Juli 2018

 MENARA POST - Subang-Keberhasilan Koperasi Tani Warga Makmur tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak dalam mengembangkan visi dan misi koperasi sebagai wadah dari para petani dalam mewujudkan ketahanan pangan. Koperasi  membutuhkan kerja sama berbagai pihak (stakeholders) untuk bisa mencapai keberhasilan bersama,"ucap ketua Koperasi Supardi saat diwawancarai media di kantor nya ,Senin (30/07)
Koperasi Tani  " Warga Makmur " Mulai Berbenah Demi Sejahteranya Petani

Supardi menambahkan,Usaha itu harus diiringi modal kerja keras, kerja cerdas serta kunci emas bisnis para petani adalah dapat bermitra untuk ikut serta menjadi anggota koperasi tani warga makmur  tentu dengan bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah dalam membina koperasi agar tetap eksis dalam menjalankan tugas dan amanah sesuai dengan perundangan perkoperasian   yang berlaku
,"tuturnya

Ditempat yang sama, Sekretaris Koperasi Tani Warga Makmur Aan menjelaskan, Bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) tahun 2017.

Lanjut Aan, hal ini sebagai pertanggungjawaban koperasi dalam menjalankan roda organisasi koperasi tani warga makmur  periode 2018-2022.
Sementara itu, Sejak  terbentuknya struktur kepengurusan yang baru pada hari Selasa tanggal 09 Januari 2018 telah diadakan rapat anggota tahunan bertempat di Kp.Cerelek Rt 13 Rw  06 Desa Gunung Sembung Kecamatan Pegaden Kabupaten Subang. Pertemuan ini untuk mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus,laporan pertanggung jawaban pengawas,rencana kerja tahun buku 2018,dan mengesahkan RAPBK tahun buku 2018 dan menetapkan perubahan alamat kantor (Agenda perubahan Angaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi serta sehubungan dengan  berakhirnya masa bakti pengurus dan pengawas jadi dipilih kembali dengan sistem aklamasi, Dengan pengurus dan pengawas baru periode tahun 2018 sampai 2022 adalah sebagai berikut, Ketua Supardi,Wakil Ketua DM.Untung Tarang,SH,Sekretaris Aan,Sekretaris II Kusnadi.Haryadi ,Bendahara Carmanto Adapun susunan pengawas baru adalah H.M Ali Muthohar,SH,Anggota Edy Supratman,Anggota II Acim Fauzi.

Koperasi ini juga telah memiliki legal formal diantaranya  berupa NPWP Koperasi,surat izin usaha perdagangan (SIUP),tanda daftar perusahaan (TDP),terdaftar di BPMP dan Dinas koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah Kabupaten Subang.

Pihaknya akan berupaya agar petani dapat aman dalam bekerja sehari-hari maka pihak koperasi selalu membekali Kartu Tanda Anggota dengan surat tugas disesuaikan dengan kebutuhannya
Dia berharap setelah di agendakan  pertemuan dengan pihak pemerintah  masyarakat bisa sadar bahwa banyak  manfaat bergabung ke Koperasi salah satunya adalah rencana koperasi akan membantu anggota untuk menerima hak-haknya misalnya ketika ingin mengurus sertifikat tanah garapannya menjadi sertifikat yang semula hanya hak garapan usaha tersebut.

Jadi,Ia meminta pemerintah mendukung program koperasi agar dapat berjalan sesuai dengan fungsinya sehingga masyarakat bisa  bergabung ke Koperasi karena merupakan nadi dan jantungnya para petani yaitu bisnis koperasi tani. Sehingga pemerintah setempat diminta mendukung kegiatan koperasi ini.

Program kerja koperasi ini bisa membawa dampak atau manfaat besar bagi petani dengan Harapan semoga pemerintah bisa membantu petani kita bisa sejahtera. Bukan hanya yang di atas yang senang, tapi juga yang di bawah harus makmur dan sejahtera

Aan menambahkan, bahwa ini mimpi bersama dalam memperjuangkan hak para petani yang mana mereka sudah seharusnya punya sertifikat tanah yang sudah semestinya ada persyaratan yang ditentukan oleh BPN Kabupaten Subang maupun Pemerintah Daerah dalam hal ini eksekutif, legeslatif dan yudikatif diminta untuk bersama koperasi mensejahterakan petani khususnya di kab.Subang,"tegasnya (Eka)

Pencurian tali kafan
 MENARA POST - SIDOARJO - Pelaku pencurian tali kafan jenazah di Makam Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo ternyata mengambil tiga tali kafan di jenazah mendiang Janji, warga setempat yang dikubur di sana.

Ini diketahui setelah keluarga membongkar makam untuk memastikan peristiwa pencurian itu.

"Setelah dibongkar, ternyata tiga tali kain kafan suami saya hilang. Yakni tali kafan di bagian atas kepala, tali di perut dan tali bagian kaki," kata Buarah, istri almarhum Janji, Minggu (29/7/2018).

Mendiang Janji meninggal dunia pada Kamis (19/7/2018) lalu.

Setelah tujuh hari makamnya dijaga, ternyata pada Sabtu (28/7/2018) pagi warga melihat kejanggalan di makamnya.

Diduga bekas dibongkar orang pada Jumat (27/7/2018) malam.

Untuk memastikan itu, keluarga almarhum memutuskan membongkar makam.

Dan ternyata benar, setelah makam dibongkar diketahui tiga tali kafan jenazah Janji semua hilang.

"Saya yakin, pencurian tiga tali itu terjadi pada Jumat (27/7/2018), sehari setelah tidak dijaga oleh keluarga saya. Terakhir dijaga adalah Kamis (26/7/2018) malam," sambung dia.

Setelah memastikan tiga ikat tali kain kafan hilang, keluarga Buarah juga laporan ke perangkat desa, yakni melalui Sekdes Medalem Timan A Timan kemudian dilanjutka melapor ke Polsek Tulangan.

Petugas Polsek juga datang ke makam menyaksikan penggalian kembali kuburan almarhum dan melihat bahwa tiga tali kafan itu tidak ada.

Polisi menduga, pelaku pencurian ini adalah orang yang percaya mendalami ilmu kekebalan atau sejenis ilmu hitam.

Setelah pembongkaran itu, menurut Kanit Reskrim Polsek Tulangan Ipda Sudarsono, keluarga dan aparat desa akhirnya menyepakati sesuai kearifan lokal untuk dilakukan penguburan kembali dan tanah urukan makam dikembalikan seperti semula.

Kasus pencurian tali pocong atau tali kain kafan jenazah ternyata bukan hanya cerita di film.

Di Sidoarjo, warga sedang dihebohkan peristiwa pencurian tali kafan di makam umum Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

Makam almarhum Janji, warga setempat yang meninggal dunia pada Kamis Kliwon (19/7/2018) lalu diketahui habis digali dan dibongkar oleh orang tak dikenal.

Warga dan pihak keluarga mengetahui kejadian itu pada Sabtu (28/7/2018) pagi. Diduga peristiwa pencurian itu terjadi Jumat (27/7/2018) malam saat keluarga dan warga tidak ada yang menjaga makam.

"Sejak dimakamkan sampai selama tujuh hari, keluarga dan warga terus menjaga makam tersebut," kata Buarah, istri Almarhum Janji, Minggu (29/7/2018).

Menjaga makam selama tujuh hari atau bahkan sampai 40 hari merupakan pesan dari orang-orang tua di sana.

Khusus ketika ada warga yang meninggal dunia pada Kamis Kliwon atau Malam Jumat Legi.

Ternyata, setelah dijaga tujuh hari, tetap saja kebobolan.

Diduga pelaku sudah mengincarnya sehingga langsung beraksi begitu kuburan tidak ada yang menjaganya.

Diceritakan, orang yang pertama mengetahui ada kejanggalan di kuburan itu adalah Suryat, petani yang sawahnya berada di samping makam.

Saat berjalan usai panen tanaman Sawi, dia melihat ada keanehan pada kondisi tanah urukan kuburan almarhum.

Suryat curiga kuburan itu ada bekas galian. Dia kemudian memberitahukan itu ke Mujiono, kerabat almarhum.

Mendapat kabar itu, keluarga almarhum lantas datang ke makam untuk mengeceknya.

"Ternyata benar di kuburan suami saya ada bekas digali seseorang. Urukan tanah juga tidak merata dan masih menjorok ke dalam."

"Padahal terakhir saat dijaga oleh keluarga, bagian permukaan makam, tanahnya masih menjulang ke atas atau mumbul seperti kuburan lainnya," urai Buarah.

Di sekitar makam juga ditemukan batok kelapa yang diduga dipakai pelaku mengeruk tanah kuburan suaminya.

Di pinggir pagar makam juga ada bekas bercak kaki pelaku yang diusapkan pada bagian pojok pintu kecil bobolan sebelah utara.

Kabar pencurian tali kafan inipun cepat menyebar ke kampung. Bahkan ke berbagai daerah lain di Sidoarjo.

Warga juga penasaran dengan peristiwa yang belum pernah mereka ketahui itu.

Beberapa warga menceritakan, tali kafan orang yang meninggal malam Jumat Legi bisa untuk kesaktian. Khususnya untuk ilmu hitam.

"Kabarnya kalau pakai itu bisa menghilang," kata Agus, warga sekitar.

Pelaku telah mencuri tiga helai tali yang mengikat kain kafan pembungkus jenazah.

Menanggapi hal ini, keluarga mendiang Janji memilih tidak memperpanjang urusan tersebut dan memilih ikhlas.

Buarah (51), istri almarhum Janji (56), mengaku sudah mengikhlaskan dan tidak mempermasalahkan peristiwa ini.

Namun pihaknya berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran dan jangan sampai terulang lagi, khususnya di Medalem.

Diceritakannya, sejak awal melakukan penjagaan di makam almarhum sudah ada beberapa keanehan. "Tapi saat itu kami juga tidak sampai curiga apa-apa," kata Buarah, Minggu (29/7/2018).

Keganjilan yang terjadi itu antara lain banyak pepohonan di sekitar makam seperti terhempas angin kencang.

Kemudian sempat ada bayangan seseorang yang lari-lari dari tempat satu ke tempat lainnya dan sebagainya.

"Pada malam hari kedua, anak saya yang berjaga seperti melihat bayangan seseorang dari dekat pintu makam.

Saat itu seperti ada orang berlari dan meloncat dari jarak agak kejauhan dekat pintu masuk makam," kisahnya.

Dia menyebut orang itu sempat meloncat ke balik pagar lalu hilang.

Orang tersebut seperti memakai penutup di bagian kepala dengan menggunakan kain sarung, hanya tampak bagian matanya saja.

Kejadian aneh juga dijumpai oleh Buarah sendiri.

Saat mengunjungi orang-orang yang berjaga, ia melihat pohon depan pintu masuk makam seperti kena hempasan angin kencang.

Anehnya hanya dua pohon saja, lainnya tidak.

Keanehan-keanehan itu hampir terjadi setiap malam selama tujuh hari menjaga makam.

Seperti ada upaya untuk mengusir keluarga yang berjaga di makam.

Namun, mereka tidak curiga. Dan baru menyadarinya setelah peristiwa pencurian itu terjadi.

Setelah kejadian tali ikat kain kafan almarhum hilang, sambung Buarah, semua keluarga baru menarik ingatan ke belakang bahwa kejadian aneh-aneh dan janggal itu diasumsikan ada sengaja ingin mengusir para penjaga kuburan untuk kembali pulang atau takut tidak menjaga lagi.

Itu terbukti, ketika malam ke delapan, saat makam tidak dijaga, ada pelaku yang membongkar makam dan mengambil tiga tali kafan almarhum.

Peristiwa ini baru diketahui keesokan harinya, Sabtu (28/7/2018).

Keluarga almarhum sempat membongkar makam untuk memastikannya. Dan ternyata benar, tiga tali kafan hilang.

Kendati demikian, keluarga almarhum memutuskan tidak memperpanjang perosalan ini. Mereka ikhlas dan berharap peristiwa serupa tidak terulang lagi.

"Ke depan, warga bisa lebih berhati-hati. Kalau ada yang meninggal pada Malam Jumat Legi, sebaiknya dijaga sampai 40 hari, seperti pesan orang -orang tua," harapnya. (*)

 MENARA POST Subang - Sekolah SD Negri Karanganyar 1 Desa Sukamandijaya Kec.Ciasem Kabupaten Subang telah terjadi pungutan liar (pungli) terhadap siswa sekolah tersebut
Dinas pendidikan kabupaten subang

Salah seorang orang tua siswa  kelas VI Bambang menjelaskan, Pungli dengan motif pembuatan Kartu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan pembelian mendali bagi siswa kelas VI dan uang daftar siswa kelas VI  ke jenjang SLTP.

Lanjut Bambang, persiswa dipungut biaya pembuatan kartu NISN sebesar Rp 28.000,- Mendali 25.000, mendaftar ke SMP Rp 50.000 ,- jika memang semua siswa harus di bebankan seperti ini, kami orang tua siswa merasa keberatan karena kami ada yang mampu dan yang tidak mampu.

 Pembuatan Kartu NISN ini kan merupakan Program Nasional kenapa harus menebus dan membebankan kepada siswa," ujarnya.

Ketika di konfirmasi Kepala SDN Karanganyar 1 Kuswati mengatakan, "Waktu itu saya mendapat surat dari PWI  memohon dana partisipasi dalam kegiatan HUT PWI Kab.Subang secara inisiatif saja sekolah ingin berpartisipasi dengan menjual mendali dan Kartu NISN bagi siswa kelas VI.  Saya sendiri sudah sampaikan kepada Ortu siswa guru hanya sebatas membagikan kartu. tetapi tidak pernah memerintahkan untuk membayar uang tersebut buktinya masih banyak mendali yang tersisa," ujarnya.

Guru siswa kelas VI Juniah mengatakan, kartu NISN dan mendali memang itu sudah dari Kab.Subang hanya Kasek mengetahui saja yang lebih paham itu komite sekolah karena sebelumnya diadakan rapat dengan Ortu siswa,"terangnya

Ia membantah, jika pernah memberikan perintah untuk membeli kartu NISN dan mendali kepada  siswa  Ia mengaku, itu komite sekolah yang menjual karena itu langsung dari Kab.Subang silahkan rekan media konfirmasi ke pada Dinas Pendidikan,"tegasnya

Menurut Kepala UPTD Pendidikan Kec.Ciasem Saepul Hudaya menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah merekomendasikan ke sekolah agar siswa membeli  kartu NISN dan mendali tersebut, malah sebaliknya dia tidak mengizinkan  sekolah untuk menjual  kartu NISN dan mendali . hanya mungkin saja ada oknum wartawan berinisial (DM)  yang mengaku sudah ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan maupun UPTD Pendidikan Kec. Ciasem . "Saya rasa sudah cukup keterangan yang kita sampaikan. Kita juga akan panggil mulai dari Kepala Sekolah, UPTD, hingga kelompok kerja kepala sekolah (K3S) jika memang benar penjualan kartu NISN dan mendali ada rekomendasi dari Dinas saya pastikan itu bukan dari Dinas tetapi oknum wartawan (DM) yang sengaja menjual ke sekolah dan meminta  sekolah untuk menjualnya kepada siswa," paparnya.

Meski tidak punya hak untuk melarang , Kepala UPTD menilai, Pihaknya akan melarang bagi Sekolah yang melakukan Pungli dilingkungan sekolah, "katanya (Didit)

 MENARA POST -  NDRAMAYU - Suasana akhir pekan yang  cerah seketika berubah  mengagetkan, karena telah ditemukan  sesosok mayat yang mengapung disalah-satu empang milik warga di blok talang tembaga Kelurahan Paoman, Minggu (29/7/18).
Warga sekitar sedag mengangkat jenazah tong wi dari empang

Saksi mata H. Rana (65) mengatakan bahwa saat  akan mengontrol empang miliknya, tiba-tiba ditengah perjalanan  dikagetkan oleh sosok kepala yang mengapung di pinggiran empang.

"Sekitar pukul 09. 00 pagi, saya  dikagetkan dengan munculnya kepala manusia dari empang milik Suranto warga Blok Kalen Talang, Kelurahan Paoman, Kecamatan Kabupaten Indramayu" Katanya.

Suranto kemudian memberitahukan hal itu kepada warga lain yakni, Warsita (60) dan  Deden (39) yang kebetulan ada didekat tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami bertiga  bersama-sama memastikan siapa mayat yang ditemukan tersebut, dan dilanjutkan dengan melaporkannya kepada pihak Kepolisian setempat",  Imbuhnya.

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin melalui Polsek Indramayu menerangkan
bahwa korban bernama Hermawan alias Tong Wi  (70) yang beralamat dijalan Kapten Arya Gang. 41 RT/08  RW/03 Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Kabupaten. Indramayu.

"Korban meninggal  diduga akibat tidak berdaya ketika terjatuh kedalam air, karena sudah pikun dan lanjut usia, pada jasad korban tidak ditemukan  unsur kekerasan ataupun penganiyaan, berarti kejadian tersebut murni kecelakaan",  terangnya.

Ditambahkan Polsek setempat bahwa pihak keluarga tidak memperkenankan jasad Tong Wi diotopsi, pihak keluarga menyadari bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan, rencananya jasad Tong Wi akan disemayamkan dirumah duka dan akan dikremasi.

Pena  : AA
Editor: Redaktur

 MENARA POST -  Indramayu, Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Indramayu memasuki tahap penyerahan buku tabungan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) selaku penerima bantuan.
Acara serah terima buku rekening kepada penerima program BSPS
Salah satunya Desa Tenajar Lor Kecamatan Kertasmaya. acara serah terima
dilaksanakan di aula balai  Desa Tenajar lor Kamis, 26 Juli 2018.

Penyerahan simbolis kord.TFL Bambang Sulistyo kepada salah satu MBR
Hadir pada pelaksanaan acara serah terima tersebut, Kuwu Tenajar Lor, H. Aep  Saepudin Camat Kertasmaya,  Ade Sukma Wibowo Sos ,Msi  , Tim Teknis PUPR Bambang Sulistiyo ( selaku kordinator fasilitator), Perwakilan Bank BTN cabang Indramayu Gustiharjo, dan semua MBR selaku penerima bantuan.

Dalam sambutanya Kuwu Tenajar Lor mengapresiasi program bantuan yang di terima masyarakatnya dan berharap lancar tidak ada kendala apapun. Ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu program tersebut di desanya.

"Mudah mudahan program ini berjalan lancar tanpa ada kesan buruk apapun, dan seperti yang kita harapkan yaitu masyarakat mempunyai rumah tinggal yang layak untuk di tempati " terang Aep

Dalam rangkaian acara tersebut masyarakat menyimak dengan baik apa yang dipaparkan terkait tentang bagaimana proses datangnya bantuan dari mulai pengajuan pencairan  dan pelaksannya kepada para penerima.

Salah satunya Rukaya penerima bantuan, melalui anaknya Soni (30 tahun) ketika dimintai tanggapannya terkait program yang ia terima, merasa bantuan tersebut sebagai berkah, sebab sudah lama menantikan rumahnya diperbaiki.

" Allhamdullillah ibu saya sudah menantikan bantuan ini sejak lama dan bersyukur sekarang dapat kabar bantuannya sudah turun" ujar Soni


Sebagai rangkaian penutup dilakukan pembagian buku tabungan kepada MBR dan penandatanganan pencairan. Tim PUPR yang diwakilkan  tim tekhnis Bambang Sulistiyo selaku kordinator tim tenaga fasilitator Kabupaten Indramayu mengatakan bahwa tahapan demi tahapan sudah dilalui dan berlanjut sampai pada tahap yang sekarang yaitu pembagian buku rekening ke tangan para penerima program BSPS katanya.

" Verifikasi dan serah terima buku tabungan kepada para penerima bantuan Perumahan sudah dilakukan berarti bapak dan ibu sudah diakui sebagai penerima bantuan " Ujar Bambang

" Dalam serah terima ini tidak boleh ada yang diwakilkan apabila punya kendala kami siap jemput bola, terkecuali meninggal dunia itu juga harus ada surat keterangan kematian dari pemerintah Desa setempat." Lanjut Bambang yang memiliki dampingan sejumlah 712 MBR dalam menutup rangkaian acara sebelum penyerahan buku tabungan.

Sebagaimana diketahui Kecamatan Kertasmaya memperoleh bantuan sebanyak 175 MBR. Terdiri dari , Desa Kertasemaya 45 MBR, Desa Larangan Jambe 70 MBR dan Desa Tenajar Lor 60 MBR.

Program BSPS pada dasarnya sebagai stimulan dari pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk meningkatkan keswadayaannya dalam pemenuhan rumah layak huni. (Jo.Kp)

 MENARA POST - Bandung -- Komunitas Pemuda Sejahtera (KPS) Jabar mendukung mantan gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk maju dalam pilpres 2019. Dukungan ini disampaikan Ketua KPS Didit dengan semangat menuju Indonesia Sejahtera,"ucapnya (25/7).

Ahmad Heryawan
Dalam waktu dekat deklarasi Komunitas Pemuda Sejahtera  tersebut akan menyampaikan pernyatan dukungan penuh kepada Ahmad Heryawan atau sering disapa Aher untuk menjadi calon presiden maupun wakil presiden 2019.  komunitas ini berasal dari berbagai elemen Organisasi masyarakat maupun komunitas

"Kami bersama dengan elemen Ormas, komunitas pemuda   memberikan dukungan penuh pada kang Aher untuk maju dalam pilpres,’’ ujar Ketua KPS Didit Sandra

 Pemberian dukungan ini didasarkan sejumlah pertimbangan.

Terutama kata Didit sehubungan dengan prestasi Ahmad Heryawan selama memimpin Jawa Barat. Selama sepuluh tahun memimpin Aher mendapatkan banyak penghargaan sekitar 200 lebih penghargaan.

Prestasi inilah lanjut Didit yang menjadi modal untuk membangun Indonesia ke depannya. Terlebih Aher merupakan putra asli dari Jawa Barat

Dukungan ini juga disampaikan  kader PKS mantan Calon Walikota Cimahi 2012 H.Supiyardi

 "Kami akan maksimalkan pemenangan untuk Aher sebagai presiden,’’ cetus dia.

Supiyardi menuturkan, pemberian dukungan juga karena faktor kang Aher asli putra daerah dan prestasi ketika memimpin Jabar. Sehingga mewakili kalangan kader PKS juga mendukung Ahmad Heryawan maju dalam pilpres 2019.


Sementara itu , sebagaimana diketahui Kang  Ahmad Heryawan (Aher) masuk salah satu diantara dua capres atau cawapres dari PKS.(red)

 MENARA POST - SUBANG.-  PT Matsuoka Industries Indonesia yang bergerak di bidang garmen, diduga menggunakan jasa preman dalam menghalangi tugas Jurnalistik/Pers dan sebenarnya perusahaan  tidak memiliki ijin dari Kecamatan setempat,"tutur Edi D Dores saat diwawancarai di lokasi PT Matsuoka di Dusun Kalisumber, Desa Ciberes, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang (24/7/18)
PT Matsuoka Diduga Gunakan Jasa Preman Untuk Menghalangi Tugas Jurnalistik

Dibagian yang sama, Kepala Produksinya, bernama Oman (WNI) saat ditemui MCB dikantornya mengakui, bahwa perusahaan yang dikelolanya ini, belum mengantongi ijin usaha dari Pejabat Camat Patokbeusi hingga Pemerintah daerah  Subang pada umumnya , dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Subang.

“Lanjutnya,Pihaknya mengakui bahwa tidak memiliki ijin lingkungan terlebih membuat ijin hanya melalui legalitas perusahaannya tersebut namun ia mengklaim bahwa perusahaan ini legal dan berbadan hukum jadi kalau dari pusat ada

Menurutnya,perijinan perusahaan dari pemerintah setempat hingga Kabupaten Subang belum ada. Baru dari desa, itu juga hanya domisili saja, dari kecamatan belum dan kabupaten juga belum ada,” terang Oman, mengakui atas fakta perusahaan yang dikelolanya bersama orang asing yang numpang usaha di  wilayah Kab.Subang

Sementara itu, usai MCB bersama beberapa teman-teman PERS lainnya melakukan konfirmasi terhadap Oman, diduga PT Matsuoka gunakan jasa preman kampung, bernama Ujang Romi dan Deden bersama kawan-kawannya  menghalangi tugas wartawan / Jurnalistik, hingga ada salah seorang dari mereka melakukan tindakan mengguyur salah seorang teman PERS dari Kabiro Media Sinar Pagi,  Edi D Dores menggunakan air minum-minuman ringan kemasan botol dan nyaris melakukan pengeroyokan terhadap Dores

 Atas tindakan intimidasi salah seorang preman itu, bernama Romi, dibantu temannya, bernam Deden memprovokasi kawan-kawannya, “Apa maksudnya pemberitaan di koran ini (Koran Sinar Pagi)? Gak bener ini berita. Jangan bawa-bawa warga setempat disini dong dalam pemberitaan anda, kami warga disini merasa tidak enak. Berita ini paling juga ujung-ujungnya uang saja. Apa kamu, mau ngotot hah?,” celahnya yang nyaris melakukan mengeroyokan, sambil menunjukan pemberitaan di Koran Sinar Pagi yang berjudul, “LSM PMPR DPC Subang dan Warga Tuding PT Matsuoka di Ciberes Belum Miliki Ijin, Pemkab Subang Harus Tindak Tegas”

Edi D Dores selain sebagai Kabiro Sinar Pagi, ia juga Tokoh masyarakat dusun setempat dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Mandiri Peduli Rakyat (PMPR) DPC Subang.

Menyikapi masalah yang menimpa Sekjennya itu, Ketua PMPR DPC Subang, Nursalim menegaskan, “Atas kejadian pengguyuran air dan nyaris mengeroyok Sekjen PMPR DPC Subang, Bung Dores itu, jelas merupakan pelecehan dan pelanggaran hukum. Untuk itu, kami atas nama LSM PMPR sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, serta taat hukum, akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Agar menjadi efek jera terhadap para preman tersebut dan tidak berani lagi bertindak semena-mena, semoga kejadian ini tidak dialami oleh LSM dan PERS lainnya,” tegas Nursalim

Jadi, tindakan itu jelas menjurus kepada intimidasi dan nyaris melakukan pengeroyokan terhadap wartawan itu, sudah barang tentu kedua provokator dimaksud, jelas melakukan percobaan menghalangi tugas jurnalis/wartawan.

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS, Pasal 4 ayat (1) Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat (2) Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, (3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan (4) Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.

Ketentuan Pidana; Pasal 18 ayat (1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Sebelumnya, seperti telah diberitakan Perak di edisi 190, bahwa PT Matsuoka diduga belum miliki ijin, tetapi sudah berani beroperasi sejak satu bulan yang lalu. Melakukan rekrutmen tenaga kerja dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung. Bahkan WNA itu sudah berani melakukan aktivitas kerja, melakukan meeting bersama jajarannya di dalam bangunan pabrik dimaksud.

Hal itu terbukti, ketika Perak hendak konfirmasi kepada WNA pemilik PT Matsuoka yang diterima oleh para security perusahaan illegal itu, di Pos Security depan pintu gerbang pabrik, “Bos sedang meeting/rapat bersama jajarannya, tidak bisa diganggu, bikin janji dulu kalau mau ketemu,” ujar security PT Matsuoka.

Manyikapi hal itu, masih di Pos Security Matsuoka, Tokoh Masyarakat Dusun Kalisumber, Edi D Dores yang kebetulan turut bersama ingin menemui WNA Jepang tersebut menandaskan, “Bangunan ini tadinya milik PT Bunivitex, sekarang take over ke PT Matsuoka, ya harus bikin ijin baru. Saya asli warga disini kecewa terhadap pihak pengusaha yang berani beraktivisat kerja sebelum meminta ijin kepada kami sebagai masyarakat lingkungan setempat. Untuk itu, jika minggu-minggu ini pihak perusahaan tidak mau menemui kami, jangan salahkan kami jika melakukan aksi demo dan mendesak pemerintah terkait melakukan penertiban kegiatan usaha PT Matsuoka, termasuk WNA yang ada di PT Matsuoka hari ini, diduga status illegal datang ke Negara kami,” tandasnya geram.

Edi menegaskan “Orang Luar Negri/ WNA itu hanya numpang usaha disini, jadi jangan membuat masalah dan berbuat melawan hukum ,kami minta agar diurus  ijin dulu, jangan maen rekrut pekerja tanpa bermusyawarah dengan pemerintah setempat

Kami mengecam tindakan atas pelecehan ini, pejabat terkait dari mulai tingkat desa, Muspika hingga Pemda Subang pun sejatinya membela warga agar tidak dirugikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan jangan takut, kami masyarakat setempat siap mendukung penertiban perusahaan illegal ini,” paparnya.

Saat dikonfirmasi melalui telrphone, Camat Patokbeusi, Agung Nugroho berjanji akan melakukan pemanggilan terhadap WNA Jepang pemilik PT Matsuoka, “Saya akan panggil pihak perusahaan PT Matsuoka, karena ganti pemilik dan nama perusahaan, harus buat ijin baru, dari mulai penambahan bangunan harus kantongi IMB baru, untuk produksinya harus ada ijin lingkungan baru, lalu ke Pemdes, Pemcam hingga DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Sat Pintu) dan mengenai rekrutmen tenaga kerja harus ada ijin dari Disnakertrans. Intinya semua harus diperbaharui ijinnya,” terang Agung baru-baru ini

Padahal,PT Matsuoka melanggar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 2015 Tentang Izin Usaha Industri, bahwa Perusahaan Industri yang tidak memiliki IUI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa: a. peringatan tertulis; b. denda administratif; dan c. penutupan sementara.

Sementara, berkaitan dengan indikasi penggelapan pajaknya, adalah Pasal 39 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan, (1) Setiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri untuk diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak; menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak; tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan.

Menyampaikan Surat Pemberitahuan dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap; menolak untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29; atautidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Ayat (2) Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambahkan 1 (satu) kali menjadi 2 (dua) kali sanksi pidana apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat 1 (satu) tahun, terhitung sejak selesainya menjalani pidana penjara yang dijatuhkan.(Eka)

 MENARA POST - Subang-Dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-71, Lanud Suryadarma mengadakan kegiatan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Ujang Suparna yang berada di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Subang, Selasa (24/7).
Lanud Suryadarma Bedah Rutilahu Di Desa Cipeundeuy

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danwing 8 Lanud Suryadarma Kolonel Pnb Suliono, Para Kepala Dinas dijajaran Lanud Suryadarma dan Wingdiktekkal, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 5/D.I Lanud Suryadarma Ny. Alem T. Sembiring Meliala beserta seluruh pengurus, Danramil Cipeundeuy Kapten Inf Karsa, Kapolsek Cipeundeuy Kompol Undang Sudrajat, Kepala Desa Cipeundeuy Bapak Kardi Gunawan Purwanagara serta tokoh masyarakat Desa Cipeundeuy

Kegiatan bedah rumah ini diawali dengan peletakan batu pertama oleh Komandan Lanud Suryadarma Marsekal Pertama TNI T. Sembiring Meliala, dilanjutkan oleh Camat Cipendeuy Kardi Gunawan, serta tokoh masyarakat Desa Cipeundeuy, setelah itu rumah lama dirobohkan dan dilanjutkan dengan pembangunan kembali oleh para anggota Lanud Suryadarma dan dibantu oleh masyarakat setempat sampai dengan sepekan kedepan.

Menurut Danlanud Suryadarma bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI Angkatan Udara dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-71 yang jatuh pada tanggal 29 juli nanti. Khususnya Lanud Suryadarma kepada masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah desa Cipeundeuy Kabupaten Subang yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu).
“Sasaran dari program Rutilahu ini adalah untuk membantu masyarakat memiliki rumah layak, sehingga mereka bertempat tinggal dengan aman serta nyaman, yang secara kebetulan didaerah Cipeundeuy ini ada salah satu warganya, kondisi tempat tinggalnya sudah sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak ditempati”, terang Danlanud.
Lebih Lanjut Danlanud berharap pihak lainnya, seperti Perbankan serta lembaga-lembaga lainnya melalui CSR (Corporate Social Responsibility) juga mengalokasikan anggaran guna perbaikan Rutilahu, sehingga semakin banyak pihak yang peduli mengentaskan Rutilahu menjadi rumah layak huni.

Sementara itu, Kepala Desa Cipeundeuy H.Kardi Gunawan Purwanagara mengucapkan terimakasih Kepada Danlanud Suryadarma Kalijati beserta Jajarannya, "Alhamdulillah di hari Bakti TNI Angkatan Udara ke 71,Lanud Suryadarma Kalijati mengadakan kegiatan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan  tidak lupa juga bahwa saat ini Warga Cipeundeuy yang telah di bantu pun sangat menyambutnya dengan suka cita.

 Lanjut Kades, ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam sedikit meringankan beban warga yang tidak mampu di lingkungan Desa Cipeundeuy.
“Mudah-mudahan program ini berkelanjutan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat yang kurang beruntung,"tutur Kades Kardi Gunawan (Dit)

 MENARA POST - INDRAMAYU - Wajah agama Islam saat ini telah tercoreng oleh munculnya faham Islam Phobia yang menjelma menjadi terorisme dan atas dasar tersebut dalam rangka Mengantisipasi dan Menyikapi Perkembangan Terorisme, Dandim 0616 Indramayu  mengadakan Saresehan, yang bertempat di Bank  Jabar Banten (BJB) Indramayu. Kamis (26/7/2018)

Cegah Terorisme, DANDIM 0616 Indramayu Lakukan SARESEHAN
Dalam sambutannya Dandim 0616 Indramayu Letkol Kav. Agung Nur Cahyono menginformasikan bahwa Indramayu  saat ini telah menjadi tempat bersarangnya terotisme.

"Waspadai orang-orang yang pulang dari Suriyah, karena sebanyak 350 orang, baru 50 orang yang telah diamankan." Katanya.

Dia menambahkan dari hasil penangkapan teroris kemarin telah ditemukan satu kuintal bahan peledak. "Kita juga harus tahu bahwa ciri karakteristik mereka adalah tidak toleran, tertutup dan selalu menginginkan Revolusi pada negara serta menganggap kelompoknya adalah yang paling benar" Sambungnya.

Pada kesempatan itu turut diundang narasumber dari unsur Polri, AKBP. Widodo yang juga mantan Densus 88 yang sekarang menjabat sebagai Dan-yon Brimob Sumber Cirebon, diterangkannya bahwa Teroris yang masuk dalam gerakan terorisme kemarin adalah generasi ke-tiga dari Jamaah Anshoru Daulah  (JAD) yang ternyata pemahaman Islamnya hanya sebatas kulit.

"Dari 16 Teroris yang tertangkap kemarin, ternyata banyak yang tidak bisa baca Doa iftitah, bahkan keilmuan fiqihnya-pun banyak yang tidak faham" Jelasnya.

Widodo mengungkapkan kelompok teroris beranggapan bahwa kita ini adalah thogut dan darahnya halal bagi mereka. "Jaringan mereka telah tersebar dari mulai Indonesia, Filipina, hingga timur tengah dan negara lainnya di dunia. Walaupun begitu pantang bagi kita untuk takut kepada teroris dan  harus  dilawan  serta kita matikan gerakannya" tegasnya.

Dalam acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Supendi, tokoh agama Islam KH. Syaerozi Bilal, ormas dan organisasi Kepemudaan yang ada di Indramayu, seperti  FKPPI, KNPI, Pemuda Pancasila, Mitra Kodim (M16), Banser dan juga perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada di beberapa universitas Indramayu.

Pena  : Azis
Editor: Redaktur

Sejumlah warga berkerumun di lokasi mayat bayi yang tefbakaf di tempat sampah
 MENARA POST - BATAM - Warga Perumahan Muka Kuning Permai II Kurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Batam, dihebohkan dengan penemuan mayat bayi di tempat sampah, Rabu (25/7/2018).

Bayi tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Putra yang tak lain adalah anak kos di salah satu rumah di Jalan Bungaran Timur nomor 419, komplek Mukakuning Permai II.

Menurut Putra, pagi tadi dirinya membakar sampah yang ada di depan rumah kos tempat tinggalnya karena memang sudah bau busuk.

Saat menyalakan api dan mengorek sampah yang ada, Putra menemukan benda yang mencurigakan berada di bawah tumpukan sampah tersebut, Benda itu terbungkus handuk warna coklat, Setelah dilihat, ternyata jasad seorang bayi.

Kemudian Putra langsung menyiram api yang sudah membakar sampah-samapah itu sampai padam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di lokasi kejadian sejumlah polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan langsung mengamankan tempat kejadian serta memasang garis polisi.

Mayat bayi tersebut juga sudah diangkat dan dibawa ke RS Bhayangkara di Batubesar, Nongsa.

Tampak warga ramai mengerumuni lokasi tersebut.

Tempat kejadian tidak begitu jauh dari kantor Lurah Buliang.(*)

 MENARA POST - Jakarta-SM LIRA (Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat) terima pengaduan sindikat penipuan proyek di Kementerian Sosial (Kemensos) bernilai milyaran. Sindikat ini berkeliaran di lingkungan Kemensos dan melakukan penipuan proyek fiktif.

"LSM LIRA telah melakuan analisa dan investigasi berdasarkan data laporan yang disampaikan pihak-pihak yang telah tertipu. Kami mendunga adanya sindikat yang diduga melibatkan oknum-oknum tertentu di Kemensos ditahun 2017," tegas Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal di Jakarta.

Menurut pria penggiat anti korupsi itu, secara kronologis sejumlah pihak menyampaikan pengaduan dugaan adanya penipuan berkedok akan memenangkan proyek pengadaan di Kementerian Sosial. Ada kontrak-kontrak Panitia Lelang yang ditandatangani Wawan Hidayat, Ketua Panitia ber Kop Kemensos.

Nah, untuk memenangkan terder proyek tersebut pihak perusahaan supplier diminta uang muka. Nilainya milyaran rupiah. Namun setelah ditunggu proyek yang dijanjikan ternyata tidak jadi. Untuk itu pihak supplier diberi "cek pengembalian dana dari Bank Mandiri". Namun setelah dicairkan ternyata tidak ada dananya alias bodong.

"Untuk menindaklanjutinya, kami telah bentuk tim dan akan berkoordinasi dengan pihak Kemensos, mengingat kejadian ini saat Kemensos dipimpin Khofifah Indar Parawansa tahun 2017. LSM LIRA juga segera akan laporkan kepenegak hukum agar kasus ini dapat ditindaklanjuti dan dituntaskan," tegas pria berdarah Madura-Batak itu.

Kasus sejenis ini, lanjut Jusuf Rizal ternyata tidak hanya terjadi di Kemensos, tapi di Kementerian lain juga kerap terjadi. Untuk itu LSM LIRA buka KOTAK ADUAN PROYEK melalui email : dpp.lira@gmail.com atau Hotline WA 0811-909-654 guna ditindaklanjuti. Ulah oknum-oknum tersebut dapat merusak citra dan wibawa Presiden Joko Widodo-HM.Jusuf Kalla.(Dit) 

 MENARA POST - Banda Aceh - Kelompok Agribisnis China-Malaysia tengah berupaya membangun lahan persawahan dan proyek pengolahan terpadu pada November mendatang di Indonesia. Dengan dana investasi US$ 2 miliar (Rp 20,3 triliun), perusahaan China ini berharap bisa memasuki pasar berkembang di tanah air sekaligus memenuhi pasokan beras domestik.
Margoningsih Dukung Program Pemerintah di Sektor Pertanian

Direktur PT. Margo Jaya Tani, Margoningsih, SE., M.M. menanggapi hal tersebut seperti yang dilansir menarapost.com, (20/7/2018) berharap dukungan program reformasi agraria Pemerintahan Jokowi dapat dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak dikuasai oleh investor asing.

"Program reformasi agrarianya Jokowi, IP4T (Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan tanah), programnya sangat bagus. Perlu didukung oleh semua pihak. Tetapi masalahnya untuk pengelolaan mandiri oleh petani, hanya sanggup 1/8 ha," kata Margoningsih.

Margoningsih melanjutkan, perlu strategi dan manajemen yang tepat supaya petani dapat mengelola 2ha tanahnya sehingga hasilnya dapat dimaksimalkan.

"Kalau tidak akan jadi bencana masuknya pihak ketiga, terutama kaum kapitalis Cina yang akan memanfaatkan kondisi itu karena mereka yang bermodal," ujar Perempuan Aceh yang lahir di Jakarta tersebut.
[ads-post]
Menurutnya, 1ha lahan pertanian yang dikelola dengan sistem Tumpangsari padat karya. Tumpang sari yang dimaksud adalah yang memiliki makna suatu teknik pertanian yang menghendaki suatu lahan tanam ditanami dengan lebih dari satu macam jenis tanaman.

"1ha lahan pertanian yang dikelola dengan sistem Tumpangsari dan 1 ha lagi dijadikan lahan yang dikelola (komunal/koperasi) untuk skema-skema investasi yang pekerjanya adalah petani itu sendiri," ungkap Margoningsih.

Teknik bercocok tanam tumpang sari ini juga sering diberi julukan "teknik polikultur". Dalam sistem pertanian tumpang sari, jadi dalam satu lahan tanam diselingi dengan satu atau lebih jenis tanaman budidaya.

Sebagai contoh, dalam satu lahan tanam cabe diselangi dengan tanaman seperti tomat, kacang panjang, dan jenis tanaman hortikultur lainnya. Beberapa jenis-jenis tanaman yang bisa dilakukan tumpang sari seperti singkong, kacang tanah, kacang panjang, jagung, mantang, buncis, tomat besar, seledri, daun bawang, tomat rampai, kedelai, sawi, kangkung, kacang tunggak, dan lain sebagainya.

Ningsih menyebutkan, 1 ha menyerap 8 orang tenaga kerja. Untuk bisa berjalan perlu sinergi antara market, koperasi dan petani. Pemerintah bertidak sebagai pendorong dan penjamin  kegiatan tersebut.

Menurutnya, dengan adanya program perencanaan jangka panjang ini mampu menarik pihak perbankan seperti Bukopin dan Bank daerah lainnya yang bisa ikut berperan dalam pembiayaannya.

"Adanya program asuransi pertanian ini merupakan jaminan supaya kegiatan bisa bankable. Aset petani aman dan tidak dijadikan sebagai jaminan bank. Untuk mengawali memang sulit dan mungkin perlu "initial cost" dari pemerintah sebagai program." tutur Ningsih

"Di Aceh banyak sekali lahan tidur. Apabila pemerintah bisa menerapkan program ini, maka pemerintah bisa meningkatkan perekonomian rakyat," tutup Margoningsih, Pengusaha yang fokus di bidang Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan.

*{Najmi}*

 MENARA POST Revitalisasi Kota Tua adalah salah satu agenda pemerintah provinsi DKI Jakarta saat ini. Hasilnya, sedikit demi sedikit sudah terlihat, salah satunya adalah Kali Besar yang kini makin cantik.
Kali Besar Kota Tua

Setelah dilakukan pemugaran sejak 2016 silam, akhirnya "wajah baru" Kali Besar ini telah diresmikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pekan lalu.

Salah satu yang menarik adalah taman terapung di atas kali ini. Pijakan berwarna abu-abu ini juga ditanami pohon tepat di tengahnya. Benar-benar berbeda dari taman pada umumnya.
Kali Besar berada tepat di belakang kawasan Museum Fatahilah, dan dikelilingi oleh gedung-gedung tua yang penuh histori.
[ads-post]
Salah satunya adalah Toko Merah yang sudah dibangun sejak 1870-an, dan salah satu bangunan tertua di kota Jakarta. Selain itu, masih banyak bangunan dengan desain klasik yang keren banget.
Lihat liputan di Kali Besar Kota Tua yang macam Eropa pada video di bawah ini:

 MENARA POST - Subang-Penerapan Program Pelayanan Operasi Katarak bagi masyarakat miskin yang di gagas Pemerintah Kabupaten Subang Jawa Barat memiliki target 344 mata untuk tahun 2018.

Dinkes Kabupaten Subang Gelar Operasi Katarak Gratis
Pihaknya mengaku mendapatkan Apreasi baik dari kalangan masyarakat miskin di Kabupaten Subang terlihat di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas  Ciasem Kabupaten Subang tidak sedikit masyarakat mengidap penyakit Katarak yang mengikuti kegiatan operasi mata yang di laksanakan di beberapa titik di Kab.Subang

Hal tersebut dikatakan Kabag UPTD Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang Cupendi ,S.E

 Menurutnya Pelayanan Program tersebut  meruapakan Program Dinas Kesehatan  yang di kuhuskan di Kabupaten Subang yang telah masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018  yang semua pembiayaan kegiatan  di biayai Pemerintah Subang
[ads-post]
Sementara itu, Perwakilan Dinas Kesehatan Kab.Subang H.Mansur menyebutkan pelaksanaan operasi katarak tahun ini sudah yang ke dua kali sumber dananya berasal dari APBD Subang untuk melayani penderita katarak khusus warga Subang," katanya. Kamis (19/07)

Lanjutnya, Program Pelayanan Operasi Katarak  meruapakan pelayanan yang rutin setiap tahunya  untuk kegiatan di UPTD Puskesmas Ciasem
CPL hadir 97 orang sementara quota 60 mata sampe hari ini (tim isoma) sudah di oprasi 42 orang hasil akhir dari 97 orang yang datang hanya bisa di operasi 60 mata sesuai dengan harapan

"Dinkes juga menjelaskan warga yang berhak menerima pelayanan ini adalah  bagi warga yang telah memiliki kartu BPJS, KIS dan SKTM juga di perbolehkan karena memang untuk warga yang kurang mampu. sehingga Dinkes bekerjasama mensosialisasikan pelaksanaan pelayanan program Dinas Kesehatan dengan Muspika,UPTD Puskesmas Ciasem ,Pemerintah Desa dan   Satpol PP  ,"ujarnya. (Eka/Dit)

Maling kecebur septic tank
MENARA POST - BOGOR - Seorang pencuri mengalami nasib apes usai melancarkan aksinya di Kampung Cimayang 3 RT 13/RW 05, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ya, ia terperosok ke dalam kubangan pembuangan tinja alias septic tank berukuran 2x3 meter saat hendak kabur dari kejaran warga.
Maling
Pada foto-foto yang dibagikan oleh pengguna akun facebook Siti Wulan Dari, Rabu 18 Juli 2018, tampak pria itu tak berkutik setelah terjebak di kubangan tinja. Ia tertunduk lesu di hadapan warga Kampung Cimayang yang sudah mengepungnya.
[ads-post]
"Berniat melarikan diri, apes kecebur ke dalam sepiteng. Malingnya apes, kecemplung sepiteng (tempat berkumpulnya anu). Bisa bayangkan aroma bapak pencuri ini? Semerbak pasti ya?? Lokasi Cimayang, Bogor," tulis Siti mengawali postingannya

Beruntung, pelaku tidak menjadi bulan-bulanan massa yang jijik mendekatinya akibat bau yang sangat menyengat.

"Hingga aparat pun enggan menyentuh tubuhnya yang berbau sangat menyengat," timpal Siti.

Menurut informasi, pelaku terciduk setelah ditemukan seorang ibu-ibu sekira pukul 05.00 WIB. Warga desa yang mengetahui informasi itu langsung berbondong-bondong menuju lokasi. Alhasil, pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Cibungbulang untuk diperiksa lebih lanjut.


 MENARA POST -  Indramayu- Pembangunan TPT Desa Sukasari Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu banyak menuai kritik dari masyarakat desa setempat. Kegiatan yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Tahun 2018 itu dianggap asal jadi dan mengabaikan prosedur yang ditentukan. 

Hal tersebut diungkapkan tokoh pemuda  masyarakat setempat Rudi (26) kepada menarapost  saat ditemui di lokasi pekerjaan. Menurut Rudi pembangunan tembok penyangga Tanah (TPT) tersebut kondisinya sangat kurang baik dan jauh dari harapan dibanding melihat anggaran yang begitu besar sementara pembangunanya terkesan asal berdiri  dan selesai.

" Tidak tahu kenapa pembangunannya seperti terkesan asal jadi, Penggunaan material pasir yang mengandung lumpur sangat disayangkan, tidak adanya galian  dalam pemasangan batu pondasi juga seperti disengaja, kekhawatiran saya sebagai masyarakat dalam hal demikian bukan tanpa alasan , Khawatir tidak awet dan ambruk tidak tahan lama " Rudi menjelaskan.

Rudi melanjutkan pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut dianggapnya liar, karena dilaksanakan oleh orang yang bukan tupoksinya. Karena yang melaksanakanya bukan orang yang ditunjuk sebagai Pelaksana kegiatan.

" Semua pembangunan di sini yang menghandle Kuwu, sementara pelaksanaan kegiatan yang ditunjuk tidak ada wujudnya " terang Rudi.
Sementara itu warga lain yang tidak mau disebutkan namanya , mempertanyakan perencanaan proyek tersebut terkait tidak adanya penggalian untuk pondasi. Warga menilainya bangunan TPT tanpa galian tidak akan bertahan lama terutama saat musim hujan tiba.  Praktek semacam dianggapnya hanya  akal – akalan oknum – oknum tertentu untuk meraup keuntungan demi meperkaya diri sendiri maupun kelompok tertentu.
[ads-post]
“Sekarang pembangunannya masih berjalan.Saya dan warga masyarakat Desa Sukasari berharap agar dinas terkait turun langsung kelapangan untuk melihat kondisi proyek bantuan Provinsi tersebut. Kalau terindikasi ada penyimpangan seperti yang kami temukan maka harus diproses sesuai hukum,” harapnya. Lanjut pria ini menambahkan.
Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran  , supaya  dalam prakteknya dapat dikelola secara tertib, efektif, efisien dan taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan.(Guntur)

Gubernur DKI Anies Baswedan saat melantik jajaran wali kota Jakarta. (Humas Pemprov DKI Jakarta)
 MENARA POST Jakarta, - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyebut pergantian pejabat tinggi di Pemprov yang dilakukan oleh pemimpin Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah berdasar aturan yang berlaku. 

Menurut Saefullah, pergantian jabatan dilakukan setelah Pemprov DKI melakukan penilaian kinerja melalui evaluasi. 

"Ada evaluasinya. Ada pokoknya, (penilaian) kinerja, kesalahan (para kadis) juga, ada kinerja rendah," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Kamis (19/7).

Meski begitu, Saefullah tak bisa mengungkap ke publik soal kesalahan para petinggi yang kini telah dialihkan jabatannya itu. 

"Tentu semua tidak bisa dibuka ke publik, terkait hal yang bersifat privasi kan nggak boleh," kata Saefullah.
Saefullah menyerahkan sepenuhnya urusan penyelidikan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) soal perombakan pejabat yang diduga menyalahi prosedur. Dia mengaku sudah memberi semua berkas dan dokumen yang dibutuhkan.

"Ya sudah serahkan berkasnya. Sudah pokoknya semuanya sudah," katanya. 

Saefullah mengaku telah bertemu dengan sejumlah Wali Kota yang telah diberhentikan Anies. Menurut dia, beberapa mantan pejabat yang bertemu denganya itu telah menerima keputusan mantan Menteri Pendidikan mencopot jabatan sebelum masa bakti selesai. 

"Mereka bilang kok yang pas saya tanya, 'Bapak kenapa? Ada terganggu atau tidak?' 'Nggak, saya ikhlas' gitu kata mereka," ujar Saefullah menirukan percakapannya dengan Wali Kota yang telah resmi dicopot. 
[ads-post]
Diminta tak melodrama

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tidak melodrama terkait pencopotan pejabat yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sandi mempersilakan KASN untuk menyelidiki dugaan pelanggaran, tapi meminta untuk tidak dibesar-besarkan.

"Ya tentunya kita sangat terbuka dan kita harapkan semuanya melihat ini objektif, tidak terlalu dibesar-besarkan, dan tidak terlalu melodrama," ucap Sandi di Slipi, Jakarta Barat.

Sandi mengklaim dirinya dan Anies sedang membangun motivasi baru dengan pencopotan pejabat yang mereka sebut penyegaran organisasi.

Dia pun mengklaim para pejabat yang dicopot malah berterima kasih. Sehingga Sandi menilai gaduh pencopotan pejabat hanya politisasi semata.

"Jangan digunakan kesempatan ini apalagi sekarang lagi musim politik dan dua sampai tiga minggu ini akan sangat gaduh, jangan dimasukkan [agenda politis]," ucapnya.

Anies telah melantik jajaran wali kota dan kepala dinas baru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Pada saat bersamaan, ia juga mencopot belasan kepala dinas tanpa pemberitahuan terlebih dulu.

Para pejabat yang dicopot mengaku hingga kini tak tahu harus mengerjakan apa alias nonjob.

KASN sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran dalam perombakan tersebut. Anies diduga melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang PNS.

Ketua KASN Sofian Effendi menyebut perombakan yang dilakukan Anies pada 5 Juli lalu tidak sah. Kesimpulan itu didapat setelah sejumlah pegawai negeri sipil yang digeser mengadu ke KASN.

"Mereka lantik tapi tidak sah pelantikan itu," kata Sofian saat dihubungi, Selasa (17/7).

 MENARA POST Jakarta, - Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali menjadi desa mandiri energi gas yang dibangun dari tumpukan kotoran sapi yang dikembangkan menjadi energi biogas.
Warga melintas di Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (18/5). Desa Urutsewu menjadi salah satu desa mandiri energi gas yang mengembangkan energi Biogas Sapi, hasil inovasi bahan bakar gas buatan dari kotoran sapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Seorang warga mengumpulkan kotoran sapi pada pagi hari di Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (10/5). Kotoran sapi dijadikan bahan bakar gas buatan yang kemudian dikembangkan menjadi Biogas Sapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Pekerja menyusun batu-bata saat membangun digester Biogas Sapi di Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (10/5). Digester tersebut mengendapkan kotoran sapi agar menghasilkan gas. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
[ads-post]
Seorang warga mengontrol endapan kotoran sapi pada digester biogas di Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (10/5). Di desa ini, sebagian besar warga beternak sapi, sehingga mereka tak kesulitan mencari bahan dasar berupa kotoran sapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Warga Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, tak kesulitan mencari bahan dasar dalam pembuatan biogas karena sebagian besar warga merupakan peternak sapi. Peternak sapi di desa ini mencapai 120, Senin (7/5). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Sebelum energi Biogas Sapi berkembang di Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, warga setempat menggunakan bahan bakar minyak dan gas elpiji untuk memasak, Kamis (10/5). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Di Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, telah dibangun sebanyak 40 instalasi digester Biogas Sapi yang dapat disalurkan ke 100 kepala keluarga. Energi dari Biogas Sapi digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak dan penerangan, Kamis (10/5). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Warga menyalakan kompor biogas untuk digunakan memasak. Energi Biogas Sapi diklaim dapat menghemat pengeluaran biaya serta menghemat penggunaan energi minyak dan gas bumi, Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (10/5). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Warga menyalakan lampu petromak biogas untuk digunakan penerangan rumahnya di Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (7/5). Desa Urutsewu merupakan desa mandiri energi gas. Setiap tahunnya, pemerintah setempat menargetkan membangun 10 digester Biogas Sapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget