barang tentu mengantongi barang bukti yang cukup dalam menetapkan seseoarang menjadi tersangka.
[ads-post]
"Kalau bisa begitu ditetapkan tersangka, satu bulan langsung ditangkap. Menurut saya tidak sesuai dengan Pancasila, sila kedua, kalau KPK menyandera seseorang bertahun-tahun sebagai tersangka," tegas politikus Partai Demokrat itu.

Dalam kesempatan itu, Benny sempat menyindir sejumlah tersangka kasus korupsi yang beralasan sakit ketika hendak akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus korupsi. Namun, Benny tidak menyebut secara spesifik pihak yang dimaksud. "Ada juga yang dipanggil KPK tapi langsung sakit dia, jadi tidak jadi diperiksa," sindir Benny.

Diketahui, KPK menetapkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP kurang lebih dua bulan yang lalu. Namun, hingga saat ini Ketua Umum Partai Golkar itu masih bebas berkeliaran dan memimpin DPR.

Menara Post - Depok - Penyanyi Melly Goeslaw dan Hedi Hunus berhasil mengumpulkan dana Rp 561 juta dalam “Konser Kemanusiaan Cinta dan Peduli Rohingya” di Ballroom Bumi Wiyata, Depok, Minggu, 10 September 2017. Konser sekaligus penggalangan dana ini bekerja sama dengan Qupro Indonesia.
Penyanyi Melly Goeslaw dan Hedi Yunus saat mengelar Konser Kemanusiaan Cinta dan Peduli Rohingya, Ballroom Hotel Bumi Wiyata, Minggu, 10 September 2017. Photo By.tempo
Melly Goeslaw mengatakan sudah lima tahun terakhir ini dia terlibat dalam penggalangan solidaritas atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Saat ini bencana kemanusiaan terjadi di Myanmar, jadi seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan untuk keperluan pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh.

“Tadi terkumpul Rp 561 juta akan digunakan membeli pangan dan obat-obatan pengungsi,” ujar Melly saat konferensi pers seusai konser.
[ads-post]
Menurut Melly, dia sedih melihat derita Rohingya melalui video yang tersebar di media sosial. Dana yang terkumpul ini akan terus dipantau penyalurannya hingga sampai ke tangan para pengungsi. “Hasilnya nanti akan dipublikasikan ke publik.”

Hedi Yunus menambahkan, sebagai seniman dia bertugas menghibur para donatur agar terketuk hati mereka. Kejadian yang menimpa etnis Rohingya sudah mengetuk rasa kemanusiaan seluruh orang, tidak lagi memperhatikan latar belakang agama dan negara. “Semoga yang kejadian di Myanmar, tidak terjadi di Indonesia,” kata Hedi.

Dalam konser kemanusiaan ini Melly membawakan beberapa lagu hit, seperti Bunda, Ada Apa dengan Cinta?, dan Ayat-ayat Cinta. Sedangkan Hedi membawakan lagu seperti Doaku Harapanku dan Shalawat Badar.

Sumber : Tempo

Muara Post - Pekalongan - Sepasang warga negara asing (WNA) asal Republik Ceko dan Slowakia kehabisan ongkos berada di Pekalongan, Jawa Tengah. Kedua WNA bernama Nedomelel Petr (36) dan Bratska Jara (29) kebingungan saat ternyata tak bisa membayar biaya hotel di Pekalongan.

2 Turis Bule Kehabisan Ongkos di Pekalongan




"Tadi pagi kita mendapatkan laporan dari pihak hotel, soal keberadaan dua WNA yang tidak memiliki uang saat akan membayar hotel," ujar Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar kepada detikcom, Minggu (10/9/2017).

Keduanya sudah menginap di sebuah hotel di Pekalongan sejak Sabtu (9/9) pukul 18.30 WIB. Mendapati adanya laporan dari pihak hotel, dua petugas piket Polsek Wiradesa langsung menuju ke hotel tersebut. 
[ads-post]"Dari pihak hotel sendiri tidak mepersoalkan pembayaran hotel. Yang mereka pikirkan agar dua WNA tersebut bisa sampai kota tujuan, yakni Jakarta," jelas M Dahyar.

Petugas yang datang ke hotel, langsung memeriksa identitas kedua WNA tersebut. Dari hasil pengecekan identitas, dua WNA ini, memiliki paspor yang masih berlaku sampai 2023, sedangkan visa sampai 22 September 2017.
"Kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Imigrasi Pemalang. Karena tidak adanya pelanggaran, kami antarkan keduanya dengan menumpang bus ke Jakarta," kata Dahyar. 

CIANJUR – Jaringan Perdagangan perumpuan dijadikan pekerja seks komersil (PSK) berhasil dibongkar Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur, Rabu (7/9).
Sejumlah PSK dan mucikari terjaring operasi oleh Polres Cianjur. Foto: Pojoksatu
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi menuturkan, pihaknya berhasil membongkar jaringan perdagangan perempuan tersebut setelah adanya laporan dari warga.
Penangkapan tersebut berawal setelah mencurigai sebuah mobil Xenia bernomor polisi F 1178 WR, warga yang telah menghubungi polisi lalu menghentikan laju kendaraan tersebut.
Di dalam mobil terdapat Dendi (25) yang membawa dua orang perempuan yang diduga akan dijual. “Dari penangkapan satu orang tersangka yang berada di dalam mobil, kami kembangkan dan akhirnya kami amankan semuanya sebanyak sembilan orang,” kata Benny.
Dikatakannya, dari sembilan orang tersebut mempunyai peran yang berbeda-beda dalam menjalankan operasi. Ada yang bertugas keliling mencari pelanggan, ada yang bertugas membawa mobil, dan ada yang bertugas menunggu panggilan dari pelanggan.
“Mereka berkeliling dengan menggunakan mobil, jadi tidak diam di tempat dan menunggu,” ujarnya.
Menurutnya, ini merupakan modus baru yang dilakukan di wilayah Cianjur. Perempuan-perempuan tidak menunggu di sebuah rumah atau tempat prostitusi melainkan bergerak di dalam mobil minibus.
Modus seperti ini terkadang sulit terendus karena kawasan Cipanas merupakan tempat wisata. Sehingga kedok prostitusi dengan perempuan yang ditawarkan di dalam mobil baru terungkap.
“Setelah kami kembangkan ada dua agen berbeda yang menjual perempuan. Dua agen ini bertugas sebagai mami,” kata Benny.

Dari penuturan tersangka, rata-rata pemesan perempuan tersebut tak hanya dari dalam negeri, tapi juga banyak wisatawan asing terutama dari kawasan Timur Tengah.
“Kami biasanya menunggu panggilan dari penghubung yang memesan perempuan, satu jam tarifnya Rp300 ribu. Kami biasanya parkir di beberapa tempat sambil menunggu, rata-rata pelanggan kami dari Timur Tengah,” ujar tersangka yang mengaku warga Cipanas ini.

INDRAMAYU – Seorang gadis di bawah umur di Kabupaten Indramayu diperkosa pria yang baru dikenalnya. Dalam aksi bejatnya, pria yang akhirnya diketahui berinisial LN (46) warga Kecamatan Cikedung itu mengancam membunuh korban jika menolak keinginannya.
Ilustrasi
Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Dadang Sudiantoro membenarkan kasus pemerkosaan tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi di areal kuburan di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung.
Korban diperkosa saat tengah nongkrong bersama seorang pacar dan sejumlah teman pria lainnya. Korban tiba-tiba didatangi seorang pria dewasa yang tidak dikenalnya, kemudian meminta berkenalan.
Kedatangan pria tersebut, karuan membuat korban bersama pacar dan teman-temannya kaget. Keberadaan pria itu juga membuat gadis ABG tersebut risih, kemudian pindah tempat duduk.
Tidak beberapa lama kemudian, LN tiba-tiba menarik tangan korban lalu memukul wajahnya. Tidak berhenti di situ saja, pelaku kemudian menjambak rambut korban dan membawa paksa ke tempat sepi.
Pacar dan teman korban yang melihat pelaku bersikap brutal, mencoba menghalanginya. Namun, pelaku langsung menodongkan sebilah pisau bengkok dan mengancam akan membunuh korban.
Di areal pekuburan itu, korban dengan kondisi tertekan dan ketakutan karena ingin dibunuh, akhirnya pasrah. Melihat korban tak berdaya itu, pelaku melampiaskan syahwatnya dengan leluasa. Setelah puas menyetubuhi gadis tersebut, pelaku pun meninggalkan korban di area pekuburan.
Menurut Dadang, korban kemudian menceritakan perisitiwa yang dialaminya itu kepada orang tuanya. Merasa anaknya diperlakukan tidak senonoh, orang tua korban lalu melaporkan kasus itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Indramayu.
Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan. Beberapa lama kemudian, pelaku pemerkosaan tersebut berhasil ditangkap.
“LN kini diamankan di Mapolres Indramayu dan sedang menjalani pemeriksaan petugas Unit PPA. Kami jerat dengan pasal 81 ayat 1 UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ujar Dadang, Rabu (6/9). 

Sumber : radar cirebon

Penemuan tengkorak di Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai menemui titik terang, dari hasil visum terkuak bahwa struktur anatomi tengkorak berusia 18-25 tahun dengan jenis kelamin perempuan.

Temuan tengkorak tersebut makin kuat mengarah kepada sosok bidan cantik bernama Dini Prasetyani. Perempuan ini merupakan warga Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng dan bertugas sebagai bidan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Penyombaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun laman Kalteng post di lapangan, orang tua Dini sudah melaporkan kehilangan anaknya sekitar Juli lalu. Hingga kini, perempuan yang suka mengupload foto selfienya di media sosial Facebook ini tidak diketahui rimbanya. Hal ini makin menguatkan tengkorak tersebut adalah Dini.
Belum diketahui kabarnya Dini juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar dr Ratna Soeryandari.
[post_ads]
Dia membenarkan bawah Dini adalah pegawai Pustu Desa Penyombaan dan diketahui menghilang awal Agustus lalu dan menjadi hari terakhirnya masuk bekerja.

“Setelah itu tidak diketahui lagi kabarnya, namun untuk memastikan apakah ada keterkaitan kehilangan dengan penemuan tengkorak di Desa Penyombaan ini, kita belum bisa memastikan, karena juga masih menunggu hasil tes DNA,” kata dr Ratna kepada wartawan, Rabu (6/9/2017).

Mungkinkah tengkorak tersebut adalah Dini? hingga kini aparat kepolisian belum berani menyimpulkan.

Kapolres Kobar AKBP Pria Premos melalui Wakapolres Kompol Dhovan Oktavianto mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan dan lagi dikembangkan. “Sementara masih ada empat saksi yang diperiksa,” terang Wakapolres.
[post_ads_2]
Sementara terkait laporan masyarakat yang mengaku kehilangan keluarganya, Wakapolres menyebut informasi tersebut akan ditindaklanjuti. “Dan kita cek melalui tes DNA,” pungkasnya.

Bandung - Demokrat bersama PPP dan PAN sepakat membangun koalisi baru untuk Pilgub Jabar 2018. Koalisi poros tengah ini bakal menawarkan sosok baru selain figur-figur yang selama ini mengemuka.

Selama ini ada tiga figur yang digadang-gadang akan maju di Pilgub Jabar yaitu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar.

"Harapannya ada calon baru, yang selama ini barangkali di luar yang sudah ada, itu harapan yang dibuat partai (koalisi)," kata Ketua DPD Demokrat Jabar Iwan Sulandjana saat dihubungi via telepon genggam, Rabu (6/9/2017).

Ia menuturkan kemunculan calon baru ini akan memberikan pilihan lain kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat berpikir hanya tiga nama saja yang siap menjadi pimpinan di Jabar nantinya.

"Selama ini seperti ada penggiringan kalau calon hanya itu itu saja, saya dengan PPP dan PAN ingin membuat poros baru dan menunjukkan kepada masyarakat kalau calon itu banyak," ungkap dia.

MENARA POST - Indramayu,Perhelatan pemilihan kuwu (pilwu) serentak bagi 138 desa di kabupaten Indramayu akan dilaksanakan pada 13 Desember 2017. Pemerintah Daerah sudah menganggarkan hampir 13 milyar untuk seluruh kebutuhan proses tersebut. Dan tahapanya sudah dimulai sejak Agustus lalu.
Ilustrasi
Ditemui di ruangan kitinggil (gedung pertemuan) dalam kegiatan sosialisasi regulasi pilwu serentak di kabupaten Indramayu, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Dudung Indra Ariana mengatakan bahwa pemilihan kuwu sekarang berbeda dengan sebelum-sebelumnya, semua kebutuhan panitia dalam melaksanakan proses pemilihan kuwu   akan ditanggung sepenuhnya oleh APBD termasuk pos pengamanan. Ia menambahkan bahwa dana yang akan diterima oleh pantia lokal (desa) tidak untuk alokasi pengamanan karena pos tersebut sudah dicover oleh kabupaten lewat satu pintu. Jadi penggunaannya nanti murni untuk kebutuhan pantia sebagaimana tertuang dalam peraturan daerah (perda) no.5 tahun 2017.
[ads-post]
“Panitia Tidak boleh memungut ataupun menerima dalam bentuk apapun kepada calon, karena Haram hukumnya”. Tandasnya. Beliau juga menambahkan bahwa Kalaupun masih ada kebutuhan lainya, bisa dialokasikan lewat anggaran desa dan itu sifatnya untuk kebutuhan hari H.

Masih dalam keterangannya adapun mekanisme pencairan dana tersebut, setelah panitia pemilihan kuwu (pilwu) tingkat lokal (desa) mengajukan rincian kebutuhan anggaran kegiatan ke pemerintah daerah melalui kecamatan, maka daerah akan mentransfer (dana pilwu.red) melalui kas Desa untuk kemudian diserahkan oleh pemerintah desa kepada panitia tanpa potongan apapun kecuali kebutuhan pajak.
Ditemui terpisah sekjen Generasi Masyarakat Peduli Desa (GMPD) Aripin menyampaikan bahwa  dengan regulasi yang baru tersebut diharapkan pemilihan kuwu serentak yang akan dilaksanakan oleh 138 desa tahun 2017 ini akan melahirkan calon-calon kuwu yang potensial, karena semua orang punya kesempatan untuk ikut peran dalam konstelasi politiik di desa tanpa harua memikirkan biaya untuk pendaftaran (uang kursi).

“Masyarakat harus cerdas dalam menggunakan hak pilihnya agar memperoleh kuwu terbaik yang bisa membawa perubahan di sana” paparnya.

Ia juga berharap agar panitia pilwu dapat memulai budaya baru dengan membuat terobosan yang bisa mengupas kemampuan para calon dalam membaca permasalahan di desa lewat pemaparan program-programnya sehingga masyarakat tidak lagi memilih kucing dalam karung, juga bisa menjadi pegangan masyarakat untuk ditagih jika kelak kemudian terpilih.
“ calon kuwu itu berbeda dengan calon pemimpin lainya karena ia selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat, mukanya harus tebal jika ia lupa dengan janjinya, sanksi moralnya lebih besar” tandasnya.

Menara Post - Oleh Miftakul Akla

Dalam sistem demokrasi, peran partai politik (parpol) sangat besar menjadi penghubung yang strategis antara pemerintahan dan warga negara. Tidak berlebihan jika ada yang beranggapan, parpollah yang menentukan demokrasi Indonesia.

Ilustrasi
UU Nomor 2 Tahun 2008 menyebutkkan parpol dibentuk untuk mewujudkan cita-cita nasional bangsa sesuai dengan UUD 1945. Menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, serta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Artinya, parpol dibentuk sebagai wadah untuk menampung suara dan aspirasi rakyat untuk menuju kesejahteraan.

Tetapi seiring waktu berjalan, ternyata banyak parpol melenceng dari tujuan awalnya karena banyak kader yang notabene generasi muda, terjerat kasus korupsi. Hal ini pun membuktikan, spirit dan peran besar kaum muda sebagai agen of change dalam beberapa dekade terakhir mulai meragukan. Tambah lagi dengan gaya hidup hedonisme, gempuran budaya barat menjadi salah satu penyebab utama.

Jiwa nasionalisme kaum muda mulai luntur dan peran vital yang selama mereka mainkan mulai berubah. Padahal, ibarat nyawa kehidupan, nasionalisme merupakan jantung keberlangsungan kehidupan berbangsa bernegara. Nasionalisme merupakan tiang penegak eksistensi suatu negara. Kondisi ini semakin parah dengan banyaknya generasi muda yang mulai melupakan Pancasila sebagai ideologi Indonesia.

Sedikit ke belakang, sejarah terbentuk tidak terlepas dari peran dan kerja keras kaum muda. Sejak kebangkitan nasional tahun 1908 sampai kemerdekaan, kaum muda memegang peranan vital dalam perjalanan sejarah. Saat kritis, pemuda selalu berada di garda depan dan sigap. Mereka bersatu tujuan tanpa memandang suku, ras, maupun agama. Spirit itulah yang kemudian menjadi cikal bakal Soempah Pemoeda 28 Oktober 1928 dan Kemerdekaan Indonesia.

Pemuda-pemudi mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Peran mereka masih terlihat ketika Orde Lama dan baru tumbang, sampai bergulirnya reformasi. Campur tangan pemuda tidak bisa diabaikan dalam sejarah Indonesia.
Seiring berubahnya zaman, peran besar kaum muda mulai tidak terasa ketika Indonesia sedang membangun sistem demokrasi, sistem pemerintahan yang oleh Abraham Lincoln (1809–1865) didefiniskan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Artinya, kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi di tangan rakyat. Wargalah yang mempunyai hak, kesempatan, dan suara sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan.
[ads-post]
Namun sayang, peran besar pemuda seolah “terpasung” dengan berbagai kebijakan serta aturan yang dibuat sekelompok golongan atas nama demokrasi. Aturan yang secara tidak langsung mengebiri hak-hak kaum muda yang ingin berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Demokrasi yang seharusnya menjadi media untuk memberi kebebasan justru sebaliknya. Kaum pemuda mulai kehilangan arah dan tujuan karena lebih banyak yang berpikir pragmatis. Memang, untuk menuju demokrasi membutuhkan kendaraan bernama parpol.

Peran awal yang baik sudah hilang.

Kepentingan parpol yang merupakan kepanjangan tangan suara rakyat mulai pudar. Parpol lebih banyak ditunggangi kepentingan organisasi atau kelompok tertentu yang pragmatis. Mereka mengabaikan kepentingan rakyat. Banyak faktor yang menyebabkan peran parpol dalam penegakan sistem demokrasi mulai dipertanyakan.

Di antaranya, parpol lebih banyak berorientasi politik praktis. Tidak dipungkiri, pascareformasi parpol lebih banyak didominasi kepentingan politik praktis. Partai saling sikut untuk mendapat lebih banyak kursi legislatif guna semakin meningkatkan bargaining. Padahal di sisi lain, politik praktis yang dianut dan dijalankan parpol mengabaikan hak serta aspirasi rakyat.
Regenerasi

Regenerasi
Regenerasi tubuh parpol tidak sehat. Sudah menjadi rahasia umum, kaderisasi internal parpol terus menjadi persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan. Bahkan, sejumlah parpol mulai menunjukkan indikasi gagal dalam kaderisasi. Kondisi itu semakin pelik ketika ada politik dinasti dalam parpol.
Padahal, politik dinasti sangat tidak sehat dan bisa meruntuhkan sistem demokrasi yang sedang dibangun. Kemudian, minimnya peran politisi muda dari unsur cendikiawan. Padahal kalau boleh jujur Indonesia merupakan gudang cendikiawan yang memiliki pemikiran brilian untuk memajukan bangsa. Tetapi karena tidak memiliki “cukup ruang” untuk berekspresi dalam sistem demokrasi, akhirnya ide dan gagasan besar tersebut tinggal tetap dalam benak.
Sebagai pilar demokrasi, parpol harus bisa mengembalikan eksistensinya sebagai perwakilan suara rakyat. Nilai filosofis yang selama ini mulai terabaikan karena banyak parpol yang memiliki orientasi praktis. Meski sekarang semakin banyak bermunculan partai baru, ternyata belum sepenuhnya bisa mewakili suara rakyat. Parpol belum sepenuhnya bisa menampung politisi dan kaum muda “berbakat” seperti kaum cendikiawan atau kaum intelektual yang benar-benar hanya ingin membangun bangsa, tanpa ditumpangi kepentingan lain. Ini tantangan besar parpol agar mau menampung dan mewadahi pemuda-pemudi yang memiliki kapabilitas membangun bangsa.
Parpol harusnya mulai menata internal dengan memberi ruang bagi kaum cendekiawan yang ingin bersama berkontribusi untuk bangsa. Tidak hanya asal merekrut kader, tanpa dibekali kemampuan dan hanya berdasarkan popularitas. Sebenarnya, banyak kaum muda memiliki kapasitas, tapi tidak bisa menyalurkan gagasan dan inovasinya karena ruang berdemokrasinya tertutup.
Pembenahan internal parpol sangat mendesak mengingat demokrasi Indonesia belum bisa menyejahterakan seluruh rakyat seperti dicita-citakan founding fathers. Pembenahan internal partai dengan memasukkan generasi muda “berbakat.” Dengan begitu, citra parpol akan lebih baik dan bisa benar-benar menjalankan fungsi untuk mengembangkan demokrasi berdasarkan Pancasila berlandaskan nilai-nilai ketuhanan. Mereka bisa mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat. 
Penulis Mahasiswa Pascasarjana Undip Semarang

MENARA POST - Kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jelas sangat penting di saat lembaga lain tidak mampu menumpas korupsi. Lembaga lain lebih banyak bermain, tetapi KPK sungguh menjadi harapan memberangus para penilep uang rakyat.
Gedung KPK Pusat
Dengan kata lain, negara ini membutuhkan lebih banyak lagi lembaga semacam KPK karena koruptor terus beranak-pinak. Mereka menggurita memasuki seluruh sendi dan relung institusi negara.

Maka ketika terjadi berbagai upaya DPR membonsai KPK lewat banyak cara, sungguh menyedihkan. Mengapa DPR yang seharusnya mendukung proses pemberantasan korupsi malah terus saja tiada henti berupaya menumbangkan KPK. Salah satu cara melumpuhkan KPK dengan membentuk Pansus KPK. Seperti biasa, DPR tidak pernah mendengarkan suara rakyat, maka meski banyak ditolak, pansus tersebut terbentuk juga dengan pemaksaan diri karena malu kalau tidak terbentuk.

Heboh pansus tambah tak terkendali ketika seorang Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Aris Budiman, nyelonong memenuhi panggilan pansus, meskipun jelas-jelas institusi tempat bekerjanya melarang. KPK tidak mengakui pansus, sehingga menyatakan tidak akan meluluskan permintaan pansus terkait penyidikan.

Alasan Aris bahwa kehadirannya atas nama pribadi, rasanya tidak tepat. Sebab begitu seseorang menjadi pejabat, sebenarnya atribut bernama pribadi, sudah hilang. Dia menjadi milik publik, tidak bisa lagi mengataskanamakan pribadi. Demikian juga dengan Aris, begitu berada di KPK, apalagi menjabat selevel direktur, jelas tidak bisa mengatasnamakan pribadi. Dia hadir tidak bisa dalam kapasitas pribadi. Inilah yang sering tidak dipahami para pejabat. Begitu menjadi pejabat, ya tidak lagi boleh mengatasnamakan pribadi.
Pengamat dari Padang menilai kehadiran Aris ke pansus untuk kepentingannya sendiri. Dia mau mencari dukungan DPR untuk kasusnya. Memang nama Aris disebut-sebut dalam persidangan mantan anggota DPR, Miryam S Haryani, pemberi keterangan palsu dalam kasus korupsi e-KTP. Dalam video yang diputar di persidangan, terungkap ada sejumlah penyidik bertemu anggota Komisi III DPR di luar pemeriksaan. Salah satunya Aris. Selain itu, melalui video pemeriksaan Miryam itu disebutkan pula Aris menerima uang dua miliar rupiah. Itulah dugaan pengamat dari Padang tadi bahwa kehadiran Aris di pansus untuk mencari dukungan.
[ads-post]
Konflik dengan penyidik Novel Baswedan telah mendorong Aris ke pansus. Tak pelak hal ini menimbulkan keresahan di dalam internal KPK. Kasus akan semakin ramai bila polisi melanjutkan laporan Aris dan menjadikan Novel tersangka. Masyarakat pegiat antikorupsi menilai laporan Aris janggal. Hal itu mestinya diselesaikan secara internal, tidak perlu melaporkan ke polisi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga perlu tegas dalam kisruh bawahannya ini, jangan sampai meluas. Apalagi dalam sebuah online ditulis bahwa Novel atas nama pegawai KPK menolak terhadap penyidik senior dari Polri yang akan ditempatkan di KPK.

Menurut Novel, wadah pegawai KPK menolak karena Aris selalu menghalangi pemeriksaan sejumlah oknum Polri yang tersangkut dalam kasus yang sedang ditangani KPK. Jadi e-mail Novel ke Aris yang menjadi dasar pelaporan ke polisi atas nama wadah pegawai KPK, bukan Novel pribadi. Kapolri harus menghentikan kasus ini agar ikut serta menjaga ketenangan, sehingga KPK tidak gaduh. Sebab jika konflik berkepanjangan akan sangat merugikan rakyat karena koruptor tertawa-tawa.

Kapolri juga proaktif menelusur, benar tidaknya pernyataan Novel, sejumlah oknum Polri yang mau diperiksa terus dihalangi. Masyarakat menunggu totalitas Jenderal Tito untuk benar-benar membersihkan institusi Polri dari gaya lama seperti itu, saling melindungi. Tito harus lebih memperlihatkan, ada revolusi perbaikan dalam institusi Polri selama dia pimpin. Caranya, bongkar yang menghalangi pemeriksaan oknum Polri. Beranikah Kapolri?

Lahir dengan otak terlalu cemerlang dan dibesarkan dengan hobi berkuda, barangkali poker bagi Olivia Boeree adalah sesuatu yang paling akhir dicarinya.
Liv Boeree

 Namun, dunia memang suka memberikan keajaiban. Perempuan yang kelak memilih nama panggung Liv Boeree ini bahkan kini layak menyandang gelar ratu poker sejagat.

Poker hadir ketika ia begitu aktif di sekolah. Liv Boeree menjadi kapten hampir semua olahraga di tempatnya belajar. Hoki, lari, netball, dan semua hal yang membuatnya berkeringat, selalu dicoba dan dimenanginya.
Di sela-sela kegiatan tadi, poker seolah menjadi penjaga agar Liv Boeree senantiasa menyeimbangkan fisik dengan otaknya. Ada kenikmatan tersendiri kala Liv mampu menjungkalkan rekan-rekan prianya di usia muda. Bahkan, julukan ratu poker sudah layak disematkan ketika itu.
Berkuliah di University of Manchester dan mengambil Fisika plus Astrofisika, rasanya poker akan dilupakan Liv. Apalagi urusan kecerdasan, ia nyaris begitu sempurna.

Brebes - Penerimaan siswa baru untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah selesai. Tahun ajaran baru akan dimulai pertengahan bulan Juli 2017.
Ilustrasi/Karakter anak

Sejumlah orangtua murid di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengeluhkan adanya sumbangan dana pengembangan sekolah bagi murid baru di sejumlah SMA dan SMK di Brebes.

Orangtua murid mengeluhkan sumbangan tersebut dinilai memberatkan dan tinggi. Mereka menganggap pihak sekolah dan komite sekolah terkesan langsung menentukan besaran iuran tersebut tanpa mempertimbangkan kemampuan masing-masing wali murid.

Di SMA Negeri 2 Brebes misalnya, wali murid harus membayar iuran sebesar Rp 4 juta untuk dana pengembangan. Jumlah tersebut harus disetorkan sebagai syarat. Selain dana pengembangan, wali murid juga diharuskan membeli atribut dan seragam di koperasi sekolah.

Sementara di sekolah lain, wali murid justru menolak ketika pihak komite meminta membayar uang pengembangan sebagai syarat diterimanya anak mereka sebagai siswa baru. 

Mahfudin, salah satu wali murid yang anaknya diterima di SMA Negeri 1 Brebes mengatakan wali murid menolak dan hingga kini belum ada kesepakatan berapa uang yang harus dibayarkan untuk pengembangan sekolah.

"Waktu ada pertemuan antara wali murid dengan pihak komite. Tiba-tiba, kami disodori angka minimal dan maksimal yang harus dibayar," katanya. 

Menurutnya dengan adanya ketentuan angka minimal dan maksimal itu terkesan pemaksaan, karena tanpa musyawarah terlebih dulu dengan wali murid. Dalam pertemuan itu, pihak komite sekolah memberikan edaran berisi permintaan sumbangan pengembangan dengan mencantumkan angka minimal sebesar Rp 3,5 juta, Rp 4 juta hingga Rp 4 juta lebih.

"Angka yang disodorkan cukup memberatkan wali murid," katanya. 

Menurut Mahfudin, jika sekolah sedang melakukan pembangunan dan membutuhkan bantuan, hendaknya dimusyawahkan dulu dengan wali murid mengenai kebutuhan biayanya. Termasuk juga harus dilaporkan kegiatan pembangunan tahun lalu yang sudah dilaksanakan. 

Tidak hanya itu lanjut dia, pihak komite juga harus melaporkan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan dan berapa uang wali murid terkumpul pada tahun lalu yang sudah dibelanjakan untuk pembangunan itu.

"Sehingga bisa dihitung sisa kekurangan yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan. Berapa yang harus kami bayar. Ini yang terjadi tidak demikian, dan bertentangan dengan program pemerintah mengenai sekolah gratis atau murah," tambahnya. 

Karena tidak adanya kesepakatan dengan wali murid kata dia, pihak sekolah dan komite akhirnya menunda rapat permusyawaratan hingga hingga bulan September yang akan datang.

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala SMA Negeri 2 Brebes bidang Kesiswaan, Zamzami menjelaskan iuran pengembangan sebesar Rp. 4 juta itu sudah melalui musyawarah dengan wali murid. 

"Kami sudah langsung mengundang wali murid setelah ada pengumuman dan mereka sepakat membayar dana pengembangan sekolah," terangnya.

Menurut rencana, uang pengembangan itu akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan gedung pertemuan yang baru. Mengingat gedung aula yang lama kondisinya sudah tua dan tidak layak pakai.

Sedangkan Plt Kepala SMA Negeri 1 Brebes, Winaryo saat ditemui menyangkal telah mematok besaran uang pengembangan bagi siswa baru. 

Menurutnya sumbangan minimal yang hars dibayar sebesar Rp 3,5 juta itu baru wacana dan belum dirapatkan. Pihak sekolah menurutnya memang sedang melakukan pembangunan tempat parkir dan ruang serbaguna. Pembangunan ini sudah mulai dari tahun ajaran 2016-2017 dan akan dilanjutkan pada 2017-2017.

Menanggapi keluhan wali murid mengenai mahalnya iuran pengembangan ini, Bupati Brebes, Idza Priyanti mengimbau agar sekolah tidak membebani dengan iuran yang terlalu memberatkan. 

"Kalau SMA dan SMK, kan ada iuran tapi kalau SD dan SMP tidak boleh ada pungutan apapun. Kami akan memberikan sanksi administrasi jika ada SD dan SMP yang melakukan pungutan," tegas dia.

Mimpi bisa menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan, tapi di sisi lain mimpi juga bisa menjadi sesuatu yang sangat mengerikan. Kadang kala pula mimpi bisa menjadi sesuatu yang membingungkan. Namun pernahkah Anda memimpikan seseorang secara berulang kali?
Jika Anda pernah memimpikan seseorang secara berulang kali, entah itu orang yang Anda sukai atau Anda benci, semua mimpi tersebut ternyata ada artinya jika dilihat dari sisi psikologis.
Ilustrasi
Seseorang bisa muncul secara berulang kali ke dalam mimpi Anda bukan berarti Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda dengan orang tersebut. Tapi orang tersebut melambangkan sesuatu yang tidak Anda ketahui maknanya.

“Model pikiran sangat sesuai dengan gagasan tentang komputer,” kata psikolog klinis Dr. John Mayer kepada Elite Daily.
[ads-post]
“Ketika kita tidur, komputer kecil itu (otak) akan terus berputar. Itu tidak dimatikan atau berhenti. Kita memiliki persepsi bahwa kita merasa kosong saat sedang tidur, tapi (otak) tetap terus berjalan,” tambah Mayer.

Dia menambahkan kalau kita memimpikan seseorang secara berulang kali, orang tersebut sebenarnya melambangkan tekanan atau kegelisahan yang sedang Anda alami.

“Mimpi tersebut biasanya tidak sama persis, tetapi temanya biasanya berulang. Itu terus berulang di komputer (otak) Anda,” kata Mayer.

Jadi mungkin saja Anda sedang mengalami tekanan jika sering memimpikan seseorang yang sama secara berulang kali.

Sumber: Mirror.co.uk

MENARA POST - Indramayu,Pemerintah Kabupaten Indramayu akan menggelar pemilihan kuwu (pilwu) serentak di 30 kecamatan di Kabupaten Indramayu pada tahun 2017 ini. Gelaran pesta demokrasi pilwu ini sudah memasuki tahap persiapan, salah satunya adalah penyusunan draf perubahan perda dan rencana anggaran yang akan dibebankan oleh APBD Indramayu.
Ilustrasi
"Saat ini akan dibahas perubahan perda dulu seiring dengan putusan Mahkamah Konstitusi tentang persyaratan calon kuwu," ungkap Kadis PMD Kabupaten Indramayu, H. Dudung Indra Ariska kepada "FC" didampingi Kabid Pemdes, Sulaeman, akhir pekan kemarin di kantornya.

Menurutnya, belum lama ini pihaknya sudah berkordinasi dengan beberapa camat untuk membahas usulan biaya pelaksanaan pilwu bagi 138 desa di Kabupaten Indramayu. Salah satu draf usulan anggaran yang disampaikan perwakilan camat sebesar Rp73 juta per desa dengan sistem klasifikasi desa. "Itu baru rencana biaya yang disampaikan sebesar Rp73 juta per desa, saat ini masih belum final," tuturnya.

Berikut data kecamatan yang akan mengikuti pilwu secaraak..
[ads-post]
ke-30 kecamatan yang akan menggelar pilwu tersebut yakni Kecamatan Indramayu 6 desa, Sindang 3 desa, Balongan 4 desa, Arahan 6 desa, Cantigi 4 desa, Lohbener 3 desa, Juntinyuat 5 desa, Karangampel 5 desa, Kedokanbunder 2 desa, Krangkeng 5 desa, Kertasemaya 4 desa, Sukagumiwang 3 desa, Jatibarang 4 desa, Widasari 4 desa, Bangodua 5 desa, Tukdana 7 desa, Losarang 6 desa, Sliyeg 5 desa, Lelea 9 desa, Cikedung 3 desa, Terisi 1 desa, Kroya 4 desa, Gabuswetan 6 desa, Kandanghaur 7 desa, Bongas 5 desa, Sukra 5 desa, Patrol 4 desa, Anjatan 4 desa, Haurgeulis 6 desa dan Gantar 3 desa.

Dari 138 desa tersebut 8 desa saat ini dipimpin oleh pejabat kuwu karena meninggal dunia dan tersangkut kasus hukum.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget