Desember 2019

MENARA POST - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyetujui besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2020 sesuai rekomendasi para bupati dan wali kota di Jabar. Pengesahan UMK tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 56/175/Yanbangsos tentang Pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2020.

Kabupaten Karawang memiliki upah tertinggi di Jabar sekaligus nasional dengan nominal Rp 4.594.324,54. Kota Banjar masih berada di angka terendah, yakni Rp 1.831.884,83 sama seperti posisi tahun lalu.

Adapun dengan UMK 2020 sebesar Rp 4.589.708,90, Kota Bekasi berada di posisi dua menyusul Karawang. Mengisi lima besar lainnya adalah Kabupaten Bekasi (Rp 4.498.961,51), Kota Depok (Rp 4.202.105,87), dan Kota Bogor (Rp 4.169.806,58).

Sementara itu selain Banjar, daerah dengan UMK terendah di 2020 antara lain Kab. Pangandaran (Rp 1.860.591,33), Kabupaten Ciamis (Rp 1.880.654,54), Kabupaten Kuningan (Rp 1.882.642,36), serta Kabupaten Majalengka (Rp 1.944.166,36).

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jabar Mochamad Ade Afriandi, semua UMK sudah sesuai pertimbangan Dewan Pengupahan.

"Semua tuntutan (serikat) juga masuk bahasan dalam pleno, dan akhirnya Dewan Pengupahan mengacu pada rekomendasi bupati/wali kota menggunakan acuan surat edaran menteri (ketenagakerjaan)," kata Ade pada agenda JAPRI terkait UMK 2020 kabupaten/kota se-Jabar di Gedung Sate Kota Bandung, Jumat, 22 November 2019.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia memutuskan bahwa Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 naik 8,51 persen mengacu inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ade menegaskan format baru berupa Surat Edaran merupakan terobosan gubernur untuk mencari keadilan dan menjadi salah satu upaya mengurangi disparitas upah di Jabar.
[ads-post]
"Setiap kebijakan pemerintah tidak bisa memuaskan semua lapisan masyarakat, pasti ada yang tidak puas. Tapi di situlah fungsi pemerintah utnuk mencari keadilan," ujar Ade.

Berikut daftar UMK 2020 di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat (tertinggi-terendah):

1. Kabupaten Karawang Rp 4.594.324,54
2. Kota Bekasi Rp 4.589.708,90
3. Kabupaten Bekasi Rp 4.498.961,51
4. Kota Depok Rp 4.202.105,87
5. Kota Bogor Rp 4.169.806,58
6. Kabupaten Bogor Rp 4.083.670,00
7. Kabupaten Purwakarta Rp 4.039.067,66
8. Kota Bandung Rp 3.623.778,91
9. Kabupaten Bandung Barat Rp 3.145.427,79
10. Kabupaten Sumedang Rp 3.139.275,37
11. Kabupaten Bandung Rp 3.139.275,37
12. Kota Cimahi Rp 3.139.274,74
13. Kabupaten Sukabumi Rp 3.028.531,71
14. Kabupaten Subang Rp 2.965.468,00
15. Kabupaten Cianjur Rp 2.534.798,99
16. Kota Sukabumi Rp 2.530.182,63
17. Kabupaten Indramayu Rp 2.297.931,11
18. Kota Tasikmalaya Rp 2.264.093,28
19. Kabupaten Tasikmalaya Rp 2.251.787,92
20. Kota Cirebon Rp 2.219.487,67
21. Kabupaten Cirebon Rp 2.196.416,09
22. Kabupaten Garut Rp 1.961.085,70
23. Kabupaten Majalengka Rp 1.944.166,36
24. Kabupaten Kuningan Rp 1.882.642,36
25. Kabupaten Ciamis Rp 1.880.654,54
26. Kabupaten Pangandaran Rp 1.860.591,33
27. Kota Banjar Rp 1.831.884,83. (*)


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MENARA POST -Bangkai salah satu kapal perang Jerman paling terkenal di Perang Dunia I, Battlecruiser Scharnhorst telah ditemukan di dasar laut dekat Kepulauan Falkland. Ini menjadi tempat kapal itu tenggelam dalam pertempuran dengan kapal perang Inggris lebih dari 100 tahun yang lalu.

Battlecruiser Scharnhorst tenggelam pada 8 Desember 1914, dengan lebih dari 800 awak kapal, termasuk Laksamana Jerman Maximilian Graf von Spee. "Momen penemuan itu luar biasa. Kami sering mengejar bayangan di dasar laut, tetapi ketika Scharnhorst pertama kali muncul dalam aliran data, tidak ada keraguan bahwa ini adalah salah satu armada Jerman yang terkenal itu," kata arkeolog kelautan Mensun Bound, pemimpin ekspedisi, dalam sebuah pernyataan, dilansir laman livescience, Jumat (13/12).
Menggunakan kendaraan bawah air otonom (AUV) yang dioperasikan dari kapal survei Seabed Constructor, para peneliti menemukan bangkai kapal ini sekitar satu mil (1,6 kilometer) atau 5.000 kaki di bawah permukaan Samudra Atlantik. Setelah ditemukan oleh sonar AUV, para peneliti mengirim sebuah kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) untuk mengambil video.
"Kami mengirim ROV, dan hampir dengan segera, kami berada di ladang puing yang bertuliskan 'pertempuran', tiba-tiba, kami pun melihat kapal itu dengan senjata-senjata besar yang menyodok ke segala arah," lanjut arkeolog.
Pencarian dasar laut
[ads-post]
Tim arkeolog mulai mencari bangkai kapal Scharnhorst dan kapal perang lainnya dari skuadron Jerman di abad ke-100 Pertempuran Kepulauan Falkland pada Desember 2014, tetapi mereka belum berhasil.
Pencarian dilanjutkan kembali bulan lalu, menggunakan empat Samudra Infinity AUV yang canggih yang dilengkapi dengan instrumen sonar untuk mencari daerah dasar laut 1.730 kilometer persegi atau 4.500 kilometer persegi di dekat Falklands.
Penemuan itu pun terjadi secara tak terduga, ketika AUV meninggalkan jalur pencariannya untuk berbalik dan memindai garis dasar laut lain. Saat berbalik arah tersebut, tim justeu melewati Scharnhorst selama belokan.
Para ilmuwan menyadari bahwa mereka akhirnya "menemukan" bangkai kapal ketika AUV kembali ke permukaan. Data dari pencarian pun diunduh serta diubah menjadi format yang dapat dibaca.
Sebagai seorang yang lahir di Falklands, Bound pun merasa penemuan Scharnhorst memiliki makna khusus. "Sebagai seorang Penduduk Pulau Falkland dan seorang arkeolog kelautan, penemuan signifikansi ini adalah momen yang tak terlupakan dan pedih dalam hidup saya," katanya.
Setelah ini, tim pencarian menargetkan menemukan sisa armada Jerman tersebut untuk lebih memahami peristiwa pertempuran dan untuk memastikan perlindungan tempat ditemukan kapal. Bangkai kapal itu  terletak di dasar laut sekitar 100 mil laut di sebelah tenggara Port Stanley, ibukota Kepulauan Falkland yang belum disentuh atau diganggu dengan cara apa pun.
"Maka tempat itu pun sekarang akan dilindungi secara hukum," kata Donald Lamont, ketua Kepercayaan Warisan Maritim Falklands.

Dalam sejarahnya, kapal Scharnhorst telah mencoba untuk memimpin serangan angkatan laut di Falklands, tetapi skuadron Jerman terkejut dengan kekuatan yang lebih besar dari kapal perang Inggris saat itu. Selama Pertempuran Kepulauan Falkland, Inggris menenggelamkan Scharnhorst bersama dengan delapan kapal perang Jerman lainnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget