Agustus 2019

 MENARA POST - Indramayu, Motivator-motivator MLM memang luar biasa hebat, mungkin lebih hebat dari Mario Teguh. Mereka sering mengadakan ‘seminar’ di berbagai kota, dihadiri ribuan anggota serta calon down line baru.

Untuk memompakan doktrin MLM, mereka menjual rekaman kaset motivasi yang harus selalu didengarkan oleh para anggota. Meski banyak yang sudah tertipu akibat bisnis tersebut, namun masih ada saja sebagian masyarakat yang tergiur akan bisnis tersebut.

Baru-baru ini hal yang mengerikan menimpa Ibu Wastinah dan keluarganya, Nenek berusia 73 tahun warga Desa Tenajar Lor, Indramayu ini terpaksa menanggung beban hidup yang sangat berat di hari tuanya akibat perbuatan yang tidak dia lakukan.

Masalah ini berawal dari bisnis MLM yang dijalani oleh anaknya dengan rekan bisnisnya yang berakhir di PN Indramayu. Nenek Wastinah tidak tahu menahu bahkan tidak pernah dilibatkan sebagai para pihak dalam perkara gugatan di Pengadilan trsebut.
[ads-post]
Akibat dari permasalahan itu, hari ini sebuah tanah dan bangunan, satu-satunya milik Ibu Wastinah disita oleh pengadilan Negeri Indramayu.

Melalui Cucunya Akhmad Fauzi, Nenek Wastinah meminta bantuan pendampingan dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) untuk mendapatkan keadilan hukum. Akhmad Fauzi yang juga menjadi salah satu pengurus JPKP, meminta JPKP ikut menperjuangkan hak nenek Wastinah atas tanah dan bangunan yang akan di sita.

Hj Sri Windayani SH.MM selaku Pengacara sekaligus ketua JPKP DPW Jabar mengatakan telah mendaftarkan gugatan ke PN Indramayu, pada tanggal 5 Agustus 2019 Nomor Gugatan :32/Pdt.G/2019/PN.Idm.

"Kami sudah melakukan upaya untuk Penundaan penyitaan dengan pihak juru sita, namun mereka tidak mau dan mereka tetap melakukan sesuai penetapan Ketua Pengadilan Negeri" Katanya. Selasa 13/8/2019.

Hj. Sri Windayani menambahkan JPKP Indramayu akan terus memperjuangkan hak Nenek Wastinah hingga keadilan hukum berpihak kepadanya. Dalam sebuah rekaman video terlihat barang-barang milik nenek Wastinah dikeluarkan dari dalam rumah oleh beberapa petugas.

Dia pun berharap gugatannya akan menang di persidangan nanti.

"Harapan kita menang pada gugatan kami di pengadilan Negeri karena AJB tidak sesuai dgn prosedur" Harapnya.

Berdasarkan putusan PN Nomor 01/Pdt.G.S/2015/PN.idm dan penetapan KPN Nomor :1/Pdt.Eks/2018/PN.Idm JO Risalah Lelang Nomor :1642/2016, pihak PN telah menyita tanah dan bangunan milik Nenek Wastinah dan dialihkan menjadi milik Suma bin Balya.

Pena
By.
Adam P
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
JPKP Dok


 MENARA POST - Kuala Lumpur - Seorang remaja Inggris yang dilaporkan menghilang dari sebuah resor di Malaysia, ditemukan tewas di dalam hutan dalam keadaan telanjang. Ia ditemukan setelah pencarian selama sepuluh hari yang melibatkan tim yang beranggotakan ratusan orang.

Dilansir AFP, Selasa (13/8/2019), sebuah helikopter mengeluarkan tubuh remaja itu dari hutan dan membawanya ke rumah sakit. Kedua orang tua remaja yang bernama Nora Quoirin (15) itu kemudian mengidentifikasinya.

Quoirin menghilang dari Dusun Resort, tak jauh dari Kuala Lumpur, pada 4 Agustus 2019. Ia dan keluarganya yang berasal dari London datang ke Malaysia untuk berlibur pada 3 Agustus 2019.

Keluarganya yakin Quoirin--yang menderita holoprosencephaly--diculik. Namun, polisi mengklasifikasikannya sebagai kasus orang hilang.
[ads-post]
Lebih dari 350 orang dikerahkan untuk masuk ke hutan yang lebat. Pencarian itu juga didukung oleh helikopter, drone, anjing pelacak, dan penyelam. Sementara itu, dukun tradisional melakukan ritual dalam upaya untuk menemukannya.

Wakil Kepala Polisi Nasional Malaysia Mazlan Mansor mengatakan mayat Quoirin ditemukan di sebuah sungai kecil di jurang sekitar 2,5 kilometer (1,5 mil) dari resor. Mazlan mengatakan jasad Quoirin ditemukan dalam keadaan telanjang, tetapi tidak menyebutkan apakah ada luka-luka di tubuhnya. Menurutnya, kasus ini juga masih diperlakukan sebagai kasus orang hilang.

"Keluarga telah mengonfirmasi itu adalah tubuh Nora," kata Kepala Polisi Negara Bagian Sembilan Mohamad Mat Yusop. Yusop mengatakan pemeriksaan post-mortem akan dilakukan pada Rabu (14/8) pagi.

Sekelompok sukarelawan yang menjadi bagian dari tim pencarian dan penyelamatan menemukan mayat tersebut setelah diberikan informasi oleh seorang anggota masyarakat. Polisi pun langsung bergegas ke lokasi setelah mendengar informasi tersebut. Mayat Nora ditemukan di zona pencarian resmi, area yang sebelumnya juga merupakan cakupan dari pencarian tim.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

 MENARA POST - Indramayu - Serikat Buruh Migran Indonesia Cabang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menerima 34 aduan penipuan dengan modus penawaran kerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia.

"Korban yang mengadu ke SBMI Indramayu sejumlah 34 orang, dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp300 juta," kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih di Indramayu, Selasa.

Dari 34 orang calon PMI tersebut yang mengadu ke SBMI, kata Juwarih, rata-rata diiming-iming oleh pelaku dengan informasi lowongan kerja ke negara, seperti Jepang, Korea Selatan dan Taiwan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) formal.

Mereka dijanjikan pekerjaan sedang tersedia, proses cepat dan gaji besar, akan tetapi setelah mengikuti arahan para pelaku, ternyata mereka ditipu.

"Dengan perekrut yang berbeda-beda, dari 34 orang CPMI tersebut yang menjadi korban penipuan dengan modus perekrutan ke Taiwan sebanyak 24 orang, Korea Selatan tujuh orang, sisanya ke Jepang," ujarnya.
[ads-post]
Juwarih mengingatkan kepada masyarakat khususnya bagi calon PMI agar jangan mudah tergiur dengan informasi lowongan kerja ke luar negeri di media sosial.

Karena sekarang sedang banyak info tawar kerja ke luar negeri di facebook seperti kerja ke Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Australia, Polandia dan sejumlah negara di Timur Tengah serta kerja magang ke Jepang.

Juwarih mengimbau kepada masyarakat khususnya di Indramayu jika ada informasi lowongan kerja ke luar negeri baik melalui daring maupun luring agar waspada jangan mudah tergiur dan mempercayainya.

"Apalagi dengan janji yang menggiurkan, itu sangat perlu diwaspadai," katanya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Bakar Sampah Ilustrasi
 MENARA POST - INDRAMAYU- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka mencatat Indramayu punya sebaran hotspot atau titik api terbanyak di Jawa Barat.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn mengatakan sebaran hotspot di Kabupaten Indramayu itu ada di tiga titik.

"Ketiganya ada di Kecamatan Gantar," ujar dia melalui pesan singkat, Selasa (13/8/2019).

Selain Kabupaten Indramayu, tiga kecamatan di tiga kabupaten lainnya, yaitu Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut, Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi juga terdapat sebaran hotspot.
[ads-post]
Ketiga Kabupaten itu disebutkan Ahmad Faa Izyn masing-masing terdapat satu titik hotspot.

Data tersebut berdasarkan pantauan sensor modis pada tanggal 12-13 Agustus 2019.

Ia menjelaskan, titik hotspot yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan tinggi, yakni 50-100 persen.

Ahmad Faa Izyn mengimbau, agar tak terjadinya kebakaran, masyarakat tidak membakar sampah secara sembarangan.

Masyarakat juga diminta untuk menyediakan peralatan pemadaman api dan membuat penampungan air.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget